Mendidik Wirausahawan Muda, Tanggungjawab Pendidikan Berkualitas

By Redaksi 29 Jan 2018, 14:53:41 WIB Artikel Ilmiah
Mendidik Wirausahawan Muda, Tanggungjawab Pendidikan Berkualitas

WPdotCOM -- Dalam bidang kewirausahaan, seperti mata pelajaran yang penulis ampu, banyak hal yang harusnya bisa diberikan kepada siswa saya.

Hal itu diantaranya seperti penanaman jiwa kewirausahaan, melahirkan entrepreneur muda. Sampai kepada penanaman disiplin, dan tanggungjawab yang bisa dimulai saat mereka masuk ke SMK sebagai salah satu perwujudan jiwa kewirausahaan.

Jiwa kewirausahaan, mestinya sudah bisa ditanamkan sejak dini. Namun banyak kendala seperti adanya keinginan orang tua, bahwa anak setelah lulus dari SMK mereka bisa langsung mendapat pekerjaan, adanya kebanggaan bagi orangtua kalau anak bisa menjadi Pegawai Negeri, dan rasa aman berupa tunjangan pensiun jika menjadi pegawai negeri.

Kendala di atas, termasuk kendala secara intern, dan kendala dari luar yaitu dilingkungan sekolah sendiri, seperti kurang terjalinnya komunikasi yang baik antara guru PKWU dengan guru Produktif, dan  maksimalnya pemanfaatan Unit Produksi Sekolah sebagai tempat untuk mewadahi hasil karya siswa.

Sebagai solusinya, harus ada komunikasi antara siswa, guru, dan masyarakat (orangtua) tentang kewirausahaan. Juga harus ada kolaborasi antara guru PKWU dan Produktif untuk menghasilkan karya-karya yang memiliki nilai jual, serta membentuk kelas wirausaha sebagai ajang praktek secara langsung.

Salah satu keinginan untuk bisa melahirkan siswa yang memiliki jiwa enterpreneur, adalah membuat satu tulisan tentang ”Menjadi Wirausaha yang sukses di mulai dari sekarang. Penelitian dimulai dari pengamatan secara langsung terhadap anak-anak yang memang sudah berwirausaha sejak mereka duduk di kelas X. Karena untuk bisa berwirausaha tidak perlu menunggu mereka lulus, akan tetapi bisa dimulai sejak mereka duduk di kelas X. Dan belajar menjadi enterpreneur sejati, bisa dimulai dari mereka usia dini.

Penanaman jiwa kewiruasahaan bisa dimulai dai penerapan kedisiplinan, rasa tanggungjawab, berani mengambil resiko, bekerja ulet, kejujuran, bekerja prestatif. Penerapan secara langsung dimulai dari praktek membuat karya dengan jujur, berinovasi terhadap karya, berkreatifitas terhadap karya sendiri. Setelah itu baru mereka boleh berpikir menghasilkan karya yang memiliki nilai jual yang tinggi.

Penerapan jiwa kewirausahaan bisa pula dimulai dari belajar mengambil resiko yang penuh dengan perhitungan. Dalam arti, siswa boleh memulai usaha kecil dan menjual produk-produk karya mereka sendiri ataupun karya dari orang lain. Namun juga dipertimbangkan kualitas produk, harga produk, lokasi penjualan, dan marketingnya bagaimana,

Semua itu bisa dibuat dalam bentuk rencana usaha terlebih dahulu. Karena dalam rencana usaha yang matang, akan menghindarkan siswa terhadap resiko usaha yang terlalu tinggi, karena usaha tanpa ada perencanaan yang jelas, akan menjadikan usaha yang akan didirikan beresiko tinggi untuk gagal. Dalam pembuatan rencana usaha, diawali dengan analisis pasar. Yaitu bisa menggunakan Analisis SWOT, Analisis kebutuhan Konsumen, serta Analisis Produk dan Jasa.

Salah satu analisis yang sering digunakan adalah analisis SWOT. Analisis SWOT adalah analisis yang digunakan dengan mencari informasi dari luar (ekstern) dan dari dalam (intern). Dari sisi internal, yaitu strenght yang mewakili analisa untuk kelebihan atau kekuatan yang dimiliki, dan weakness untuk mengkaji tingkat kelemahan atau kekurangan. Sedangkan pada sisi eksternal, akan dikaji secara mendalam tentang oppurtunity atau peluang, dan treatment yang ada.

Penulis: Rustika Christiantari (Guru SMK Negeri 5 Kota Malang)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment