Kemampuan Menguasai Diri, Ciptakan Masyarakat yang Damai

By Redaksi 05 Feb 2018, 19:25:17 WIB Opini
Kemampuan Menguasai Diri, Ciptakan Masyarakat yang Damai

WPdotCOM -- Dewasa ini banyak terjadi pertengkaran atau keributan di berbagai tempat. Dari lingkungan rumah, masyarakat atau di tempat umum dan di sekolah. Bahkan, tanpa bertatap muka pun pertengkaran bisa terjadi.

Sesama anggota keluarga saja, kadang hal kecil bisa penyebab hingga terjadi pertengkaran. Contoh kecil misalnya, ketika ibu membawa kue. Karena kue yang akan diambil kakak adik itu sama, maka akan diawali dengan pertengkaran. Orang tua akan memberi pengertian ke anak, agar  mereka tidak bertengkar. Kakak sebagai anak yang tertua, harus mau mengalah kepada adiknya. Dengan penjelasan yang dari orang tuanya mereka akan mengerti dan akan kembali menjadi rukun.

Pertengkaran di masyarakat dapat di timbulkan dari berbagai macam, misalnya yang rawan pertengkaran pada pemilihan pemimpin. Jika rakyat tidak mau menerima kekalahan pihak yang dipilihnya, kericuhan mudah saja terjadi. Kesadaran dari diri manusia yang rendah, adalah satu hal yang menjadi penyebabnya.

Sementara di sekolah, ada saja yang membuat anak-anak bertengkar dengan temannya. Hal sepele seperti berebut tempat bermain, dapat menimbulkan pertengkaran. Apalagi anak yang berada di kelas lebih tinggi akan merasa berkuasa. Dibutuhkan bimbingan dari para guru untuk memberi pengertian kepada anak-anak, agar mereka selalu berteman, karena di sekolah mereka juga saudara.

Tanpa bertatap muka pun pertengkaran dapat terjadi, yaitu di media sosial atau sosmed. Ada kalanya tulisan dari teman di akun sosialnya, dapat dianggap menyindir teman yang lain. Padahal tulisan tersebut hanya sebuah tulisan dari ungkapan hatinya. Adanya saling berbalas komentar, dapat juga menjadikan masalah menjadi semakin rumit. Seharusnya kita gunakan media sosial untuk kepentingan yang lebih bermanfaat. Jadikan medsos sebagai jembatan untuk mempererat persatuan. Bukan untuk menjadikan perpecahan.

Kalau kita lihat apa yang menjadi penyebab pertengkaran, tidak lain adalah dari diri manusia itu sendiri. Seharusnya manusia bisa mengendalikan emosi. Kecerdasan emosi sangatlah penting untuk mengendalikan tingkah laku. Kesadaran bertingkah laku akan menunjukkan jati diri. Orang akan menilai dari tingkah laku kita.

Peran orang tua di rumah dalam mendidik anak-anaknya, turut menjadi kunci dalam membangun karakter anak. Lingkungan masyarakat yang damai, selalu mengedepankan kekeluargaan, kebersamaan, saling menghargai, akan menjadikan suatu daerah tersebut menjadi kampung yang nyaman.

Peran guru juga sangat penting dalam membangun karakter anak-anak di sekolah. Di dunia maya juga begitu. Harus pandai-pandai dalam mengendalikan diri, dan selalu berprasangka baik dalam menyikapi suatu masalah.

Intinya semua itu tergantung dari diri masing-masing individu. Mengendalikan emosi, selalu sabar dan ikhlas dalam melakukan segala kegiatan. Selalu menanggapi masalah dengan bijak, dengan berprasangka baik kepada siapa saja, akan membuat hidup menjadi lebih nyaman. Orang yang selalu sabar dan ikhlas, selalu menjaga emosinya dan akan muncul jadi pemenangnya.

Penulis: Ertinas Koernia, SE (Guru SD Negeri Gadang 1 Kota Malang)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment