Mendidik dan Mengembangkan Diri, Bukan Hanya Melalui Pendidikan Formal

By Redaksi 23 Apr 2018, 08:42:43 WIB Sekolah Indonesia Menulis
Mendidik dan Mengembangkan Diri, Bukan Hanya Melalui Pendidikan Formal

WPdotCOM -- Saya seorang pegawai tata usaha di sekolah menengah pertama yang hanya lulusan dari SMK. Ya, memang hanya lulusan SMK jurusan Sekretaris.

Awalnya saya sempat kecewa, dulu saya sekolah di SMK mengambil jurusan sekretaris atau  sekarang lebih dikenal Administrasi Perkantoran. Saya dulu pinginnya sekolah di STM sesuai hobi saya, tapi orang tua tak mengijinkan saya. Tetapi sekarang saya merasakan manfaat ilmu semenjak bekerja di instansi SMP Negeri 1 Turen. Di sini, saya bisa menerapkan ilmu administrasi yang didapatkan selama sekolah di SMK dengan jurusan Administrasi Perkantoran dengan menghandel pekerjaan di Tata Usaha, lebih tepatnya bagian Inventaris/Pengurus barang di sekolah. Dan saya bisa memanfaatkan hobi saya dengan menerapkannya di sekolah, dimana saya merangkap sebagai teknisi sekolah juga.

Sebenarnya saya ingin sekali mengenyam pendidikan hingga perguruan tinggi. Tapi mungkin karena kondisi ekonomi dan hal lain yang membuat saya harus berhenti sampai di jenjang pendidikan ini. Tetapi saya tidak mau patah semangat dan berkecil hati hanya karena saya tidak bisa seperti kawan saya yang lainnya. Meskipun saya tidak merasakan bagaimana rasanya memperdalam ilmu dengan mengenyam pendidikan di perguruan tinggi, itu tidak menghalangi saya untuk tetap belajar. Saya ingin tetap belajar mandiri, meskipun hanya berbekal melalui media seperti internet secara otodidak, dengan koneksi seadanya.

Dari situ saya banyak menggali ilmu berbagai bidang. Dan saya banyak terbantu, banyak manfaat dalam kehidupan sehari-hari yang saya peroleh. Setidaknya ilmu itu bisa bermanfaat buat diri sendiri, dan lebih lebih bisa bermanfaat untuk membantu orang lain.

Mungkin dari berbagai profesi yang pernah saya geluti sebelumnya sampai saat ini, dari sana secara tidak sengaja menemukan banyak potensi yang mungkin terpendam pada diri.  Lahir dari keluarga yang cukup sederhana, sejak sekolah menengah pertama saya punya hobi bermain elektronika. Hobi ini berlanjut hingga lulus sekolah dan bekerja. Dari hobi ini, saya banyak mendapatkan berbagai ilmu, mulai dari teknik kelistrikan sampai hal-hal lain yang berbau elektro.

Tidak jarang kawan atau rekan kerja banyak meminta bantuan saya untuk mengatasi masalah teknis di bidang elektronika, atau sekedar minta referensi atau informasi dalam bidang tersebut. Dari situ juga, saya banyak mendapatkan teman. Yang dahulunya secara pribadi mungkin tersisih dalam pergaulan, kini perlahan mereka yang dulunya acuh kepada saya berbalik menjadi teman baik, karena mereka sering minta bantuan, mulai dari hal yang ringan seperti servis peralatan rumah tangga, hingga instalasi kelistrikan rumah, atau sekedar hobi merakit audio rumahan sampai sekelas sound-system hajatan.

Tidak berhenti sampai dari situ  saja,  semenjak saya bekerja di lingkungan sekolah, saya mulai melirik hobi di bidang komputer. Awalnya saya tidak begitu paham tentang penguasaan computer. Dengan berbekal ilmu seadanya yang saya dapat selama saya belajar di SMP dan SMK saja, itupun hanya minim sekali. Akhirnya saya memberanikan diri untuk mulai belajar dengan peralatan seadanya, dan dari komputer bekas yang tidak terpakai yang saya dapat dari gudang sekolah.

Saya mulai belajar satu-persatu, mengenal hardware dan software pada computer, termasuk komponen-komponen di dalamnya. Tentunya saya lakukan secara otodidak, karena saya tidak memiliki cukup biaya untuk mengikuti kursus-kursus atau  lewat pelatihan formal dalam bidang tersebut.

Dari waktu ke waktu terus belajar, saya menemukan masalah-masalah.  Setiap masalah yang saya temukan, kembali mencari solusi itu semua lewat internet.  Saya mencari tutorial mulai dari proses awal instalasi komputer hingga penanganan masalah komputer baik hardware maupun softwarenya, semua saya cari disana. Sampai akhirnya saya terbiasa menghadapi setiap masalah yang muncul pada komputer.

Tak jarang juga banyak guru dan karyawan sering meminta bantuan kepada saya untuk mengatasi masalah mereka soal urusan teknis perangkat yang mereka miliki.  Tak jarang orang sering bertanya kepada saya, apakah saya dulu lulusan dari sekolah teknik.

Tidak itu saja, selain hobi di bidang elektro, juga hobi bermain musik mulai dari kecil. Berawal dari piano dan gitar. Saya mengenal alat musik piano tersebut mulai dari SMP juga, itu saja dulu gak sengaja. Hanya sekedar iseng mainnya, pinjem milik keponakan dan itu tidak berlangsung lama, langsung saya ganti hobi bermain gitar.

Dulu, saking kepinginnya bermain gitar elektrik, saya bikin gitar elektrik itu sendiri berbekal dari kayu bekas sisa yang tak terpakai, meskipun hasilnya seadanya tapi saya banyak belajar dari situ. Maklumlah, saya dulu sering tersisih dalam pergaulan, jadi saya tidak berani untuk pinjam. Mau belipun juga tiada uang, mengingat harga gitar elektrik cukup mahal.

Sekarang, alhamdulilah setelah bekerja saya bisa membeli peralatan dan memenuhi hobihobi saya meski tidak terlalu bagus, setidaknya saya dapat menyalurkan hobi saya.

Dari pengalaman itu, banyak hikmah yang saya dapatkan. Banyak belajar, tidak hanya belajar mengoperasikan dan menggunakannya, tetapi saya bisa memperbaikinya juga. Karena sedikit banyak tahu proses dari awal, termasuk proses dalam pembuatan/perakitannya.

Tak jarang juga, tiap ada kendala atau apapun jenis kerusakan peralatan yang ada  di sekolah tempat saya bekerja, saya bisa menanganinya sendiri. Sedikit hikmah yang bisa saya  petik dari pengalaman saya adalah, untuk bisa mendapatkan ilmu, kita tidak harus lewat pendidikan formal saja. Dan semua orang pasti punya potensi, tergantung bagaimana kita mampu menggali sedalam-dalamnya potensi tersebut.

Penulis: Soni Siswanto (Staf Tata Usaha SMP Negeri 1 Turen Malang)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment