Menulis Artikel; Menulis Berdasarkan Fakta, Interpretasi dan Opini

By Redaksi 14 Apr 2017, 14:30:19 WIB Sekolah Indonesia Menulis
Menulis Artikel; Menulis Berdasarkan Fakta, Interpretasi dan Opini

Keterangan Gambar : Sumber: Google


Menulis artikel berbeda dengan menulis berita. Kalau berita, apa yang ditulisnya itu harus berdasarkan fakta atas kejadian atau peristiwa yang terjadi. Boleh juga penulisan berita ditambah dengan interpretasi, sepanjang itu diperuntukkan bagi penjelasan fakta. Tetapi menulis berita, sama sekali tidak diperbolehkan memasukkan opini.

Artikel dalam bahasa Inggris ditulis “article.Sedangkan menurut kamus lengkap Inggris-Indonesia karangan Prof. Drs. S. Wojowasito dan W.J.S. Poerwodarminto, article berarti “karangan.Sementara “artikel” dalam bahasa Indonesia, menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia berarti karangan di surat kabar, majalah dan sebagainya.

Dalam lingkup jurnalistik, para pakar komunikasi menerjemahkan artikel, berdasarkan sudut pandang masing-masing. Menurut R. Amak Syarifudin (Djuroto dan Bambang, 2003:3-4), artikel adalah suatu tulisan tentang berbagai alat, mulai politik, sosial, ekonomi, budaya, teknologi, olah raga dan lain-lain. Misalnya tulisan mengenai kehidupan kewanitaaan, pemuda, pendidikan, sejarah, film, drama dan sebagainya. Tulisan semacam ini tidak terikat gaya bahasa maupun format tulisan. Tetapi untuk mendapatkan pembaca-nya, penulis artikel harus pandai mengungkapkan gaya tulisannya, agar tidak membosankan.

Penulisan artikel di media massa, tidak harus dilakukan oleh wartawannya sendiri, orang luar pun bisa menyumbangkan artikelnya. Dalam prakteknya penulisan artikel pada surat kabar atau majalah, kebanyakan dari luar. Sedang menurut Tjuk Swarsono, artikel adalah karangan yang menampung gagasan dan opini penulis, bisa berupa gagasan murni atau memungut dari sumber lain, referensi, perpustakaan, pernyataan orang dan sebagainya.

Untuk mewadahi penyampaian opini masyarakat pada surat kabar atau majalah, disediakan kolom khusus yaitu halaman opini (opinion page). Lantas apakah penulisan artikel harus full opinion? Jawabnya tidak juga. Menulis artikel boleh dimulai dengan pemaparan fakta sebagai data dari apa yang akan ditulisnya. Dari data yang ada itulah penulis bisa memberikan pendapat, pandangan, gagasan, atau bahkan interpretasi dari fakta yang ada pada data tersebut.

Agar tidak dibingungkan oleh istilah fakta, interpretasi dan opini, berikut perbedaan ketiga istilah tersebut. Fakta adalah kenyataan yang ada sesuai dengan data yang sebenarnya. Fakta bukan buah pikiran atau pernyataan. Namun demikian, buah pikiran atau pernyataan bisa menjadi fakta, asalkan dilatarbelakangi oleh peristiwa yang sebenarnya. Ini disebut dengan fact in idea. Contoh Majelis Ulama Indonesia menyatakan. Bahwa bumbu masak tertentu adalah haram. Pernyataan ini didasarkan pada penelitian mereka, yang menemukan bahan baku pembuatan bahan dimaksud terakumulasi lemak babi atau lainnya. Penjelasan MUI tersebut meskipun merupakan pernyataan, bisa dianggap sebagai fakta karena pernyataan itu dilandasi dari hasil suatu penelitian.

Interpretasi adalah hasil pemikiran berupa penafsiran, pengertian atau pemahaman. Boleh jadi penafsiran, pemikiran atau pemahaman seseorang dengan orang lain akan berbeda. Contoh: Presiden Abdurrahman Wahid, ternyata menyatakan bumbu masak tertentu adalah halal. Menurutnya, lemak babi yang digunakan pada proses pembuatan bumbu tersebut tidak menyentuh langsung bahan baku. Lemak babi hanya berfungsi memisahkan sel-sel pada tetes tebu sebagai bahan baku utama, sehingga tidak langsung menyentuh apalagi bercampur dengan bahan baku bumbu dimaksud.

Sedang opini adalah, pendapat atau pandangan seseorang atau kelompok terhadap masalah atau peristiwa yang terjadi. Contoh pada kasus bumbu masak tersebut, muncul berbagai pendapat (opini) yang di antaranya menyatakan, bahwa Presiden Abdurarrahman Wahid menghalalkannya, karena khawatir kehilangan investasi dari negara produsen yang menanamkan modalnya pada perusahaan terkait. Dan banyak lagi contoh opini lainnya.

Kesimpulannya, menulis artikel, bisa terdiri dari ketiganya, yaitu fakta, interpretasi, dan opini. Penulisan artikel berbeda dengan komentar. Jika komentar tulisannya terfokus untuk menanggapi, atau mengomentari nuansa atau fenomena dari suatu permasalahan yang terjadi. Sedangkan artikel, penulisannya tidak sekadar mengomentari masalah, tetapi bisa juga mengajukan pandangan, pendapat atau pemikiran lain, baik yang sudah banyak diketahui masyarakat maupun yang belum diketahui.

Kegunaan artikel bagi penerbit surat kabar atau majalah, adalah untuk membedakan pemuatan antara berita (fakta) dan opini. Hampir semua penerbitan surat kabar atau majalah menyediakan satu halaman artikel atau lebih. Khusus untuk artikel yang disebut opinion page. Halaman ini memberi kesempatan kepada khalayak pembacanya untuk menyampaikan pendapatnya (opini). Bagi penerbit media massa pengiriman artikel oleh pembacanya, merupakan bukti umpan balik bagi penerbitannya.

Bagaimana Menulis Artikel

Pada proses penulisan artikel, kebiasaan yang ada berkisar antara 300 sampai 1000 kata. Secara garis besar, langkah-langkah menulis artikel dapat kita bagi menjadi beberapa poin penting berikut ini:

  1. Tentukan Tema

Penulisan artikel disarankan untuk memilih tema yang spesifik. Semakin spesifik sebuah tema yang digagas, semakin menarik minat pembaca.

  1. Tetapkan Tujuan penulisan

Kebanyakan artikel, apalagi dalam artikel jenis deskripsi dan narasi, tidak menyatakan tujuan penulisan secara jelas melainkan terselubung dalam paragraf. Karena itu, menghindari kesia-siaan, tetapkan tujuan penulisan. Penetapan tujuan ini, tergambar pada pokok pikiran yang tergambar nyata dalam rangkaian paragraf.

  1. Rumuskan ide pokok atau masalah dalam bentuk pertanyaan

Dalam penulisan artikel, pertanyaan yang menjadi ciri rumusan masalah ini, sering muncul tersirat ketimbang tersurat, khususnya pada artikel jenis deskripsi dan narasi.

  1. Kembangkan tema dan pembahasan sesuai dengan jenis artikel

Fokus pada pembahasan tema, jangan melebar pada kalimat rancu dan bermakna ganda. Hal ini untuk menghindari kebingungan pembaca terhadap isi sebuah artikel.

  1. Buatlah kesimpulan

Pada paragraf akhir, pertemukan pembaca dengan sebuah kesimpulan dari bahasan yang ada. Hal ini membantu pembaca mengunci pemahaman terhadap tema pokok yang digagas oleh penulis artikel.

Namun, satu hal yang lebih penting adalah mengetahui dan menentukan jenis artikel apa yang ingin anda tulis. Pengetahuan tentang ini sangat penting, sebab tiap jenis artikel memiliki cara penulisan berbeda.

Jenis Penulisan Artikel

Dari penjelasan di atas, silahkan pilih satu dari lima jenis artikel berikut ini yang akan anda tulis, apakah deskripsi, narasi, eksposisi, argumentasi ataukah persuasi.

Artikel Deskripsi

Artikel deskripsi adalah karangan yang bertujuan untuk menulis gambaran suatu fakta sehingga pembaca dapat membayangkannya di dalam benak.

Cara Penulisan Artikel Deskripsi

  1. Tentukan objek, baik berupa keadaan atau konsep yang mau dideskripsikan
  2. Tentukan juga tujuan penulisan.
  3. Tentukan rumusan ide pokok
  4. Kembangkan tulisan ke menjadi urut-urutan. Apakah berdasarkan urutan waktu: pagi-siang-sore; atau jam 1, jam 2, jam 3; atau tahun 2000, tahun 2003, tahun 2005; atau menggunakan urutan tempat: dari pinggir ke tengah; dari pangkal ke ujung; atau kita ingin memakai urutan kepentingan: dari yang paling penting, penting ke yang kurang penting.
  5. Tutup dengan paragraf yang menyimpulkan obyek yang dideskripsikan.
     

Artikel Narasi

Artikel jenis ini ditujukan untuk menceritakan suatu keadaan atau situasi, baik berdasarkan urutan waktu atau urutan kejadian. Dalam tulisan ini harus ada tokohnya. Seperti dalam cerita pada umumnya, sang tokoh digambarkan sebagai sosok yang bergulat dengan konflik kehidupan. Adanya konflik inilah yang akan membuat tulisan jenis ini menarik. Sebab bila tidak ada konflik, maka sebuah narasi akan menjadi hambar.

Cara penulisan artikel narasi

  1. Tentukan tema
  2. Tentukan tujuan
  3. Tentukan rumusan ide pokok
  4. Kembangkan tulisan dengan membuat alur cerita: awal – tengah – akhir. Bagian awal buatlah pembukaan yang menarik; Bagian tengah gambarkan pergulatan hidup sang tokoh sampai pada puncak konflik alias klimaks;
  5. Setelah itu, buatlah anti klimaks sebagai penutup.

Artikel Eksposisi

Ertikel jenis ini merupakan karangan yang bertujuan untuk menguraikan suatu topik. Dapat berupa uraian tentang definisi, fungsi, bagian dan kegunaan suatu konsep. Dapat juga berupa langkah, cara atau proses mengerjakan sesuatu.

Cara Penulisan Artikel Eksposisi

  1. Tentukan tema
  2. Tentukan tujuan
  3. Tentukan rumusan ide pokok
  4. Bila karangan ditujukan untuk menjelaskan pengertian, maka kembangkan karangan dengan menyajikan data dan fakta untuk menguatkan definisi atau proses.
  5. Dan bila karangan ditujukan untuk menjelaskan proses, maka detilkan prosesnya.
  6. Berikan kesimpulan

Contoh artikel ini dapat anda temukan bertebaran di internet yang berkenaan dengan: definisi, fungsi, manfaat, peran, atau artikel yang berisi panduan melakukan sesuatu alias How To. Contoh artikelnya silakan lihat disini. Jenis tulisan pada contoh ini adalah berbentuk How To.

 

Artikel Argumentasi

Artikel ini berupa karangan adu argumen. Penulisannya dilatarbelakangi oleh kritik terhadap suatu pendapat. Penulis biasanya akan memasukkan opini pribadi kedalam tulisan, tentu dengan data atau fakta yang mendukung, sehingga pendapatnya bisa menarik dukungan dari pembaca.

Cara Penulisan Artikel Argumentasi

  1. Tentukan tema
  2. Tentukan tujuan
  3. Tentukan rumusan ide pokok
  4. Kembangkan karangan dengan menyajikan data dan fakta untuk menguatkan pendapat sendiri dan melemahkan pendapat lain.
  5. Berikan kesimpulan

 

Artikel Persuasi

Artikel jenis ini terkenal juga dengan arikel motivasi. Sebab penulisannya bersifat membujuk alias persuasif. Efeknya dapat menggerakkan pembaca untuk melakukan atau mengikuti sesuatu.

Cara Penulisan Artikel Persuasi

  1. Tentukan tema
  2. Tentukan tujuan
  3. Tentukan rumusan ide pokok
  4. Kembangkan karangan dengan menyajikan data dan fakta untuk meyakinkan orang lain sehingga dapat menggerakkan mereka.
  5. Berikan kesimpulan

Penulis: Nova Indra (Direktur P3SDM Melati)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment