Dunia Menulis, Antara Hobi dan Pengetahuan

By Redaksi 09 Agu 2017, 11:29:17 WIB Sekolah Indonesia Menulis
Dunia Menulis, Antara Hobi dan Pengetahuan

WPdotCOM -- Bagi sebagian orang, menulis bukanlah hal penting yang mesti dipikirkan dan didalami. Tapi tidak demikian adanya bagi kemajuan zaman yang semakin berkembang. Menulis, bahkan menjadi salah satu bentuk profesi yang kian diminati oleh sebagian individu.

Untuk menulis, sebagaimana berkomunikasi dengan lisan yang hampir setiap saat kita lakukan, ternyata tidaklah sesulit apa yang digambarkan oleh orang-orang, yang pada saat tertentu menemui jalan buntu untuk mengejawantahkannya. Namun bukan pula semudah ketika berucap dengan menggunakan piranti pita suara, lidah dan rongga mulut. Menulis, adalah keterampilan, menulis merupakan sebuah ilmu pengetahuan yang mestinya mendapat tempat khusus bagi setiap pribadi. Untuk mempelajarinya, mendalami dan menguasai keilmuan menulis.

Setiap pribadi, apapun bentuk profesi yang dijalaninya dalam keseharian, ternyata membutuhkan kepiawaian menulis. Hal ini tanpa disadari berlalu begitu saja. Kadang-kadang tanpa disadari pula, begitu banyak jumlah aksara yang berceceran sepanjang hari yang telah dituliskan seseorang.

Berkembangnya keterampilan penggunaan internet, dunia maya yang mampu menghubungkan setiap orang di belahan dunia manapun di waktu bersamaan, ternyata memiliki andil yang begitu dahsyat bagi dunia menulis. Media-media sosial yang membuat setiap pribadi ketagihan karena begitu mudahnya berkomunikasi dengan orang lain yang berbeda tempat dan jarak, mampu menjadikan setiap pribadi menuliskan berpuluh bahkan beratus kata setiap hari.

Hal itu dirasakan sangat menguntungkan dunia menulis yang kini berkembang pesat. Munculnya kelompok dan grup maya tentang kepenulisan sastera, seperti puisi, cerpen dan jenis tulisan lainnya, membantu setiap orang untuk terus mengasah kepiawaiannya dalam menulis.

Namun disengaja atau tidak, keterampilan menulis seringkali mengabaikan aturan-aturan terkait tata bahasa dan kaidah gramatikal yang sebenarnya. Seseorang yang menulis dengan kepiawaian otodidak, lebih sering mengedepankan intuisi dalam menulis. Padahal sangat banyak keilmuan yang mestinya didalami untuk menghasilkan sebuah tulisan. Untuk dianggap sebagai sebuah karya tulis yang baik dan benar, kaidah gramatikal dan kaidah penggunaan bahasa, sebenarnya telah dibagi sedemikian rupa dan disesuaikan dengan kebutuhan bidang dan jenis karya tulis.

Sebagai contoh, keterampilan penggunaan kaidah gramatikal dalam sastera puisi, yang jauh berbeda dengan kaidah jenis tulisan lainnya, sering dikesampingkan. Banyak orang yang lebih percaya bahwa penulisan puisi yang baik, harus memperhatikan tipografi, bentuk dan susunan larik yang indah dipandang mata. Padahal sebenarnya, tipografi bukanlah sesuatu yang menempati urutan utama di sisi penting atau tidaknya. Ada kaidah tata bahasa yang secara khusus dinisbahkan ke dalam pengetahuan penulisan sastera puisi, seperti apa yang disebut dengan Licentia Poetica. Sebuah istilah yang dikenal dalam sastera puisi yang membenarkan para penulis untuk melupakan kaidah tata bahasa resmi. Begitu pula dengan pengetahuan tentang diksi, penempatan kata yang tepat dan sesuai makna.

Begitu banyaknya aturan yang seharusnya diperhatikan dalam keterampilan menulis, bukan ditujukan untuk menghalangi lahirnya karya-karya besar di zaman baru ini. Semua itu ditujukan untuk sebuah harga yang pantas dan semakin tinggi bagi penikmat bahasa tulis itu sendiri.

Dilihat dari berkembangnya dunia kepenulisan, yang tumbuh seiring makin maraknya penggunaan perangkat multimedia yang di masyarakat, diharapkan adanya pihak-pihak di luar pemerintah yang secara tekun dan berkesinambungan untuk mewadahi.

Banyak kasus yang terjadi hanya karena salah tulis, atau menuliskan sebuah kebenaran di ruang publik tanpa pengetahuan aturan bernegara. Hal itu juga akan turut merusak citra dunia kepenulisan dan kedamaian masyarakat, bila tidak dibarengi dengan sosialisasi yang tepat baik benar. Dengan demikian, kebiasaan menulis dalam bentuk dan jenis apapun, perlu dan sangat penting diayomi dan dilindungi secara benar.

Penulis: Nova Indra (pimpinan P3SDM Melati)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment