Inspirasi Menulis dari Seorang Ibu

By Redaksi 30 Jan 2018, 09:22:44 WIB Sekolah Indonesia Menulis
Inspirasi Menulis dari Seorang Ibu

WPdotCOM -- Hari Minggu, 28 Januari 2018 merupakan awal dari suatu perjuangan untuk mengabadikan sebuah ide  dalam bentuk karya tulis.

Menjadi seorang penulis buku yang terdaftar resmi, merupakan cita-cita mulai dari kecil yang belum terlaksana. Hanya coretan-coretan tidak bermakna saja yang dihasilkan. Keinginan menulis terinspirasi dari sosok ibu yang senang menuangkan isi hatinya berupa puisi dalam  lembaran-lembaran kertas, baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Jawa. Cerita  dari Ibu, ia jago menulis dan membaca puisi saat di SMP dahulu. Walaupun ia hanya lulusan SMP, namun punya kemampuan merangkai kata-kata sangat indah dan mendalam maknanya.

Ibu pernah mengungkapkan bahwa kemampuan menulis puisi, pada awalnya merupakan pelampiasan emosional kejadian pada saat kecil. Itupun atas saran seorang tetangga yang kebetulan menjadi guru bahasa Indonesia di sekolahnya. Menurut Sang Guru,  dari pada masalah dipendam dalam dada, menyebabkan sakit hati dan sesak nafas, disimpan dalam pikiran menyebabkan sakit kepala, lebih baik diungkapkan dalam tulisan, pasti akan terasa longgar.

Sejak saat itu, ibu selalu menulis puisi atau tulisan bebas untuk mengungkapkan perasaannya sampai saat ini, meskipun usia telah menginjak 76 tahun. Ia masih produktif menulis, sungguh luar biasa. “Tulislah apa yang ingin engkau tulis, agar pemikiranmu tidak hilang ditelan angan-angan” pesan dari ibu Sang Inspirator.

Kebiasaan ibu menuangkan pikiran dalam tulisan, memberikan motivasi tersendiri bagi penulis untuk belajar menulis apa saja. Dan pada saat menjadi siswa  SMP, tulisan pertama dimuat di bulletin Pramuka. Senang bukan main saat itu mendapat reword berupa tas pinggang. Karya selanjutnya hanya curahan isi hati dalam bentuk puisi maupun cerita bebas. Dari ekstra KIR di SMA menghasilkan karya berupa ide pompa elektromagnetik, dalam  event LKIR yang diadakan oleh LIPI, dan mendapat apresiasi berupa piagam ucapan terima kasih atas keikutsertaan lomba. Uji kandungan protein pada daging keong emas, merupakan karya selanjutnya, serta karya tulis deskriptif mengangkat  produksi tempe “Nakin” menutup karya ilmiah masa SMA. Semua karya, ibulah sebagai editor ejaannya.

Pada saat di perguruan tinggi, dan sampai saat ini, kecintaan pada Fisika menjadi modal untuk membuat karya tulis guna memaknai secara fisis dari rumusan-rumusan  yang diimplementasikan dalam  kejadian sehari-hari.  Modul pembelajaran Fisika baik untuk SMP maupun SMA telah dihasilkan dengan tanpa editor, hanya untuk kalangan sendiri. 

Kendala terbesar untuk menghasilkan sebuah karya adalah “rasa malas.” Butuh motivator untuk tetap eksis.  Dateline karya harus tetap ditargetkan, dan goal-nya adalah buku, sesuai  pepatah mengatakan keinginan seorang biduan adalah masuk dapur rekaman dan mempunyai  album sendiri,  tidak hanya mendendangkan lagu orang lain, demikian juga seorang  guru akan bangga bila mempunyai buku ajar sendiri, tidak hanya selalu menggunakan buku karya  orang lain. 

Melalui pelatihan menulis dan bersama-sama dalam komunitas menulis di P3SDM Melati, diharapkan sebagai wahana latihan menulis berkualitas. “Jangan ragu menulis sesuai ide apa adanya, nanti akan ada tim editor yang akan membantu membuat tulisan berkualitas,”  pesan Santy Fidrianna selaku salah satu pemateri Workshop. Dan di forum ini juga harapannya  saling memotivasi untuk terwujudnya buku yang ber-ISBN, artinya buku yang terdaftar legalitasnya, karena menurut pemateri “Novin”  Nova Indra, buku yang belum terdaftar ibarat naik kendaraan tanpa SIM.

Penulis:  Wahyu Ari Wijaya (Guru SMKN 2 Singosari dan SMAN 3 Malang)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Write a comment

Ada 1 Komentar untuk Berita Ini

  1. admin 30 Jan 2018, 22:25:38 WIB

    good sekali... terus berkarya dan terus berprestasi......gapai terus impian....

View all comments

Write a comment