Atasi Kekurangan Dosen, Kemristekdikti Luncurkan Program Beasiswa

By Redaksi 05 Jun 2017, 19:58:05 WIB Nasional
Atasi Kekurangan Dosen, Kemristekdikti  Luncurkan Program Beasiswa

Keterangan Gambar : Menristekdikti Mohammad Nasir (Sumber: Situs Kemristekdikti)


Jakarta, WPdotCOM -- Dirjen Sumber Daya Iptek Kemristekdikti Ali Ghufron Mukti dalam paparannya menjelaskan, kondisi perguruan tinggi Indonesia saat ini tengah mengalami kekurangan dosen.

Hal itu disampaikan Ali Ghufron dalam Peluncuran Beasiswa Ristekdikti di Kemristekdikti, Senayan, Jakarta, Senin (5/6).

“Kualitas perguruan tinggi tergantung pada komponen civitas akademiknya. Kualitas dosen yang mengajar menjadi ukuran bagus atau tidaknya kualitas peguruan tinggi tersebut,” papar Ali Ghufron.

Menurutnya lagi, saat ini secara keseluruhan, Indonesia memiliki 5389 profesor. Jumlah tersebut sudah merupakan hasil terobosan pemerintah dalam mempermudah dan mempercepat birokrasi administrasinya.

“Seharusnya saat ini kita memiliki 22ribu guru besar untuk seluruh perguruan tinggi yang ada. Jumlah tersebut setara dengan program studi yang diajarkan secara menyeluruh sebanyak 23ribu,” jelasnya lagi.

Sementara itu, masih menurut Ali Ghufron, tercatat saat ini jumlah dosen yang aktif mengajar sebanyak 34.933 orang yang berlatar belakang pendidikan Strata 1. Padahal menurutnya, setidaknya yang mengajar mahasiswa S1, D3 dan D4, minimal berpendidikan Strata 2. Ketentuan itu dituangkan dalam Undang-undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.

“Sedangkan untuk dosen jenjang S3, tercatat sebanyak 25.394 orang, seharusnya ada 30 ribu,” imbuhnya.

Kini, di tengah perguliran zaman, setiap tahunnya ada sekitar 2000 orang dosen yang memasuki masa pensiun. Hal itu akan mengurangi jumlah dosen yang ada saat ini, sementara formasi baru untuk penerimaan dosen tidak ada dalam kurun waktu tiga tahun belakanga.

Untuk mengatasi hal tersebut menurut Ghufron lagi, pihak Kemristekdikti berkomitmen untuk meningkatkan jumlah dosen. Untuk itulah kiranya dilakukan program melalui skema beasiswa pascasarjana S2 dan S3. Melalui program

Pun di perguruan tinggi swasta, Ghufron megatakan, banyak perguruan tinggi yang menjadi binaan karena rasio dosen dan mahasiswa tidak ideal. Permasalahan itu teratasi dengan terobosan Nomor Induk Dosen Khusus (NIDK). Beasiswa Pendidikan Pascasarjana Dalam Negeri (BPP-DN), Beasiswa Afirmasi untuk Perguruan Tinggi Negeri Baru (PTNB), dan Beasiswa Program Pendidikan Magister menuju Doktor untuk Sarjana Unggul (PMDSU), diharapkan akan terpenuhi julah ideal tenaga pengajar di perguruan tinggi.

Dalam keterangannya,  BPP-DN disediakan bagi dosen tetap yang bertugas pada perguruan tinggi di bawah binaan Kemristekdikti. Pemerintah menyediakan 1.000 kuota untuk BPP-DN. Beasiswa ini diperuntukkan bagi dosen yang memiliki NIDN dan NIDK untuk melanjutkan jenjang S3 selama tiga tahun. Pendaftaran mulai dibuka pada 5 hingga 30 Juni 2017.

Untuk beasiswa Afirmasi, ditujukan bagi dosen tetap Perguruan Tinggi Negeri Baru (PTNB) yang telah memiliki NIDN atau NUPN, dan dosen yang memiliki NIDN di lingkungan Kemristekdikti. Beasiswa ini untuk jenjang S2 dengan durasi selama empat semester atau dua tahun. Pemerintah menyediakan 150 kuota yang juga dibuka mulai 5 hingga 30 Juni 2017.

Selain itu, pemerintah juga menyediakan beasiswa dosen ke luar negeri, yakni melalui skema Dikti Funded Fulbright ke Amerika Serikat (AS) untuk 50 penerima, OeAD Austria untuk 10 penerima, dan Newton Fund Inggris untuk delapan penerima. (*)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment