Generasi Muda Melayu; Lurusnya Tahan Dibidik, Sepadan Laku dan Perbuatannya

By Redaksi 08 Apr 2018, 10:25:36 WIB Budaya Nusantara
Generasi Muda Melayu; Lurusnya Tahan Dibidik, Sepadan Laku dan Perbuatannya

WPdotCOM -- Menjalani hidup, yang penuh tantangan dan godaan, ternyata tidaklah menjadikan bagi generasi Melayu lupa asal usulnya dan kemana tujuan hidupnya.

Memaknai hidup, bagi generasi Melayu tidaklah serupa dengan memaknai betapa pentingnya kehidupan kedua setelah mengarungi bahtera dunia. Hal itu tercermin dalam adagium tahu asal berkejadian, tahu hidup akan berkesudahan.

Bagi anak-anak Melayu yang ditempa sedari kanak-kanak, hidup di dunia hanyalah sebuah persinggahan sementara, sekejap mata. Karena setelahnya ada kehidupan lain yang berkekalan tanpa kesudahan yang diharapkannya dapat diarungi dengan kasih sayang Sang Maha Pencipta. Karena itu pula, bagi generasi Melayu, pemahaman keyakinan dan agama Islam sebagai pegangan hidupnya menjadi sandaran satu-satunya dalam melangkah.

Generasi muda Melayu adalah pribadi yang lurus, generasi yang tidak terombang-ambing oleh derasnya arus kehidupan.

lurus bagai benang arang

lurusnya tahan dibidik

Begitu ungkapan penting yang didalami sebagai sebuah pedoman bagi perjalanan generasi muda Melayu selama napas dikandung badan. Dengan begitu, setiap figur generasi muda dalam adat Melayu, tidak pernah semena-mena mencermati sikap dan langkahnya. Mereka bukanlah pribadi yang dapat ditawar dengan keindahan duniawi. Karena pemahaman dan keteguhan hati, adalah harga mati.

sepadan takah dengan tokohnya

sepadan lenggang dengan langkahnya

sepadan ilmu dengan amalnya

Generasi muda Melayu bukanlah pribadi yang menyombongkan diri. Bukan pribadi yang hanya pandai bicara tapi kosong isi. Mereka adalah generasi yang dituntun untuk menyelaraskan setiap laku tirakatnya dengan ilmu pengetahuan yang dimiliki.

Oleh sebab itu, generasi muda Melayu selalu haus ilmu, kemanapun ia melangkah, maka pengetahuan yang mereka cari lebih dulu. Tidak sembarang bersikap dan bertindak, seluruhnya disesuaikan dengan kadar pengetahuan yang selama ini mereka dalami.

Generasi muda Melayu adalah generasi muda yang tidak hanya ‘cantik di  jalan.’ Yang hanya disukai secara fisik, namun ketika didekati akan ketahuan belangnya. Mereka adalah sosok yang sama luar dalam. Bila di wajahnya tersungging senyuman, maka hatinya juga ikut tersenyum. Bila di wajahnya ada amarah, maka dipastikan dalam dirinya juga berkobar api yang sama. Bukan malah menjadi orang munafik, lain di mulut lain di hati.

Bila melihat anak Melayu menari. Kelembutan terlihat seperti keindahan yang pantas dinikmati. Karena mereka menari dengan hati. Namun bila melihat mereka bersilat, hilanglah sudah kelembutan yang mereka peragakan seperti saat menari. Walau dengan gerakan hampir sama, ketahuilah sedang tersimpan energi yang siap meluapkan segala bentuk ketidaksukaannya pada keangkaraan yang ada di depan mata.

Begitulah dalam keseharian generasi muda Melayu. Mengenalnya lebih dekat dengan niat tulus membangun silaturrahim sesama makhluk Allah, akan membuktikan bahwa mereka pantas dijadikan sahabat dan saudara.

Mereka pantas diteladani. Karena sepadan bicara dengan perangainya, sepadan laku dan perbuatannya. Keikhlasan bagi generasi Melayu dijunjung tinggi, setinggi mereka menempatkan keakuan yang dilandasi keimanan pada Ilahi, dengan imannya yang kokoh dan agamanya yang berteguhan.

Penulis: Nova Indra Tuanku Mudo (Pimpinan lembaga Pusat Pengkajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia – P3SDM – Melati)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment