Menristekdikti: Riset dan Inovasi Kunci Daya Saing

By Redaksi 14 Apr 2017, 10:39:26 WIB Nasional
Menristekdikti: Riset dan Inovasi Kunci Daya Saing

Reporter : Jon Irman, S.Pd.I

Editor: d’Nouvelle

 

Jakarta -- Pengembangan riset dan inovasi, adalah kunci untuk membangun daya saing bangsa, khususnya di ranah pergurunan tinggi. Hal itu disampaikan oleh Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohammad Nasir, dalam paparannya pada acara Kebijakan Pendidikan Nasional Untuk Peningkatan Daya Saing Bangsa Menuju Indonesia Berkemajuan, di Ambon beberapa pekan silam.

"Kompetisi global saat ini memaksa kita untuk terus gencar mengembangkan ilmu-ilmu terbaru dan juga teknologi," katanya di hadapan peserta kegiatan.

Menurut Nasir, saat ini ada 4500 perguruan tinggi di Indonesia. Dari jumlah itu, baru dua perguruan tinggi saja yang mampu menembus “500 Worlsd Class University.” Kedua perguruan tinggi tersebut adalah Universitas Indonesia dan Institut Teknologi Bandung.

Lebih jauh Nasir menyampaikan, untuk masuk ke universitas berkelas dunia tersbeut, tentunya bukanlah hal mudah. Persaingan perguruan tinggi di dunia saat ini begitu ketat dan saling kejar satu sama lain di berbagai bidang.

“Persaingan untuk menuju ke sana adalah melalui terobosan-terobosan dan inovasi dalam bidang penelitian. Ini yang perlu kita lakukan di semua lini pendidikan tinggi di Indonesia,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Nasir juga menyatakan aprasiasinya atas langkah yang diambil oleh Muhammadiyah dalam memajukan pendidikan di Indonesia.

“Dengan pembangunan universitas Muhammadiyah di Maluku ini, yang rencananya akan berlokasi di Desa Wakal Kabupaten Maluku Tengah, tentunya akan turut andil dalam peningkatan kualitas generasi muda kita. Kami sangat mendukung. Semoga ini dapat memajukan daya saing Indonesia dalam bidang pendidikan di kancah internasional,” ujar Nasir. (*)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment