Berawal dari Informasi Guru yang Galak, Akhirnya Kuikuti Workshop Menulis

By Redaksi 29 Jan 2018, 11:50:19 WIB Sekolah Indonesia Menulis
Berawal dari Informasi Guru yang Galak, Akhirnya Kuikuti Workshop Menulis

WPDOTCOM -- Hari Minggu tanggal 28 Januari 2018, telah diadakan Workshop Menulis Buku dan Jurnal di Toko Togamas Dieng.

Berawal dari membantu guru saya yang bernama Santy Fidrianna untuk menyebarkan brosur kegiatan tersebut, dan setelah terkena rayuannya, akhirnya turut mengikuti workshop ini. Awalnya ada rasa ragu. Karena memang sangat tidak paham dengan workshop ini, namun ada yang meyakinkan bahwa workshop ini sangatlah penting untuk menunjang profesi yang saya jalani saat ini.

Setelah datang untuk mengikuti workshop, meskipun terlambat yang tidak sedikit yaitu 1 jam dari jadwal berlangsung, penulis mendengarkan dengan cermat apa maksud dari pelaksanaan workshop ini. Apakah tujuan sebenarnya dari workshop menulis buku dan jurnal yang kami ikuti hari ini bersama peserta lain. Beberapa jam sudah berlangsung, sedikit demi sedikit mulai memahami apa yang akan diperoleh dari mengikuti workshop menulis buku dan jurnal yang diadakan di Toko Buku Togamas Dieng itu.

Pembicaranya ketika itu Nova Indra. Narasumber yang sedikit konyol tapi menyenangkan saat menjelaskan, dan Santy Fidrianna yang cantik tapi sedikit galak, telah menjelaskan bagaimana cara menulis yang baik. Apa yang harus kita tulis, dan bagaimana cara kita mulai menulis. Dengan kesabaran dan diselingi dengan gurauan, mereka menjelaskan secara perlahan sampai akhirnya kita mengerti dan memahami pentingnya menulis.

Kata narasumber itu, ”untuk menghasilkan buku, artikel, dan karya ilmiah lainnya kita harus berani malu”. Malu di sini dapat diartikan sebagai berani menceritakan apapun yang terjadi dalam tulisan. Apa saja yang dialami, dapat kita tuangkan ke dalam tulisan dalam bentuk apapun, baik dalam bentuk artikel, ataupun dapat menuangkan di blog.

Menceritakan sesuatu yang dialami selama ini, sudah dapat dikatakan seperti menulis artikel, berbicara di depan orang banyak, atau bercerita dengan sahabat tentang pengalaman kita, semua itu dapat dikatakan dengan artikel. Hanya saja modelnya yang berbeda. Sedangkan karya ilmiah mempunyai tatanan atau aturan yang berbeda untuk menulisnya. Tidak hanya mempunyai aturan penulisan, tetapi juga harus ada referensi yang resmi untuk menulis karya ilmiah. Sehingga apa yang ditulis, dapat dijadikan referensi lanjutan oleh orang lain. Dan semua itu dapat dikembangkan menjadi karya ilmiah yang bermanfaat bagi sesama.

Dengan selesainya workshop ini, diharapkan semua memperoleh motivasi untuk menggerakkan jari-jarinya untuk membuat sebuah karya, ataupun banyak karya yang bermanfaat. Dalam bentuk apapun itu, misalkan novel, cerita nyata, artikel, penanganan siswa di kelas, pengalaman seorang guru, ataupun kegiatan lainnya.

Mulai sekarang harus berani malu untuk menuangkan pikirannya dengan bentuk tulisan. Karena dengan menulis dapat mengurangi stress yang dialami. Jangan melampiaskan kegalauan dengan mencari hal buruk, lampiaskanlah dengan hal yang baik seperti halnya menulis.

Penulis: Oktarica Pratiwi S (Guru SMK Negeri 5 Kota Malang)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment