Di Hari Buku Nasional, Presiden Bacakan Dongeng dan Ajak Anak Gemar Membaca

By Redaksi 20 Mei 2017, 19:40:56 WIB Nasional
Di Hari Buku Nasional, Presiden Bacakan Dongeng dan Ajak Anak Gemar Membaca

Keterangan Gambar : Di Hari Buku Nasional, Presiden Bacakan Dongeng dan Ajak Anak Gemar Membaca (Dok. Kemdikbud)


Jakarta, WPdotCOM -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) membacakan dongeng untuk 500 siswa Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di halaman Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu sore (17-5-2017). Presiden mengajak anak Indonesia gemar membaca, baik buku pelajaran maupun buku cerita atau dongeng.

"Nilai-nilai moral, etika, kesantunan, kejujuran, keberanian, itu ada di anak-anak kita karena cerita-cerita yang baik tadi," kata Presiden.

Sore ini, Presiden Mantan Walikota Solo itu membacakan sebuah dongeng berjudul Lutung Kasarung dari tanah Sunda. Menutup dongengnya, Presiden berpesan agar anak-anak rajin belajar dan bekerja keras untuk mewujudkan cita-cita.

"Belajar yang giat, membaca dongeng boleh dan terutama membaca buku pelajaran anak-anak,” pesan Presiden.

Mengingat banyaknya cerita Nusantara yang tersebar di setiap daerah di Tanah Air, Presiden pun memerintahkan Mendikbud untuk menyebarkan cerita-certa Nusantara ke seluruh Indonesia, dan dapat dikenalkan kepada anak-anak sejak dini.

"Masih banyak lagi yang perlu dikenalkan kepada anak-anak sehingga minat baca anak ini menjadi lebih baik lagi," ujar Presiden.

Sesuai dengan janjinya kepada seluruh pegiat literasi, Presiden menyampaikan, pemerintah akan menggratiskan ongkos pengiriman buku ke pelosok tanah air. Ditambahkannya, kesempatan tersebut berlaku satu hari di setiap bulan melalui jasa PT. Pos Indonesia.

“Yang bulan ini tanggal 20, dan setiap bulannya tanggal 17. Jangan kebalik, jadi yang bulan ini tanggal 20 karena itu adalah Hari Kebangkitan Nasional, dan setiap bulannya tanggal 17,” jelas Presiden kepada awak media.

Hal tersebut diharapkan dapat memperkuat minat baca anak-anak, khususnya yang berada di pelosok tanah air, karena buku sampai ke daerah itu bisa menjadi lebih murah.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) yang ditemui usai acara menyampaikan bahwa saat ini banyak pegiat literasi seringkali menghadapi kesulitan dana dalam pengiriman buku. Kebijakan menggratiskan pengiriman buku satu hari di setiap bulan disambut positif. "Komunitas pegiat literasi kan biasanya saling tukar buku agar koleksinya up to date. Selama ini beban biaya pengiriman buku ini mahal," ujarnya.

Dilanjutkannya, Pusat Kurikulum Perbukuan (Puskurbuk) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah menyeleksi 170 judul buku cerita anak nusantara yang siap diproduksi dan distribusikan ke seluruh Indonesia sesuai arahan Presiden. "Minimum untuk setiap satu titik akan ada sepuluh ribu buku," ujar Menteri Muhadjir.

Acara sore ini diselenggarakan dalam rangka Hari Buku Nasional yang diperingati setiap tanggal 17 Mei. Presiden didampingi Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani, Mendikbud Muhadjir Effendy, dan Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki. Nampak hadir Duta Baca Indonesia Najwa Shihab selaku pemandu acara. (*)

Sumber: kemdikbud.go.id




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment