247view

Prof. Dr. Dyah Sawitri, SE, MM; Tokoh Pendidik Berprestasi dan Disegani

WPdotCOM -- Prof. Dr. Dyah Sawitri, SE, MM. Begitu nama lengkap tokoh pendidik edisi ini. Perempuan yang ahir di Trenggalek pada tanggal 19 April 1967 ini, kini sukses sebagai rektor Universitas Gajayana Malang.

Istri Prof. Dr. H. Mohamad Saleh, SE., MM dan ibu dari Riesky Amalia, Rahajeng Anugrahing Saldianovitta, dan Ine Rahmadania Saldianovitta, telah menunjukkan kapasitasnya sebagai tokoh yang di segani dan berprestasi di bidangnya.

Pengampu mata kuliah Global Manajemen Strategik, Manajemen Strategik, dan Perilaku Organisasi, serta Metode Riset ini, dikenal murah senyum dan berpenampilan menarik. Jabatan fungsionalnya sebagai Guru Besar, ternyata tidak membu atnya membangun jarak dengan lingkungan sekitarnya. Termasuk dengan mahasiswa-mahasiswa yang dibimbingnya dalam perkuliahan.

Pemilik Nomor Induk Dosen Nasional (NIDN) 0019046702 ini adalah alumnus Strata 1 di tempatnya kini mengabdikan seluruh ilmu pengetahuan

yang ia miliki. Dari data yang diperoleh media ini, Dyah juga merupakan alumni pascasarjana Universitas Brawijaya dengan bidang keilmuan yang linier dari strata 1-nya, yakni manajemen.

Tamat dari Universitas Brawijaya pada tahun 1999, tidak menyurutkan keinginannya untuk terus menimba ilmu pengetahu-an. Hal itu ia buktikan dengan meneruskan pendidikan doktoralnya pada bidang Ilmu Ekonomi di Universitas Airangga Surabaya. Gelar Doktor Ekonomi ia raih pada tahun 2004 silam dengan disertasi berjudul Pengaruh Faktor Produktivitas Terhadap Kinerja dan Nilai Tambah Pada Industri Kecil Makanan di Jawa Timur.

Jabatan Guru Besar diperolehnya ada tanggal 5 Mei 2010 di Universitas Gajayana Malang. Melalui pengukuhan tersebut, Dyah menyampaikan pidato ilmiahnya dengan judul Strategi Penguatan Ekonomi Nasional.

Selain menjalani tugas kesehariannya sebagai rektor dan dosen, penulis buku berjudul Ekonomi Mikro dan Implementasinya ini, sangat aktif memublikasi ide dan pemikirannya melalui karya tulis ilmiah pada jurnal dalam negeri dan internasional. Publikasi jurnalnya yang cukup menarik perhatian ada di International Journal of Organizational Innovation dengan judul The Impact of Job Satisfaction, Organization Commitment, Organization Citizenship Behavior (OCB) on Employees’ Performance.

Bukan hanya kegiatan berbau keilmuan saja yang ia jalani dalam keseharian. Sebagai warga masyarakat, ia adalah anggota Dewan Pakar ISEI Cabang Malang sejak tahun 2004 sampai sekarang. Juga aktif pada Komite Pendidikan MTsN Malang sejak tahun 2004. Dan Di bidang kewanitaan, hingga saat ini ia pun menyempatkan diri untuk  bergabung di  Pengajian Perempuan Kota Malang, dan tercatat sebagai Ketua Lembaga Independen Praktisi Indonesia (LIPINDO).

Penerima Sertifikat Pendidik tahun 2007 dari Kementerian Pendidikan Nasional ini, pada tahun 2014 lalu, dinobatkan sebagai  Dosen Teladan. Selain itu, dari salah satu media lokal, ia pun diberi penghargaan sebagai Tokoh Malang Mengajar. Pada tahun 2011, Dyah juga meraih prestasi penghargaan dari Gerakan Organisasi Wanita pada bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Baru-baru ini, ia pun diundang sebagai Visitting Professor  oleh Institute of Business (IoB) Dili Timor Leste dalam topik kegiatan bertema “Organizational Environment.”

Kini, di kesehariannya yang padat dengan jadwal mengajar, kegiatan penelitian dan publikasi serta kepenulisan tidak pernah ia tinggalkan. Bagi Prof. Dyah, waktu yang ada adalah bagian penting untuk digunakan pada hal-hal positif. Baik untuk diri sendiri, maupun kepentingan masyarakat.


  • 1.


    WPdotCOM -- Prof. Dr. Dyah Sawitri, SE, MM. Begitu nama lengkap tokoh pendidik edisi ini. Perempuan yang ahir di Trenggalek pada tanggal 19 April 1967 ini, kini sukses sebagai rektor Universitas Gajayana Malang.

    Istri Prof. Dr. H. Mohamad Saleh, SE., MM dan ibu dari Riesky Amalia, Rahajeng Anugrahing Saldianovitta, dan Ine Rahmadania Saldianovitta, telah menunjukkan kapasitasnya sebagai tokoh yang di segani dan berprestasi di bidangnya.

    Pengampu mata kuliah Global Manajemen Strategik, Manajemen Strategik, dan Perilaku Organisasi, serta Metode Riset ini, dikenal murah senyum dan berpenampilan menarik. Jabatan fungsionalnya sebagai Guru Besar, ternyata tidak membu atnya membangun jarak dengan lingkungan sekitarnya. Termasuk dengan mahasiswa-mahasiswa yang dibimbingnya dalam perkuliahan.

    Pemilik Nomor Induk Dosen Nasional (NIDN) 0019046702 ini adalah alumnus Strata 1 di tempatnya kini mengabdikan seluruh ilmu pengetahuan

    yang ia miliki. Dari data yang diperoleh media ini, Dyah juga merupakan alumni pascasarjana Universitas Brawijaya dengan bidang keilmuan yang linier dari strata 1-nya, yakni manajemen.

    Tamat dari Universitas Brawijaya pada tahun 1999, tidak menyurutkan keinginannya untuk terus menimba ilmu pengetahu-an. Hal itu ia buktikan dengan meneruskan pendidikan doktoralnya pada bidang Ilmu Ekonomi di Universitas Airangga Surabaya. Gelar Doktor Ekonomi ia raih pada tahun 2004 silam dengan disertasi berjudul Pengaruh Faktor Produktivitas Terhadap Kinerja dan Nilai Tambah Pada Industri Kecil Makanan di Jawa Timur.

    Jabatan Guru Besar diperolehnya ada tanggal 5 Mei 2010 di Universitas Gajayana Malang. Melalui pengukuhan tersebut, Dyah menyampaikan pidato ilmiahnya dengan judul Strategi Penguatan Ekonomi Nasional.

    Selain menjalani tugas kesehariannya sebagai rektor dan dosen, penulis buku berjudul Ekonomi Mikro dan Implementasinya ini, sangat aktif memublikasi ide dan pemikirannya melalui karya tulis ilmiah pada jurnal dalam negeri dan internasional. Publikasi jurnalnya yang cukup menarik perhatian ada di International Journal of Organizational Innovation dengan judul The Impact of Job Satisfaction, Organization Commitment, Organization Citizenship Behavior (OCB) on Employees’ Performance.

    Bukan hanya kegiatan berbau keilmuan saja yang ia jalani dalam keseharian. Sebagai warga masyarakat, ia adalah anggota Dewan Pakar ISEI Cabang Malang sejak tahun 2004 sampai sekarang. Juga aktif pada Komite Pendidikan MTsN Malang sejak tahun 2004. Dan Di bidang kewanitaan, hingga saat ini ia pun menyempatkan diri untuk  bergabung di  Pengajian Perempuan Kota Malang, dan tercatat sebagai Ketua Lembaga Independen Praktisi Indonesia (LIPINDO).

    Penerima Sertifikat Pendidik tahun 2007 dari Kementerian Pendidikan Nasional ini, pada tahun 2014 lalu, dinobatkan sebagai  Dosen Teladan. Selain itu, dari salah satu media lokal, ia pun diberi penghargaan sebagai Tokoh Malang Mengajar. Pada tahun 2011, Dyah juga meraih prestasi penghargaan dari Gerakan Organisasi Wanita pada bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Baru-baru ini, ia pun diundang sebagai Visitting Professor  oleh Institute of Business (IoB) Dili Timor Leste dalam topik kegiatan bertema “Organizational Environment.”

    Kini, di kesehariannya yang padat dengan jadwal mengajar, kegiatan penelitian dan publikasi serta kepenulisan tidak pernah ia tinggalkan. Bagi Prof. Dyah, waktu yang ada adalah bagian penting untuk digunakan pada hal-hal positif. Baik untuk diri sendiri, maupun kepentingan masyarakat.


Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook