Jatuh Cinta dengan Dunia Menulis, Cinta Tanpa Syarat yang Membawa Nilai Positif

By Redaksi 08 Sep 2018, 08:34:58 WIB Sekolah Indonesia Menulis
Jatuh Cinta dengan Dunia Menulis, Cinta Tanpa Syarat yang Membawa Nilai Positif

WPdotCOM -- Mayoritas pengguna aktif internet, tidak pernah mengenyam teori jurnalistik atau mengetahui bagaimana cara menulis dengan baik.

Mereka hanya menulis begitu saja. Kemudian mulai terbiasa. Dan selanjutnya, kita semua tahu bahwa blogger-blogger tersebut terus menulis. Anda pun bisa demikian. Tiada hari tanpa menulis. Setidaknya setiap 2 atau 3 hari sekali saya pasti menyempatkan waktu di depan monitor dan mulai mengetik.

Tanpa saya sadari, tiba-tiba kegiatan menulis menjadi bagian penting dalam hidup saya. Saya adalah penulis. Dan tugas penulis adalah terus menulis. Tak peduli apakah nanti ada yang akan membacanya, atau sekadar memberi komentar terhadap karya saya. Yang jelas saya terus melakukannya.

Mungkin ini yang disebut cinta. Tentu bukan cinta yang banyak dibicarakan orang. Perasaan ini bukan cinta seperti cinta antara pria terhadap wanita atau sebaliknya. Cinta yang ini lebih rumit. Tidak bisa dijelaskan.

Mungkinkah saya jatuh cinta dengan menulis? Sehingga saya terus memikirkan ide-ide gila yang belum pernah saya pikirkan sebelumnya. Ada hasrat untuk menciptakan tulisan yang berbeda. Sesuatu yang baru. Dan saya tahu bahwa saya akan berusaha mewujudkannya dengan segenap kemampuan saya.

Jika ini yang disebut cinta terhadap dunia tulis menulis, maka itu bukanlah sesuatu buruk. Walaupun terkadang cinta ini membuat saya tidak bisa berhenti menulis, tapi sejujurnya saja, rasanya fantastis. Apalagi jika tulisan tersebut mendapat banyak komentar dan dibaca orang banyak, itu merupakan kebahagiaan tersendiri. Kalaupun tidak ada orang yang mengapresiasi tulisan saya, setidaknya tulisan-tulisan tersebut mampu membuat senyum berkembang ketika saya membaca kembali karya-karya saya.

Ternyata mencintai menulis tidak lebih sederhana dari hal semacam di atas. Tidak Ada Aturan. Penulis profesional mungkin memiliki aturan menulis setebal buku Harry Potter. Penggunaan kata harus baku, kalimat utama, kalimat penjelas, penggunaan tanda hubung yang benar, dan sebagiannya. Mereka harus mematuhi semua aturan tersebut agar mereka mendapatkan bayaran.

Tapi hal semacam itu tidak berlaku bagi saya. Saya menulis karena saya menyukainya. Sebagus apapun tulisan yang saya hasilkan, tidak akan ada orang yang membayar. Semuanya bisa diakses secara gratis.

Menulis benar-benar menjadi alat untuk mengekspresikan diri. Setidaknya saya bisa menuliskan apa yang saya rasakan, apa yang saya lakukan, dan apapun yang saya pikirkan. Dan anehnya, walaupun sebagian besar tulisan menyalahi aturan tata bahasa, setidaknya pembaca bisa memahami apa yang saya sampaikan. Itu yang terpenting.

Bukan berarti saya tidak mau belajar menulis dengan benar. Saya tetap mempelajari teori-teori menulis secara otodidak dan terus mengembangkan kemampuan menulis. Tapi saya meyakini bahwa penulis yang baik tidak benar-benar terikat dengan aturan karena semua penulis memiliki karakter yang berbeda satu sama lain.

Terkadang, ketika saya merasa mulai jatuh cinta dengan menulis, saya hanya ingin menuliskan semuanya. Menulis dengan bebas. Menulis apapun. Menulis kapan pun. Dan tentu saja, menulis tanpa aturan apapun. Bukankah cinta itu tanpa syarat?

Narasi: disadur dari berbagai sumber

Quote: Nova Indra

Desain Quote: Santy Fidrianna

Gambar: Google Image




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment