265 Siswa TSPM Ikuti Ujian Kenaikan Tingkat di Bukittinggi

By Redaksi 25 Nov 2017, 21:04:46 WIB Daerah
265 Siswa TSPM Ikuti Ujian Kenaikan Tingkat di Bukittinggi

Keterangan Gambar : Peserta UKTS di Kota Bukitinggi (Dok. P3SDM Melati)


Bukittinggi, WPdotCOM – Kembali Pimpinan Daerah Tapak Suci Putera Muhammadiyah 40 Kota Bukittinggi gelar Ujian Kenaikan Tingkat Siswa (UKTS). Sebanyak 265 siswa Tapak Suci mengikuti UKTS selama dua hari.

“Kita akan gelar UKTS ini selama dua hari mulai Sabtu hingga Minggu (25-26 Nopember 2017). Dan pada UKTS ini, diikuti sebanyak 151 siswa laki-laki dan 114 siswa perempuan,” demikian ujar Dedi Noviandi, Ketua Pimda 40 Bukittinggi di sela-sela kegiatan yang dipusatkan di SMP Negeri 4 Kota Wisata itu.

Untuk kegiatan UKTS kali ini, peserta bukan berasal dari Pimda Bukittinggi saja, namun diikuti oleh beberapa Pimda yang mengutus siswanya.

“Ada 19 orang siswa TSPM Pimda 86 Padangpanjang, dan 6 orang siswa dari Pimda Sawahlunto. Semuanya akan mengikuti ujian hingga selesai. Mereka akan naik tingkat dari Siswa Dasar ke tingkatan Siswa Satu," demikian sambung Dedi yang kini menyandang gelar Pendekar Madya di perguruan Pencak Silat berseragam merah-merah itu.

Sementara itu, Pendekar Muda Zainal Bahri ketua Pimda TSPM Kota Solok yang ikut mendampingi proses UKTS menyampaikan, Tapak Suci saat ini tengah mengupayakan peningkatan jumlah siswa. Dengan banyaknya siswa, tentunya usaha pelestarian beladiri pencak silat sebagai budaya asli bangsa akan lebih mudah dilakukan.

Selaras dengan itu Pendekar Muda Rizaldy yang juga turut hadir. Ia mengatakan bahwa saat ini, upaya penting tersebut perlu terus dilakukan. Saat ini, pencak silat tengah memasuki masa pergeseran.

“Banyak orang yang menganggap silat dan pencak silat sudah tidak penting lagi. Padahal, dengan mengikuti pembelajaran pencak silat, tidak semata memperoleh keterampilan olah tubuh, namun sekaligus pembinaan kepribadian, membangun karakter positif generasi,” ujarnya.

UKTS yang juga dihadiri oleh Nova Indra, pimpinan Pusat Pengkajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (P3SDM) Melati itu, terasa begitu sakral. Pembinaan karakter siswa TSPM yang menjadi acuan penting organisasi beladiri tersebut dirasakan sangat kental.

Hal itu dirasakan dari cara dan teknik pembinaan siswa pencak silat yang dilakukan dengan teknik pembinaan mental yang sesuai dengan keyakinan dan ajaran Islam. (d’)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment