Maraknya Pelanggaran Lalin, Jalan Raya Mondoroko-Bentol Macet

By Redaksi 05 Feb 2018, 19:38:16 WIB Suara Guru
Maraknya Pelanggaran Lalin, Jalan Raya Mondoroko-Bentol Macet

WPdotCOM -- Pagi yang cerah dan hari libur, selalu dinantikan oleh semua orang. Jalanan di Kota Malang yang selalu macet dengan berbagai macam kendaraan.

Bukan hanya kendaraan berplat nomor dalam daerah, namun juga disebabkan oleh kendaraan yang berasal dari luar kota ini. Rata-rata dengan tujuan yang sama arah Malang dan Batu.

Kondisi ini selalu terjadi, utamanya jalan Mondoroko depan SMK 1 Singosari. Apalagi di depan Alfamart BLK Pertanian ada genangan air, semakin membuat kendaran roda empat dan roda dua, tidak mau saling mengalah, sehingga membuat lokasi tersebut semakin macet tidak bergerak.

Kondisi ini selalu terjadi terutama pada hari libur. Hal inipun, diperparah dengan penjual buah, dan makanan cilok  yang berada di jalan-jalan dan trotoar, yang secara tidak langsung memakan badan jalan. Apalagi di lampu merah Bentol, ada beberapa kendaraan yang tidak mematuhi rambu-rambu lalu lintas, sehingga membuat petugas dan aparat kepolisian harus mengatur  mereka yang tidak memperhatikan rambu-rambu.

Kesadaran masyarakat dalam mamatuhi rambu-rambu lalu lintas, memang masih sangat kurang Kkhususnya pada saat liburan. Rata-rata pengendara saling kebut-kebutan dan berjejer di jalan. Hal ini semakin memperparah kemacetan yang terjadi, antara jalan  Mondoroko ke arah Bentol yang menuju ke batu.  Di lokasi tersebut, tepatnya depan rumah sakit Marsudi Waluya, ada tanda dilarang belok kiri, tetapi tetap saja ada kendaraan roda dua yang menyerobot belok. Kejadian ini sering kali terjadi daerah tersebut dan mengakibatkan kemacetan yang panjang sampai pasar Singosari. Rendahnya kesadaran masyarakat akan hukum yang berlaku  di Negara Indonesia, memang tidak dapat dipungkiri. Bahkan untuk pengendara kendaraan roda dua pun masih ada yang tidak mengenakan helm, dan tidak memiliki Surat Ijin Mengemudi. 

Oleh karena itu, perlu gerakan sadar hukum yang dipelopori oleh aparat penegak hokum.Caranya dengan memberikan teladan tanpa tebang pilih. Siapapun yang melanggar hokum, tanpa jalur kompromi atau kekeluargaan, ditindak dengan tegas di tempat. Salah satu contohnya dengan memberikan penyuluhan kepada masyarakat tentang kesadaran hukum berlalu lintas. Melalui pamflet, media massa dan media elektronik, hal ini bisa dilakukan. Sehingga kejadian ini tidak selalu terulang setiap hari.

Tentunya aparat juga harus menindak dengan tegas yang melakukan pelanggaran lalu lintas sesuai dengan UU Lalu Lintas tahun 2016. Gerakan sadar berlalu lintas, memang perlu dilakukan oleh pemerintah dengan bekerjasama antara aparat penegak hukum dengan masyarakat. Sehingga akan meminimalkan pelanggar berlalu lintas. Agar tercipta keamanan dan kenyamanan saat berkendara di jalan.

Pada sisi lain, pemerintah daerah harus tegas pada penjual buah-buahan yang berada di trotoar. Dengan demikian, Malang akan menjadi kota wisata yang nyaman dan aman bagi wisatawan, baik dari dalam maupun luar  negeri.

Penulis: Mamik Rahayu (Guru SMK Negeri 8 Kota Malang




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment