177view

Ramler, SH., MM.; Guru yang Sukses Jadi Kepala Dinas

WPdotCOM --  Bersahaja dan murah senyum. Begitu kesan pertama bila bertemu dengan tokoh pendidikan edisi ini. Ramler, SH, MM, begitu nama lengkapnya.

Lahir pada tanggal 17 Pebruari 1962 di Pematang Panjang Sijunjung Sumatera Barat, Ramler tumbuh dengan cita-cita menjadi pribadi yang bermanfaat bagi lingkungan dan negerinya. Hal itu dibuktikan alumni SD Negeri 1 Sijunjung ini dengan meraih cita-citanya menjadi seorang guru.

Perjalanannya menjadi guru tidaklah berasal dari pendidikan keguruan. Sampai tingkat SLTA, Ramler bersekolah di Sekolah Teknik Menengah (STM) Negeri  Solok dan lulus tahun tahun 1982. Namun bukan berarti jiwa pendidik tidak tertanam dalam dirinya.

Pada tahun 1983, ia pun diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (Red: kini ASN) dengan penempatan sebagai guru mata pelajaran Olahraga di SD Negeri 1 Muaro. Hingga tahun 1998, aktivitas mendidik dengan segala pengalaman suka dan dukanya, ia jalani.

Pada tahun 1998 itu, ia pun diberi amanah sebagai kepala sekolah di SD Negeri 14 Koto Tuo Kecamatan Lubuk Tarok Sijunjung. Tiga tahun lamanya ia menjalani tugas sebagai kepala satuan pendidikan kala itu. Banyak pengalaman yang ia peroleh dari amanah dalam mengelola sebu-ah sekolah.

Pengalamannya sebagai ASN di Kabupaten Sijunjung terus berlanjut. Setelah setahun menjadi PLH Kabag Binsos, ia diamanahi jabatan sebagai Pj. Kepala Bidang Perhubungan Darat pada Dinas Perhubungan setempat, dan di tahun berikutnya dimutasi untuk memegang tugas sebagai Pj. Kabag TU pada dinas yang sama. Pria yang juga Ketua Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PGSI) Kabupaten Sijunjung dari tahun 2009 ini, sejak tahun 2017 dipercaya untuk memimpin SKPD yang sedari awal membesarkannya. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sijunjung kini menjadi tempatnya mengabdikan seluruh pengalamannya.

“Ternyata dari seorang guru pun bisa menjadi Kepala Dinas. Jadi tidak ada kata tidak mungkin untuk menggenjot diri menjadi lebih maju,” demikian ujar tokoh pendidik yang telah banyak menelurkan rekor MURI itu di hadapan guru-guru sekolah dasar seKabupaten Sijunjung ketika membuka acara Workshop Kepenulisan KTI Guru Sekolah Dasar akhir bulan lalu yang bertempat di Hotel Bukik Gadang Sijunjung.


  • 1. Foto-foto

    Foto-foto

    WPdotCOM --  Bersahaja dan murah senyum. Begitu kesan pertama bila bertemu dengan tokoh pendidikan edisi ini. Ramler, SH, MM, begitu nama lengkapnya.

    Lahir pada tanggal 17 Pebruari 1962 di Pematang Panjang Sijunjung Sumatera Barat, Ramler tumbuh dengan cita-cita menjadi pribadi yang bermanfaat bagi lingkungan dan negerinya. Hal itu dibuktikan alumni SD Negeri 1 Sijunjung ini dengan meraih cita-citanya menjadi seorang guru.

    Perjalanannya menjadi guru tidaklah berasal dari pendidikan keguruan. Sampai tingkat SLTA, Ramler bersekolah di Sekolah Teknik Menengah (STM) Negeri  Solok dan lulus tahun tahun 1982. Namun bukan berarti jiwa pendidik tidak tertanam dalam dirinya.

    Pada tahun 1983, ia pun diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (Red: kini ASN) dengan penempatan sebagai guru mata pelajaran Olahraga di SD Negeri 1 Muaro. Hingga tahun 1998, aktivitas mendidik dengan segala pengalaman suka dan dukanya, ia jalani.

    Pada tahun 1998 itu, ia pun diberi amanah sebagai kepala sekolah di SD Negeri 14 Koto Tuo Kecamatan Lubuk Tarok Sijunjung. Tiga tahun lamanya ia menjalani tugas sebagai kepala satuan pendidikan kala itu. Banyak pengalaman yang ia peroleh dari amanah dalam mengelola sebu-ah sekolah.

    Pengalamannya sebagai ASN di Kabupaten Sijunjung terus berlanjut. Setelah setahun menjadi PLH Kabag Binsos, ia diamanahi jabatan sebagai Pj. Kepala Bidang Perhubungan Darat pada Dinas Perhubungan setempat, dan di tahun berikutnya dimutasi untuk memegang tugas sebagai Pj. Kabag TU pada dinas yang sama. Pria yang juga Ketua Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PGSI) Kabupaten Sijunjung dari tahun 2009 ini, sejak tahun 2017 dipercaya untuk memimpin SKPD yang sedari awal membesarkannya. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sijunjung kini menjadi tempatnya mengabdikan seluruh pengalamannya.

    “Ternyata dari seorang guru pun bisa menjadi Kepala Dinas. Jadi tidak ada kata tidak mungkin untuk menggenjot diri menjadi lebih maju,” demikian ujar tokoh pendidik yang telah banyak menelurkan rekor MURI itu di hadapan guru-guru sekolah dasar seKabupaten Sijunjung ketika membuka acara Workshop Kepenulisan KTI Guru Sekolah Dasar akhir bulan lalu yang bertempat di Hotel Bukik Gadang Sijunjung.


Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook