Mendidik dengan Hati Adalah Seni

By Redaksi 12 Nov 2017, 18:48:17 WIB Artikel Ilmiah
Mendidik dengan Hati Adalah Seni

Keterangan Gambar : Kepala SD Negeri Bunulrejo 4 Bersama Guru-guru Penulis Kota Malang (Dok. P3SDM Melati)


WPdotCOM -- Mendidik adalah sebuah aktivitas yang sangat menyenangkan.  Apalagi mendidik  anak-anak usia sekolah dasar. Dimana pada masa usia ini anak-anak berada pada tahap bermain, sekaligus juga belajar.

Mendidik anak-anak di usia ini, seorang pendidik harus benar-benar mengerahkan berbagai ilmu dan jurus-jurus yang dimiliki. Hal itu ditujukan agar pendidikan yang diberikan pada siswa, tidak hanya mengembangkan kognitif saja, tapi juga mengembangkan afektif, serta psikomotor anak.

Seperti yang di sampaikan oleh  Ki Hajar Dewantara, mendidik adalah  suatu usaha memberikan nilai-nilai luhur kepada generasi baru dalam masyarakat, yang tidak hanya bersifat pemeliharaan, tetapi juga dengan maksud memajukan serta memperkembangkan kebudayaan menuju ke arah keluhuran hidup kemanusiaan.

Menurut penulis, mendidik itu adalah sebuah seni. Seni agar peserta didik mau dan mudah mencerna hal-hal yang disampaikan oleh seorang pendidik. Karena mendidik itu adalah seni, maka dalam mendidik senantiasa harus diupayakan untuk selalu menarik hati peserta didik.

Cara-cara yang dapat dilakukan untuk dapat menarik hati peserta didik, sangatlah banyak yang bisa dilakukan. Mengapa  harus menarik hati peserta didik? Karena dengan adanya hati peserta didik yang tertarik, maka akan menumbuhkan cinta. Dengan adanya cinta yang dimiliki peserta didik pada pendidiknya, secara tidak langsung akan mempermudah upaya-upaya yang dilakukan dalam penanaman konsep secara kognitif, afektif dan psikomotor.

Mengapa mendidik itu adalah seni? ketika berhadapan dengan peserta didik, maka guru akan memikirkan berbagai hal yang dapat menunjang ketika berada di hadapan peserta didik.  Maka akan berusaha menggali segala potensi yang ada untuk dieksplor dalam proses pembelajaran di dalam kelas. Berdasarkan pengalaman yang telah dilakukan, misalnya metode pembelajaran, model pembelajaran, media dan alat peraga, mendongeng, atau  ice breaking, yang pada masa ini banyak sekali bisa diperoleh di dalam buku maupun internet.

Dapat dikatakan, ketika mendidik kita bisa berperan menjadi apapun. Tidak hanya berperan menjadi seorang guru, namun bisa berperan menjadi orang tua, sebagai seorang kakak, teman ataupun memerankan tokoh-tokoh yang ada di sekitar kita. Bahkan, dalam mendidik pun kita perlu  mendengarkan dan memperhatikan apa yang diinginkan oleh peserta didik.  

Peran-peran tersebut, sangat membantu dalam keberlangsungan pendidikan yang di alami oleh peserta didik. Ketika guru berperan menjadi apapun itu, maka dipastikan akan mengeksplore segala kemampuan  yang dimiliki. Dan  pada akhirnya akan memudahkan pendidik dalam menyampaikan pendidikannya. Alangkah indahnya jika mendidik para generasi muda penerus bangsa ini, dilakukan dengan seni dan hati, sehingga anak-anak generasi harapan bangsa ini akan tumbuh dengan hati pula dan dengan kehalusan budi. Semoga.

Penulis: Helina Tusa Adiyah (Kepala SD Negeri Bunulrejo 4 Kota Malang)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment