Media Pembelajaran, Upaya Penting Peningkatan Kualitas Peserta Didik (Bag. 2)

By Redaksi 15 Apr 2017, 11:04:42 WIB Artikel Ilmiah
Media Pembelajaran, Upaya Penting Peningkatan Kualitas Peserta Didik (Bag. 2)

Keterangan Gambar : Courtesy caroldoey.com


WPdotCOM

Kriteria Dalam Pemilihan Media Pembelajaran

Di lembaga pendidikan formal, berbagai media pendidikan dapat digunakan sebagai alat bantu dalam kegiatan belajar mengajar, baik media jadi yang dibeli dari toko/pasar bebas maupun media yang dibuat sendiri, ataupun media yang disiapkan dan dikembangkan oleh sekolah sendiri.

Untuk hal ini guru haruslah pandai dalam memilih media apa yang sesuai dan cocok digunakan untuk mencapai tujuan pengajaran yang telah ditetapkan. Untuk itu beberapa faktor dan kriteria yang perlu diperhatikan oleh guru dalam memilih dan menggunakan media, diantaranya :

  1. Faktor tujuan.

Media dipilih dan digunakan haruslah sesuai dengan tujuan pengajaran yang telah ditetapkan/ dirumuskan

  1. Faktor Efektifitas.

Dari berbagai media yang ada, haruslah dipilih media yang paling efektif untuk digunakan dan paling tepat/sesuai dengan  tujuan  pembelajaran  yang diru muskan.

  1. Faktor kemampuan guru dan siswa.

Media yang dipilih dan digunakan haruslah sesuai dengan kemampuan yang ada pada guru dan siswa, sesuai dengan pola belajar serta menarik perhatian

  1. Faktor fleksibilitas (Kelenturan), tahan lama dengan kenyataan.

Dalam memilih media haruslah dipertimbangkan kelenturan dalam arti dapat digunakan dalam berbagai situasi, tahan lama (tidak sekali pakai langsung dibuang), menghemat biaya dan tidak berbahaya sewaktu digunakan.

  1. Faktor kesediaan media.

Sekolah tidak sama dalam menyediakan berbagai media yang dibutuhkan untuk kegiatan belajar mengajar. Hal ini sesuai dengan situasi dan kondisi masing-masing sekolah. Misalnya guru membuat sensiri, membuat bersama-sama siswa, membeli, menyewa, dll.

  1. Faktor kesesuaian antara manfaat dan biaya.

Dalam memilih media haruslah dipertimbangkan apakah biaya pengadaannya sesuai dengan manfaat yang didapatkan

  1. Faktor kualitas dan teknik.

Dalam pengadaan media, seorang guru harus mempertimbangkan kualitas dari media tersebut, tidak sekedar bisa dipakai. Media yang bernutu/berkualitas bisa tahan lama (tidak mudah rusak), dan sewaktu-waktu digunakan lagi tidak harus mengusahakan yang baru.

  1. Objektifitas.

Metode dipilih bukan atas kesenangan atau kebutuhan guru, melainkan keperluan sistem belajar. Karena itu perlu masukan dari siswa.

  1. Program pengajaran

Program pengajaran yang akan disampaikan kepada anak didik harus sesuai dengan kurikulum yang berlaku, baik menyangkut isi, struktur maupun kedalaman.

  1. Sasaran program

Media yang akan digunakan harus dilihat kesesuaiannya dengan tingkat perkem bangan anak didik, baik dari segi bahasa, simbol-simbol yang digunakan, cara dan kecepatan maupun waktu pengguna annya.

Sementara itu, kriteria khusus yang dapat digunakan untuk memilih media pembelajaran yang tepat dapat mempertimbangkan faktor:

  1. Acces, artinya media yang diperlukan dapat tersedia, mudah, dan dapat dimanfaatkan siswa
  2. Cost, artinya media yang akan dipilih atau digunakan, pembiayaannya dapat dijangkau.
  3. Technology, artinya media yang akan digunakan apakah teknologinya tersedia dan mudah menggunakannya.
  4. Interactivity, artinya media yang akan dipilih dapat memunculkan komunikasi dua arah atau interaktivitas. Sehingga siswa akan terlibat (aktif) baik secara fisik, intelektual dan mental.
  5. Organization, artinya dalam memilih media pembelajaran tersebut, secara organisatoris mendapatkan dukungan dari pimpinan sekolah (ada unit organisasi seperti pusat sumber belajar yang mengelola).
  6. Novelty, artinya media yang dipilih tersebut memiliki nilai kebaruan, sehingga memiliki daya tarik bagi siswa yang belajar.

Sedangkan media-media yang akan dipilih dalam proses pembelajaran juga harus memenuhi syarat-syarat, sebagai berikut:

  1. Visible atau mudah dilihat, artinya media yang digunakan harus dapat memperikan keterbacaan bagi orang lain yang melihatnya
  2. Interesting atau menarik, yaitu media yang digunakan harus memiliki nilai kemenarikan. Sehingga yang melihatnya akan tergerak dan terdorong untukmemperhatikan pesan yang disampaikan melalui media tersebut
  3. Simple atau sederhana, yaitu media yang digunakan juga harus memiliki nilai kepraktisan dan kesederhanaan, sehingga tidak berakibat pada in-efesiensi dalam pembelajaran
  4. Useful atau bermanfaat, yaitu media yang digunakan dapat bermanfaat dalam pencapaian   tujuan   pembelajaran  yang diharapkan,
  5. Accurate atau benar, yaitu media yang dipilih benar-benar sesuai dengan karakteristik materi atau tujuan pembelajaran. Atau dengan kata lain media tersebut benar-benar valid dalam pembuatan dan penggunaannya dalam pembelajaran
  6. Legitimate atau Sah, masuk akal artinya media pembelajaran dirancang dan digunakan untuk kepentingan pembelajaran oleh orang atau lembaga yang berwenang (seperti guru)
  7. Structure atau tersetruktur artinya media pembelajaran, baik dalam pembuatan atau penggunaannya merupakan bagian tak terpisahkan dari materi yang akan disampaikan melalui media tersebut.

Alasan Praktis Pemilihan Media

Alasan praktis berkaitan dengan pertimbangan- pertimbangan dan alasan si pengguna seperti guru, dosen, instruktur mengapa menggunakan media dalam pembelajaran.

Terdapat beberapa penyebab orang memilih media, antara lain:

  1. Demonstration.

Dalam hal ini media dapat digunakan sebagai alat untuk mendemonstrasikan sebuah konsep, alat, objek, kegunaan, cara mengoperasikan dan lain- lain.

  1. Familiarity.

Pengguna media pembelajaran memiliki alasan pribadi mengapa ia menggunakan media, yaitu karena sudah terbiasa menggunakan media tersebut, merasa sudah menguasai media tersebut, jika menggunakan media lain belum tentu bisa dan untuk mempelajarinya membutuhkan waktu, tenaga dan biaya, sehingga secara terus menerus ia menggunakan media yang sama.

  1. Clarity

Alasan ketiga ini mengapa guru menggunakan media adalah untuk lebih memperjelas pesan pembelajaran dan memberikan penjelasan yang lebih konkrit. Pada praktek pembelajaran, masih banyak guru tidak menggunakan atau tanpa media, metode yang digu nakan    dengan   ceramah  (ekspository), cara seperti ini memang tidak merepotkan guru untuk menyiapkan media, cukup dengan menguasai materi, maka pembelajaran dapat berlangsung, namun apakah pembelajaran seperti ini akan berhasil? Cara pembelajaran seperti ini cenderung akan mengakibatkan verbalistis, yaitu pesan yang disampaikan guru tidak sama dengan persepsi siswa, mengapa hal ini bisa terjadi? Karena informasi tidak bersifat konkrit, jika guru tidak mampu secara detil dan spesifik menjelaskan pesan pembelajaran, maka verbalistis akan terjadi.

  1. Active Learning

Media dapat berbuat lebih dari yang bisa dilakukan oleh guru. Salah satu aspek yang harus diupayakan oleh guru dalam pembelajaran adalah siswa harus berperan secara aktif baik secara fisik, mental, dan emosional. Dalam prakteknya guru tidak selamanya mampu membuat siswa aktif hanya dengan cara ceramah, tanya jawab dan lain-lain. Namun diperlukan media untuk menarik minat atau gairah belajar siswa. Media yang dapat digunakan semisal, CD Interaktif atau sejenisnya.

 

Prinsip-Prinsip Dalam Penggunaan Media Pembelajaran

Dalam proses belajar mengajar, seorang guru belum cukup apabila hanya mengetahui kegunaan dan mengetahui penggunaan media pembelajaran, melainkan harus mengetahui dan terampil bagaimana cara menggunakannya. Sehubungan dengan hal itu, ada beberapa prinsip/kriteria penggunaan media yang perlu dipedomani oleh guru dalam proses belajar mengajar yaitu:

  • Ketepatan dengan tujuan pembelajaran.
  • Dukungan terhadap isi bahan pembelajaran.
  • Kemudahan memperoleh media.
  • Keterampilan guru dalam menggunakan media.
  • Tersedianya waktu untuk menggunakan nya.
  • Sesuai dengan taraf berfikir siswa.



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment