Indahnya Mengajar Fisika; Guru Harus Lebih Kreatif

By Redaksi 31 Mei 2019, 09:36:00 WIB Artikel Ilmiah
Indahnya Mengajar Fisika; Guru Harus Lebih Kreatif

Keterangan Gambar : Ilustrasi (Google Image)


WPdotCOM -- Mengajari siswa dengan mata pelajaran fisika,t erasa ada kepuasan tersendiri bagi penulis. Apalagi kalau mereka antusias dan bisa paham dalam apa yang disampaikan.

Sebenarnya menjadi guru Fisika itu bukan cita cita. Bukan pilihan penulis. Tetapi takdir yang menggiring untuk harus menjadi seorang guru yang  mengajar pelajaran Fisika. Namun, seiring waktu lambat-laun penulis mulai menikmati lika-liku dan seluk beluk mengajar mata pelajaran Fisika.

Untuk mata pelajaran ini, seringkali ditemui siswa menghindar dan selalu menolak. Mungkin karena dinilai sebagai salah satu mata pelajaran rumit. Sehingga dalam pemberian bimbingan dan pengajaran, mereka selalu merasa terpaksa dan tertekan. Apalagi kalau waktunya pemberian materi yang penuh dengan rumus-rumus yang perlu konsentrasi dan pemahaman yang serius. Pembawaan anak cenderung mau lari saja. Sehingga penulis sebagai guru selalu kewalahan dalam  menyakinkan dan selalu memberikan  motivasi agar anak bisa  tenang, senang dalam  belajar Fisika itu terlebih dulu.

Seandainya  mereka sudah tahu dan sudah paham, sebenarnya belajar Fisika itu juga mengasyikkan. Juga ada kepuasannya tersendiri seperti saat memainkan permainan yang biasa mereka lakukan, yang dikombinasikan ke dalam mata pelajaran ini. Mereka pasti  akan mendekatinya.

Penulis selalu berusaha sampai sekarang untuk menyakinkan mereka, agar bisa menyenangi pelajaran Fisika seperti pelajaran yang lain.

Saat menyampaikan materi, penulis berpegang pada prinsip,santai tapi juga serius”. Berusaha untuk ramah dengan mereka agar Fisika tidak berkesan menyeramkan karena materinya sudah seram .  Begitu piker penulis.

Dalam menyampaikan materi, agar pelajaran Fisika tidak berkesan seperti hantu,penulis berupaya mengajak anak dalam suasana enjoy dalam kelas. Namun tentunya tidak melupakan konsep konsep mengajar.

Terkadang ada rasa lelah menghantui, apabila siswamendapatkan nilai jelek. Lalu harus bagaimana lagi? Jalan apa lagi yang harus ditempuh? Itu pikiran yang terlintas di benak. Sedangkan usaha sudah maksimal. Mungkin untuk mengajari mereka, penulis memilih membebaskan mereka untuk bertanya, berdiskusi dan juga konsultasi dalam pembahasan soal soal. Tapi penulis menyadari, daya serap siswa tidak sama satu sama lain.  Tapi mereka tetap istimewa bagi saya.

Adakalanya  rasa senang dan bahagianya menyelimuti hati, tatkala ada anak yang mau memperhatikan dan mulai menyenangi Fisika. Walaupun dalam batas jumlah sangat kecil. Mereka memperhatikan langkah-langkah yang penulis ajarkan. Bahkan mengikuti apa yang diperintahkan. Setiap ada pekerjaan rumah yang diberikan, mereka selalu mengerjakan dengan baik. Penulis merasa senang dan dekat dengan mereka, bahkan anak-anak itu sudah seperti anak sendiri.

Hati ini akan merasa senang  dan bahagia di kala ada anak didik bisa mengerti dan paham atas materi yang diberikan. Bahkan ada pada saatnya sampai mendapatkan juara dalam lomba. Contohnya lomba  Olimpiade Sain Fisika Tingkat Kabupaten, bahkan masuk sampai Olimpiade tingkat Jawa Timur.

Hari demi hari mereka penulis berikan bimbingan materi dan  strategi-strategi dalam belajar, juga menguatkan mentalnya agar tidak berkecil hati. Penulis senang dan bangga tatkala mereka memperhatikan dan menjalankan apa yang diberikan.

Kesimpulannya, kalau mengajar didasari rasa senang, ikhlas dan penuh rasa tanggung jawab dalam pekerjaan, serta  diiringi dengan rasa syukur yang tinggi, pasti  akan mendapatkan apa yang diinginkan. Anda juga bisa lihat dan rasakan, itu semua terasa selalu indah dan menyenangkan.

Penulis: Lotty Sri Peni, S.Pd. (Guru SMAN 1 Wungu Kab. Madiun)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment