Kepala Sekolah & Guru Berinovasi dalam Green School Festival Menuju Bumi ARVEGATU Ijo Royo-Royo

By Redaksi 28 Nov 2019, 07:26:15 WIB Artikel Ilmiah
Kepala Sekolah & Guru Berinovasi dalam Green School Festival Menuju  Bumi ARVEGATU Ijo Royo-Royo

Keterangan Gambar : (Kolase Foto Kegiatan GSF SMP Negeri 4 Malang (Dok. Pancayani DInihari)


WPdotCOM -- ARVEGATU (Armada Veteran Tiga Tujuh) di SMP Negeri 4 Malang merupakan sekolah yang belum memperoleh predikat  adiwiyata provinsi, nasional, maupun mandiri sehingga memerlukan terobosan dalam menangani masalah lingkungan. Hal ini dengan cara mengimplementasikan Penguatan Pendidikan Karakter dan Cinta Lingkungan melalui program GSF. Program Green School Festival (GSF) adalah sebuah program yang digagas oleh Dinas Pendidikan Kota Malang bekerja sama dengan Jawa Pos Radar Malang yang bertujuan mengembangkan sekolah hijau royo-royo dan karakter cinta lingkungan.

Giat Green School Festival (GSF) sudah dilakukan beberapa tahun yang lalu. Namun, SMP Negeri 4 Malang belum pernah mendapatkan penghargaan di bidang lingkungan sekali pun. Sekolah ini merupakan sekolah Paguyupan Peminat Seni Tradisi (PPST) yang memang sudah langganan juara di tingkat kota, provinsi, maupun tingkat nasional. Bahkan sudah berprestasi bisa tampil di ajang internasional yaitu dalam acara BIMP-EAGA ke-23 dan The 2nd Budayaw Festival Tahun 2019 di Kuching, Sarawak, Malaysia. Serentetan prestasi di bidang seni tersebut membakar semangat untuk ikut berprestasi di bidang lingkungan hidup yaitu dengan menjuarai Green School Festival (GSF) tahun 2019 meski  masih menduduki juara harapan 1.

Kepala Sekolah  sebagai penentu kebijakan sekolah harus mampu menggerakkan roda agar guru dan siswa membudayakan hidup sehat dan berinovasi di bidang lingkungan. Giat GSF ini  bertujuan untuk mengetahui implementasi pengelolaan potensi dan masalah lingkungan di SMP Negeri 4 Malang untuk mendukung program Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) dan Cinta Lingkungan Hijau dalam menyukseskan Green School Festival (GSF). Bagaimanakah implementasi pengelolaan potensi dan masalah lingkungan di SMP Negeri 4 Malang untuk mendukung program Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) dan Cinta Lingkungan Hijau dalam menyukseskan Green School Festival (GSF)? Kegiatan GSF sepenuhnya didukung oleh Kepala Sekolah, segenap guru dan semua karyawan, siswa, dan orang tua serta peran masyarakat dalam menyukseskannya. Hal ini dilaksanakan dengan cara memetakan sosial/lingkungan yang biasa digunakan untuk memetakan masalah dan potensi lingkungan di sekolah. Pengumpulan data diperoleh melalui observasi dokumen dan lapangan, wawancara, dan dokumentasi. Beberapa program unggulan tersebut yaitu sebagai berikut.

Pengelolaan Sampah dengan Daur Ulang

Di SMP Negeri 4 Malang guru dan siswa berinovasi dalam mengelola sampah dengan cara daur ulang yaitu kerajinan tangan, alat musik, kostum festival. Melalui inovasi pembelajaran berbasis proyek siswa mendaur ulang sampah sekolah ternyata dapat meningkatkan kemampuan kreativitas siswa  (critical thingking) dalam meningkatkan kreativitas hasil karya berbahan baku sampah dan melaluii pembelajaran untuk menanamkan kebiasaan siswa untuk hidup bersih dan menangani masalah sampah dengan benar (problem solving).

Pengolahan Ikan Nila sebagai Sumber Bahan Makanan dan Gizi dalam Mata Pelajaran Prakarya

Guru Prakarya berinovasi dengan siswa untuk membuat makanan olahan dari ikan nila, seperti abon ikan nila. Nila merupakan  ikan yang  mempunyai nilai ekonomi yang sangat penting sebagai bahan pangan yang bernilai ekonomi dan gizi tinggi karena nila mempunyai beberapa keunggulan, diantaranya: mudah dibudidayakan, pertumbuhan relatif cepat, mudah berkembang biak, dan relatif tahan terhadap penyakit. Ikan nilai sangat cocok dipelihara di sekolah.

Pemanfaatan Limbah Cair  sebagai Media Pembudidayaan Ikan Nila dan Tanaman Hijau dengan Sistem Aquaponik

Inovasi Air dan limbah cair di SMP Negeri 4 Malang dikembangkan oleh guru IPA dengan memanfaatkannya  sebagai media pembudidayaan ikan nila dan tanaman hijau dengan sistem aquaponik. Teknik ini mengintegrasikan budidaya ikan secara tertutup (resirculating aquaculture) yang dipadukan dengan tanaman. Menurut Fathulloh (2015) dalam proses sirkulasi tersebut tanaman memanfaatkan unsur hara yang berasal dari kotoran ikan. Bakteri pengurai akan mengubah kotoran ikan menjadi unsur nitrogen yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber nutrisi pada tanaman. Kemudian sisa atau pembuangan air dari ikan akan masuk kembali ke dalam kolam.

Smart House sebagai alat simulator energi listrik alternatif

Smart House merupakan contoh pembelajaran inovasi teknologi pemanfaatan tenaga surya dan tenaga angin untuk menghasilkan energi listrik alternatif yang dapat dimanfaatkan sebagai tenaga listrik pengisi tandon air. Konsep dari Smart House ini mengadaptasi dari sistem pembangkit tenaga listrik yang mengkonversikan energi matahari menjadi energi listrik menggunakan modul PV atau panel surya (Contaned Energy Indonesia, 2011). Tenaga angin dihasilkan melalui teknologi pembangkit listrik yang terdiri dari komponen utama generator listrik, kipas pemutar poros, rotor, baterai penyimpan aris listrik, rangka baja, dan instalasi/kabel listrik. (Hatmodjo, Darmanto, dan Setioko, 2007)

Program ini sangat baik dan perlu pengembangan dari Kepala Sekolah dan dinas pendidikan  menjalin hubungan dalam menentukan  kebijakan agar  sekolah melaksanakan program-program penguatan pendidikan karakter melalui kegiatan pembelajaran di sekolah yang dilaksanakan warga sekolah (guru, siswa , dan masyarakat). Kegiatan ini harus menjadi budaya dan pembiasaan untuk Penguatan Pendidikan Karakater dan hidup sehat serta lingkungan hijau royo-royo sekolah.

Penulis: Dra. PANCAYANI DINIHARI, M.Pd. (Kepala SMP Negeri 4 Malang)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment