Menristekdikti Dukung Perguruan Tinggi se-Kalimantan Deklarasikan Gerakan Antiradikalisme

By Redaksi 08 Jun 2017, 21:25:40 WIB Nasional
Menristekdikti Dukung Perguruan Tinggi se-Kalimantan Deklarasikan Gerakan Antiradikalisme

Keterangan Gambar : Menristekdikti RI Mohammad Nasir (Sumber: Google Image)


Kaltara, WPdotCOM – Menyikapi berbagai persoalan bangsa saat ini yang dihebohkan dengan isu radikalisme, perguruan tinggi se-Kalimantan lakukan deklarasi antiradikalisme.

Deklarasi anti paham radikal tersebut, digaungkan di Universitas Borneo Tarakan, seiring kuliah umum Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohammad Nasir, Kamis (8/6).

Mengapresiasi langkah positif yang diambil oleh seluruh perguruan tinggi di Kalimantan itu, Nasir mengungkapkan bahwa langkah tersebut merupakan yang ketiga setelah dilakukan di Jawa dan Sumatera beberapa waktu lalu.

“Perguruan tinggi mesti bisa menjaga empat pilar kebangsaan. Radikalisme, terorisme dan penyalahgunaan narkoba harus kita hindari,” paparnya.

Di kesempatan itu pula, Nasir mengingatkan, universitas harus bertanggungjawab terhadap antisipasi gerakan radikal di kampus-kampus yang ada. Jangan sampai ada mahasiswa dan tenaga pengajar perguruan tinggi yang terlibat dan terjangkiti virus radikalisme tersebut.

“Pihak Kemenristekdikti saat ini tengah menyusun peraturan terkait pengawasan gerakan radikal di kampus-kampus bersama Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Kemenkopolhukam). Nantinya, yang mengawasi langsung adalah rektor sebagai pucuk pimpinan,” terangnya.

Menurut Nasir lagi, Kemristekdikti telah mempersiapkan formula untuk mencegah berkembangnya gerakan-gerakan yang bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila, paham radikal, dan intoleransi di kampus melalui program "General Education". Program di bawah Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) ini berusaha menanamkan wawasan kebangsaan, bela negara, cinta tanah air, serta pluralisme.

"Kami juga meminta agar Universitas Borneo Tarakan untuk terus berbenah baik dari penguatan sumber daya manusia maupun fasilitas pendidikan, agar mampu mengejar ketertinggalan dari perguruan tinggi yang telah masuk peringkat dunia," papar Nasir lagi. (*)

 




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment