Kabupaten Bekasi Berbenah, Siapkan Program Kabupaten Layak Anak

By Redaksi 08 Mei 2017, 20:43:22 WIB Liputan Khusus
Kabupaten Bekasi Berbenah, Siapkan Program Kabupaten Layak Anak

Keterangan Gambar : Kadis P3A Kab. Bekasi Bersama Staf (Dok. Pribadi)


Reporter: Jon Irman

Editor: d’Nouvelle

Bekasi, WPdotCOM – Sebagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) baru di lingkungan Kabupaten Bekasi, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak kebut program-program unggulan.

Bertempat di De’Lagon Restaurant Lippo Cikarang Senin (8/5), konferensi pers oleh Dinas P3A digelar bersama seluruh pekerja jurnalistik yang bertugas di daerah itu.

Dalam paparan tertulisnya, Kepala Dinas P3A Sutiares Mulyawan menyampaikan beberapa program unggulan dinas yang dipimpinnya itu. Dua program unggulan dengan dua bidang pada tupoksi yang diembannya, mengarah pada peningkatan kualitas hidup perempuan dan pemenuhan kebutuhan anak. Sementara pada bidang lain, turut pula digenjot sedemikian rupa.

Menurut Sutia, program unggulan yang saat ini sedang dalam tahap perencanaan, pihaknya menginginkan Kabupaten Bekasi menjadi Kabupaten Layak Anak (KLA). Program unggulan ini berada seksi pengasuhan Alternatif, Pendidikan, Pemanfaatan Waktu Luang dan Kegiatan Budaya.

Program KLA menjadi program unggulan dinasnya selain program lain sesuai tupoksi yang ada.  Masih menurut paparan Sutia, untuk program KLA akan dilakukan selama satu tahun ke depan. Dalam rentang waktu itu, akan dilaksanakan kegiatan-kegiatan sosialisasi sekaligus perencanaan, persiapan-persiapan, pengumpulan data dan pengolahan data.

“Untuk proses KLA, kita butuhkan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) yang akan kita ajukan nanti. Rancangan peraturan ini akan kita susun dalam Ranperda Perlindungan Perempuan dan Anak,” demikian papar Sutia di hadapan seluruh awak media yang hadir.

Pada kesempatan itu, Sutia menjelaskan terkait dengan laporan tindaka kekerasan yang dialami oleh anak di daerahnya. Di triwulan pertama 2017, telah terjadi 17 kasus kekerasan yang korbannya adalah anak-anak. Pada Januari lalu, terdapat 8 kasus, diikuti 7 kasus pada Pebruari dan 2 kasus di bulan Maret.

Berikutnya, selain program unggulan di seksi itu, Sutia juga menjelaskan pada bidang pengarusutamaan gender dan pemberdayaan perempuan, pihaknya juga tengah memprogramkan kegiatan P2WKSS. “Di dalam program ini, sudah tergabung semua bidang kegiatan dari seksi lain. Dan diharapkan bisa bersinergi dengan bidang terkait dan dapat berkoordinasi dengan lintas sektor,” terangnya. (*)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment