Anomali Perpustakaan Malang, Pustaka Jalanan Peduli Literasi

By Redaksi 23 Des 2018, 08:39:57 WIB Liputan Khusus
Anomali Perpustakaan Malang, Pustaka Jalanan Peduli Literasi

WPdotCOM -- “Perpustakaan ini adalah perpustakaan bebas. Biasanya kalau di sini kebanyakan buat anak-anak, kami juga menyediakan gambar buat diwarnai.”

Demikian ungkap aktivis Komunitas Mmere Dane, Arya, saat ditemui media ini di Taman Singha Merjosari, Kota Malang. Sebagai seorang mahasiswa sekaligus salah satu anggota dari komunitas tersebut, mereka sengaja menggiatkan perpustakaan bebas berjalan.

Pustaka berjalan dengan nama Anomali Perpustakaan Malang ini, merupakan bagian dari kegiatan komunitas yang dalam bahasa Sanskerta berarti ‘perubahan’ itu.

Anomali Perpustakaan Malang merupakan anak dari komunitas Mmere Dane yang didirikan pada tanggal 27 November 2017 silam,” imbuh Arya.

Menurutnya, kegiatan ini biasanya bergerak di jalanan luar. Namun yang paling sering adalah kegiatan Taman Terbuka Baca di Taman Singha. Tujuan utama komunitas Mmere Dane adalah  meningkatkan minat baca yang masih sangat rendah.

Memang, menurut Unesco 1000:1 di negeri ini,” jelasnya.

Tidak hanya itu saja, komunitas ini juga melaksanakan gerakan Food Not Bombs, yang menyasar orang-orang yang tidur di jalanan. Gerakan ini merupakan bagian kegiatan dengan membagikan makanan secara gratis kepada mereka yang tidak mampu membeli makanan. “Biasanya diselenggarakan di daerah sekitar Trend, Sarinah, dan sekitarnya,” ujar Arya lagi.

“Kalau sosialisasi soal kegiatan maupun literasi kami, ya baru dilaksanakan sekali di daerah Malang Selatan. Tepatnya di SMP Mulyosari, Dampit, Kabupaten Malang,tuturnya.

Namun, lanjut Arya, kegiatan ini tetap disosialisasikan secara santai dengan kawan-kawan mahasiswa seperkopian. Ini juga cikal bakal dari terbentuknya Mmere Dane sendiri.

Untuk kedepannya, akan dibangun Rumah Baca di daerah Kawi, Kabupaten Malang. Namun masih mangkrak hingga saat ini, dikarenakan kesibukan pribadi dan kuliah. “Tapi kami ndak menyerah sih, tetep usaha aja buat membangun Rumah Baca di Daerah Bandulan,pungkas Arya sambil membacakan puisi miliknya untuk menyampaikan kritiknya terhadap sosial yang kurang literasi.

Reporter: dya

Editor: d’Nouvelle




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment