Hidup itu Penuh Warna, Dokumentasikan Melalui Karya Tulis

By Redaksi 21 Jul 2018, 08:13:27 WIB Sekolah Indonesia Menulis
Hidup itu Penuh Warna, Dokumentasikan Melalui Karya Tulis

WPdotCOM -- Dewasa ini, hobi menulis semakin berkembang dengan munculnya forum-forum hingga komunitas penulis yang ada di Indonesia.

Mengikuti tren itu, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan berdasarkan Permendikbud Nomor 23 Tahun 2015 pun mempunyai program unggulan meningkatkan kegiatan literasi ini bernama “Gerakan Literasi Bangsa (GLB)”.

Sebelum membahas rahasia menulis, maka tidak kalah penting, yaitu membuka wawasan tentang pentingnya menulis. Pramoedya Ananta Toer mengatakan, “Orang boleh pandai setinggi langit. Tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang dari masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian.”

Dari Imam Al-Ghazali, “Jika engkau bukan anak raja, bukan pula anak ulama’, maka jadilah penulis.” Dan dari Ali bin Abi Thalib, “Ilmu laksana hewan liar, maka ikatlah ilmu dengan cara menulisakannya.”

Setiap penulis pasti mempunyai prinsip dan motivasi yang mendasarinya. Niat sudah dikantongi dengan baik. Namun, kadang masih enggan untuk menulis. Karena ada alasan yang notabene klasik, yakni ‘nggak pede, ngak sempet,’ bingung memulai, ‘nggak ada ide, nggak bakat, nggak menjanjikan’ dan lain sebagainya.

Semua bisa teratasi asalkan mau mengubah alasan-alasan tersebut dengan tiga tahap menulis, yakni persiapan sebelum menulis, berupa mencari ide, gagasan, alur dan lain sebagainya. Semua orang pasti mempunyai ide, selama ia masih bisa berpikir, ide akan tetap mengalir deras.

Tahap kedua adalah tahap menuangkannya ke dalam bentuk tulisan. Bagi yang merasa nggak pede, nggak sempet, bingung memulai, nggak bakat dan nggak menjanjikan, ayo dicoba dulu. Gunakan saja rumus ‘labrak sana-sini.’ Yang dimaksudkan adalah keberanian dalam menulis, apa pun yang ada di benak, tuangkan saja ke dalam tulisan.

Tahap terakhir yaitu penyuntingan. Tahap pemeriksaaan tulisan agar sesuai dengan kaidah yang berlaku, tidak mengandung unsur menyimpang dan melanggar hukum, serta tidak menyinggung pihak lain yang dapat menimbulkan polemik di kemudian hari.

Selain itu, agar tetap produktif dalam menulis, gunakan selalu cara-cara, 1) bukan lagi memperkarakan fasilitas, 2) saat ada ide, segera tulis, 3) siapkan gadget yang mendukung aplikasi pengetikan dan penyimpanan memadai, 4) konsistensi, 5) melakukannya dengan membangun kebiasaan. Jika menulis belum menjadi habit, maka harus dipaksa untuk menjadi rutinitas, sehingga bila tidak melakukannya akan terasa ada yang kurang, 6) peka terhadap permasalahan lingkungan, dan 7) perbanyak kosa kata dengan membaca dan berdiskusi, karena pada dasarnya good writer is good reader.

Narasi: Santy Fidrianna (disadur dari laman qureta.com)

Quote: Nova Indra

Gambar: Google Image

Desain: Santy Fidrianna




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment