Membangun Diri, Tentukan Tujuan Hidup Agar Tidak Kehilangan Jatidiri

By Redaksi 18 Agu 2018, 07:37:48 WIB Sekolah Indonesia Menulis
Membangun Diri, Tentukan Tujuan Hidup Agar Tidak Kehilangan Jatidiri

WPdotCOM -- Target hidup adalah tujuan-tujuan kecil, dan sifatnya lebih pendek daripada impian besar. Banyak orang sekedar tahu bahwa target hidup yang baik adalah target hidup yang dituliskan.

Namun, bagaimana cara menuliskannya? Berikut adalah prinsip-prinsip penting dalam membangun target yang efektif.

1. Target yang Baik bersifat Spesifik

Target yang spesifik dapat menjelaskan apa sebenarnya yang ingin kita capai. Saat kita memiliki target dalam hidup kita, “Saya ingin melanjutkan studi S2”, target seperti ini sebenarnya belumlah spesifik. Kita dapat menambahkannya dengan, “Saya ingin melanjutkan studi S2 bidang Manajemen Industri di salah satu universitas terkenal.” Target seperti ini bersifat lebih spesifik sehingga dalam mengejarnya pun kita dapat menjadi lebih bersemangat.

2. Target yang Baik itu Terukur

Target yang terukur mencoba untuk membuat suatu target yang kualitatif menjadi kuantitatif. Apabila kita memiliki target seperti, “Saya akan rajin membaca buku pengembangan diri”. Target ini sudah spesifik karena menjelaskan buku spesifik apa yang akan dibaca. Namun, target ini tidak terukur karena masih berbentuk kata sifat (rajin). Untuk membuat lebih terukur, target dapat diubah menjadi “Saya akan membaca 3 buku pengembangan diri setiap pekan.” Target yang terukur membuat kita mudah untuk mengetahui perkembangan progress capaian kita.

3. Target yang Baik itu Menginspirasi

Target yang menginspirasi maksudnya adalah membuat sebuah target yang menjadikan kita semangat dan antusias karena yakin dapat mencapainya secara realistis.Bayangkan misalkan dalam 6 ujian terakhir mata kuliah kalkulus Anda mendapatkan nilai di bawah standar, 40. Karena Anda sedang bersemangat, di ujian berikutnya Anda memiliki target untuk mendapatkan nilai 100. Lompatan yang jauh seperti ini seringkali menimbulkan risiko tinggi dalam mencapainya. Apabila target tidak tercapai akan mengakibatkan kita akan menyimpulkan bahwa membuat target hidup adalah sesuatu yang sia-sia. Maka buatlah target yang membuat Anda yakin bisa mencapainya, walaupun peningkatnya sedikit demi sedikit. Bila sebelumnya Anda mendapat 40, maka targetkan selanjutnya untuk mendapat 55. Jika sudah mendapat 55, targetkan ujian selanjutnya mendapat 70. Jika sudah mendapatkan 70, teruskan target hingga menjadi 100.

4. Target yang Baik itu Memiliki Batas Waktu

Sebagai penulis, hidup saya dipenuhi target bahwa dalam 1 bulan setidaknya saya menghasilkan 1 draft buku. Jika saya hanya menulis ingin mencapai 1 draft buku dalam bulan Agustus 2014, maka kapanpun tanggalnya tidak masalah. Namun seringkali, saya akan menyelesaikan naskah buku saya pada bulan Agustus akhir saat sudah mendekati deadline. Tidak jarang saya merasa tertekan hebat karena naskah yang ada sudah diminta editor. Oleh karena itu, saya memberikan batas waktu pada target saya menjadi, “menyelesaikan 1 naskah buku pada tanggal 24 Agustus.” Dengan memiliki batas waktu yang lebih jelas, saya dapat mencicil naskah buku saya dengan lebih baik dan bisa selesai dengan lebih tepat waktu.

5. Target yang Baik Memiliki Aspek yang Seimbang

Saran terakhir dalam membuat target adalah menyeimbangkan berbagai aspek dalam kehidupan. Sekurang-kurangnya mencakup tentang karir, kesehatan, hubungan keluarga dan personal, kesenangan, dan pertumbuhan finansial, serta agama.

Narasi: Santy Fidrianna (disadur dari arryrahmawan)

Quote: Nova Indra

Gambar: Google Image

Desain: Santy Fidrianna




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment