Menuju Pendidikan Formal, Kurikulum dan Materi Pencak Silat Segera Terbit

By Redaksi 01 Mei 2017, 16:31:55 WIB Budaya Nusantara
Menuju Pendidikan Formal, Kurikulum dan Materi Pencak Silat Segera Terbit

Keterangan Gambar : Cover Buku Kurikulum Pencak Silat (dok. Pribadi)


Reporter: d’Nouvelle

Editor: d’Nouvelle

Padang, WPdotCOM – Niat pelestarian budaya dan tradisi bangsa terus digulirkan oleh berbagai pihak. Juga di bidang pencak silat yang selama ini nyaris tinggal nama sebagai kebanggaan anak bangsa pada lini beladiri asli leluhur negeri ini.

Hampir punahnya beladiri pencak silat dirasakan berbagai kalangan, bukan saja mereka yang bergerak dalam dunia pencak silat semata. Namun juga oleh para pemerhati budaya yang kian gencar menyampaikan perlunya pelestarian budaya yang satu ini.

“Ini adalah tanggungjawab kita semua sebagai anak bangsa. Upaya melestarikan pencak silat sebagai budaya asli yang hampir-hampir tidak lagi diminati oleh generasi muda, adalah kerja yang seharusnya dilakukan secara bersama,” demikian ujar Nova Indra kepada Warta Pendidikan, salah seorang pemerhati pencak silat, sekaligus penulis buku filosofi silat tradisi Minangkabau itu, Senin (1/5).

Menurut Nova yang juga anggota Perguruan Seni Beladiri Indonesia Tapak Suci Putera Muhammadiyah, pencak silat saat ini tengah dirundung paradigma yang buruk. Sebagian pelaku pencak silat lebih mengutamakan pencak silat prestasi daripada pencak silat sebagai alat membangun karakter generasi.

“Pencak silat bukan ditujukan murni sebagai bagian dari olahraga prestasi. Pembelajaran pencak silat dari waktu ke waktu sejak dahulunya adalah alat pembentukan karakter generasi. Karena dipastikan bagi pebelajar silat dengan jalan yang tepat, akan menjadi sosok yang santun dan pengabdi lingkungan. Kalau urusan prestasi, itu adalah bagian terkecil dari tujuan pencak silat. Karena tidak semua anak muda yang latihan silat dapat menjadi berprestasi begitu saja, perlu pembinaan dalam bentuk lain,” imbuhnya.

Menyinggung pembelajaran pencak silat sebagai upaya pembentukan karakter, beberapa daerah tengah menyiapkan pencak silat masuk sekolah. Namun karena ketiadaan kurikulum dan bahan pembelajaran yang dapat dikur secara formal, pendidikan pencak silat dirasakan kalah dari pelajaran-pelajaran lainnya.

“Iya, ini kesulitan yang selama ini dirasakan. Ketika pihak sekolah mempertanyakan bagaimana mengukur tingkat capaian hasil belajar, si pelatih atau instruktur pencak silat tidak dapat menjelaskan. Hal itu disebabkan dua hal. Pertama adalah karena tidaknya adanya kurikulum formal seperti materi pelajaran lainnya di sekolah. Kedua karena para instruktur silat tidak terdidik dengan baik sebagai pendidik formal,” terang penyandang sabuk berwarna biru dengan tanda empat melati merah itu.

Karenanya menurut Nova, kini ia tengah menyiapkan buku kurikulum pencak silat, sekaligus materi pembelajaran lengkap dengan silabus dan teknik penilaiannya. Dengan begitu katanya lagi, pembelajaran pencak silat akan sama dengan materi ajar lainnya di sekolah-sekolah.

“Insya Allah dua minggu ke depan akan kita luncurkan buku berjudul Materi dan Kurikulum Pencak Silat Tingkat Dasar. Dari materi ini, akan terlihat capaian formal pendidikan pencak silat. Sama dengan mata pelajaran lainnya,” pungkasnya. (*)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment