Dari Sumenep Ke Malang, Timba Keterampilan Menulis

By Redaksi 02 Okt 2017, 13:55:34 WIB Suara Guru
Dari Sumenep Ke Malang, Timba Keterampilan Menulis

Keterangan Gambar : Ilustrasi (Sumber Google)


WPdotCOM -- Menimba pengetahuan tidaklah cukup hanya di satu tempat saja. Sebagai pendidik yg memiliki beban pengembangan diri, tentunya memilih untuk terus mencari pengetahuan baru adalah sesuatu yang penting.

Hari ini, saya berangkat ke Kota Malang. Pada rencana yang telah tersusun sejak dua pekan lalu, saya akan mengikuti workshop kepenulisan karya tulis ilmiah guru di kota itu. Jumat siang, persiapan untuk menuju Kota Malang telah selesai dan saya siap untuk berangkat.

Sesuai jam keberangkatan, bus yang akan membawa saya ke Malang dijadwalkan bertolak siang ini. Bus Marem, mobil travel berukuran kecil adalah pilihan setiap warga Sumenep menuju Malang.

Agak lama juga saya menunggu bus mini tersebut. Semula, kata sopir Marem, mobil akan berangkat jam 12.30  WIB. Oleh karena itu, sehabis shalat Jumat saya segera pulang untuk mempersiapkan sesuatunya. Setelah saya tunggu sampai dengan jam yang telah dijanjikan, ternyata sopir itu menelpon saya, mobil yang dikendarainya itu masih ada di jalan karena macet. Di Sampang ada pengecoran jembatan. Saya menungggu hingga jam 3 sore. Saya agak kesal karena perjalanan ke Malang itu akan sampai tengah malam.

Tepat jam 15.00 WIB, bus mini telah datang. Si sopir membunyikan klakson. Tet ,teet. Begitu mobil itu datang, saya pamit pada istri saya. Kemudian saya segera membawa tas dan naik ke mobil. Sopir memarani penumpang lain yang akan ikut mobil tersebut.. Setelah berputar-putar dan semua penumpang naik ke bus mini tersebut, maka mobil itu melaju dengan kecepatan cukup tinggi sekitar angka 70 sampai 80 kilometer per jam.

Di perjalanan saya tidak bisa tidur, karena kepala agak pusing. Entah kenapa, mungkin karena cuaca yang kurang bersahabat. Panas sekali. Ditambah lagi, di beberapa tempat, bus mini tersebut berhenti karena macet. Ada rehab jembatan.

Kira-kira pukul 18.00 WIB, sampailah bus di Bangkalan, dekat jembatan Suramadu. Mobil tersebut berhenti karena menunggu bus mini Marem lain yang akan mengangkut penumpang ke Kamal. Agak lama juga saya menunggu, kira-kira 20 menit.

Tak lama kemudian, bus mini Marem yang ditunggu-tunggu pun datang. Bus tersebut juga memuat penumpang yang akan bepergian ke Malang. Penumpang bus mini Marem yang berangkat dari Sumenep yang akan bepergian ke Kamal, pindah ke bus mini Marem  ke dua. Di tempat itulah semua penumpang diberi air kemasan. Sedangkan penumpang di dalam bus mini pertama yang akan bepergian ke malang, pindah ke bus mini pertama.

Selama di perjalanan, saya berkomunikasi beberapa kali dengan pak Nova lewat WA. Saya khawatir kesasar karena saya tidak begitu paham daerah Malang. Selain itu saya juga sering komunikasi dengan pak Krisna. Beliau adalah teman Bu Dwi Guru SDN Bandungrejosari 2 yang akan mengantarkan saya ke tempat penginapan.

Akhirnya sekitar jam 01.00 dini hari, saya sampai di tempat penginapan itu. Saya bersyukur kepada Allah Yang MKuasa karaena telah sampai di tempat yang dituju.

Penulis: Ibrahim, S.Pd (Guru SD Negeri Karduluk IV Kec. Pragaan Sumenep)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment