Kerja Tuntas, Totalitas Tanpa Batas

By Redaksi 06 Okt 2017, 12:35:30 WIB Opini
Kerja Tuntas, Totalitas Tanpa Batas

Keterangan Gambar : Ilustrasi (Sumber Google)


WPdotCOM – Laporan, laporan, laporan, dan laporan lagi. Entah sampai kapan laporan ini benar dan jelas. Entahlah... dari yang berwenang saja belum jelas apalagi kita.. Eh, edisi curhat eke..hehehe.

Saya bekerja menjadi staf tata usaha atau operator sekaligus pembuat laporan anggaran. Kali ini bahas laporan anggaran aja ya. Laporan yang biasanya disusun tiap 3 bulan, dan rencana penggunaan anggaran disusun setiap setahun sekali, yaitu laporan pertanggung jawaban keuangan.

Di tahun 2017 ini sangat berubah, dan lebih rumit dari tahun sebelumnya. Berbagai macam bentuk dan versi yang harus dikerjakan. Banyak permintaan di berbagai lembaga, dengan format yang berbeda-beda. Entah bagaimana kondisi yang sebenarnya, yang jelas bikin kepala pusing dan membutuhkan banyak waktu, pikiran dan tenaga. Hingga saya meninggalkan banyak tugas demi laporan tersebut.

Mungkin karena ketidaksiapan akan peraturan baru, atau memang pemberitahuan yang selalu dadakan, sebagai seorang dari tim penyusun laporan ditutuntut agar segera membuat dan mengumpulkan tepat waktu. Kadang muncul juga perasaan bosan, sebel, lelah jadi satu. Tapi di situlah saya mendapatkan banyak ilmu, yang sebelumnya tidak tahu sama sekali tentang ilmu administrasi, pada akhirnya juga dapat ilmu tersebut. Ya meskipun dasar-dasarnya saja, tapi setidaknya punya lah dikit-dikit. Dan di situ saya juga dapat merasakan dan belajar tentang kesabaran dan keikhlasan dalam bekerja. Gimana gak sabar? Jam kerja kite (operator/tata usaha) kadang lebih banyak dibanding lainnya. Hingga kita mempunyai semboyan “kerja tuntas, totalitas tanpa batas”.

Mengeluh? Emmm gimana ya jawabnya, bingung juga. Karena rasa nyaman dengan sekolah, senang lihat anak-anak bermain, dan temen-temen pun juga  perhatian, baik banget, peduli. Ini yang merupakan obat buat saya, seperti keluarga kedua saya, bikin rasa ngeluh itu sedikit demi sedikit menghilang dan menjadi sebuah tanggung jawab, serta memberi semangat.

Ya hanya bisa berdoa ajalah, semoga lembaga yang berwenang segera memberikan peraturan yang sekali langsung jadi. Supaya dalam pengerjaan cukup sekali tapi jelas, daripada berkali-kali tapi gejje alias gak jelas.

Penulis: Anisa Tri Putri (Staf Tata Usaha SD Negeri Bandungrejosari 2 Kota Malang)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment