Menulis, Antara Hasrat dan Kebutuhan

By Redaksi 29 Jan 2018, 15:38:42 WIB Artikel Ilmiah
Menulis, Antara Hasrat dan Kebutuhan

WPdotCOM -- Beberapa waktu yang lalu, bersama teman-teman SMK Negeri 5 Malang ada penawaran bimbingan menulis dari P3SDM Melati.

Pada dasarnya secara pribadi sudah begitu lama ingin belajar menulis. Baik itu artikel, maupun buku. Namun hasrat itu selalu tertunda karena kesibukan dan beribu alasan lainnya. Selain itu terselip juga rasa malas memulai untuk menulis, tapi hal ini tidak pernah terungkapkan dan hanya disimpan dalam hati.

Pemikiran dan keinginan untuk menulis dengan berbagai ide serta gagasan tema penulisan, sebenarnya sudah lama berkecamuk dalam benak dan hati. Namun baru kali ini harapan itu menguat kembali setelah ada penawaran ini.

Dulu pernah sebenarnya saya menulis artikel dan diikutkan dalan jurnal internasional, ketika saya menjalani kuliah S2 di Fakultas Teknologi Industri ITS, tapi itu karena keterpaksaan dari tuntutan kelulusan saja. Belum “in” rasanya. Namun kini, entah karena hasrat dan pikiran untuk menulis itu selalu mengusik saya, dan disemangati oleh adanya bimbingan dari P3SDM Melati ini, penulis tetapkan hati untuk ikut diklat ini secara mandiri, mendaftarlah kami sebagai pesertanya.

Hari “H” pelaksanaan diklat penulisan pun tiba. Waktunya 28 Januari 2018, pukul 10.00, dan bertempat di Toko Buku Togamas Malang. Bersama rekan lain, kami mulai mengikuti dengan tekun acara demi acara.

Menulis, ternyata harus dimulai dengan hati, semangat, dan keseriusan. Tidak ada kata “pemula” dalam menulis, itu kata yang sangat mengiinspirasi kami dari Nova Indra, pembimbing penulisan ini.

Semangat itu menggelora, sembari satu persatu ilmu, informasi tentang menulis kami dapatkan, ternyata menulis itu mengasikkan. Ibarat seseorang membutuhkan makan untuk hidup, akhirnya makan itu menjadi kebutuhan rutin. Seperti itu pula menulis, kalau dibiasakan menulis barang satu jam sehari, dalam waktu sebulan, menulis akan menjadi sebuah kebutuhan.

Selain informasi itu, banyak kami dapatkan ilmu baru dalam penulisan. Yang juga mengesan bagi adalah pesan bahwa jangan hanya menulis Penelitian Tindakan untuk anak-anak bermasalah, namun juga tulislah anak-anak yang cerdas untuk penulisan PTK. Ini juga menginspirasi saya.

Informasi yang lain juga membanjiri ruang imajinasi adalah untuk bersegera membuat tulisan. Indah rasanya, semoga semangat ini tidak hanya seperti kiasan “panas-panas tahi ayam”, tapi betul-betul riil, nyata bisa saya wujudkan dalam waktu dekat ini. Dan mulai dari sekarang ini.

Pengalaman ini memunculkan ide awal bahwa kita harus menulis. Pikiran awal yang akan penulis tuliskan perdana adalah mengenai guru. Guru harus mempunyai “second office”. Seperti yang dikatakan seorang bapak saat SMK Negeri 5 Malang diakreditasi. Guru harus kreatif, dan saya berpikir, menulis tentang hal ini sangat menarik. Saya pasti bisa. Itu yang menggelora dalam hati dan pikiran saya saat ini.

Penulis: Ag. Edi Purwidiatmaka (Guru SMK Negeri 5 Malang)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment