Menulis Sepanjang Masa? Why Not...

By Redaksi 30 Jan 2018, 09:40:57 WIB Sekolah Indonesia Menulis
Menulis Sepanjang Masa?  Why Not...

WPdotCOM -- Tak perlu bakat dan ragu. Hanya berlatih dan melakukannya, pasti tercipta sebuah karya yang tak terduga.

Jika hanya mengikuti rutinitas harian, sebagai seorang guru ataupun diberi tanggung jawab dengan tugas tambahan di sekolah yang seabreq, maka kapan bisa meningkatkan kemampuan diri? Oleh karena itu, sangat diperlukan tambahan ilmu yang tidak hanya didapat di dunia pendidikan dalam lingkup sekolah saja, tapi dengan bergabung dalam kegiatan dimana terdapat  para praktisi pendidikan dari berbagai sekolah, dan juga para ahli di bidang tulis-menulis. Di sinilah ilmu bertambah luas.

Pada awalnya menulis merupakan suatu momok yang membuat siapa saja enggan melakukannya. Tapi tidak kita sadari, dari bangun tidur hingga tidur lagi dalam satu hari saja, sudah berapa ratus kata yang bisa dituangkan dalam tulisan. Setiap kegiatan yang dilakukan, bisa dituangkan dalam tulisan dan akan sangat bermanfaat buat diri sendiri maupun orang lain yang membacanya.

Di lingkungan pendidikan adalah refleksi  dunia kecil yang sangat beragam variannya, siswa tidak pernah masuk sekolah karena bermasalah di rumah, siswa pintar tapi merasa dikucilkan oleh teman, siswa merasa tidak cocok dengan guru, siswa alergi upacara, siswa ingin menyatukan orang tuanya yang telah berpisah. Atau orang tua yang sudah belasan tahun tidak bertemu dengan anaknya,  serta masih banyak cerita lain yang bisa dijadikan bahan tulisan.

Setelah mendapatkan banyak masukan dan inspirasi dari para penulis, maka akan timbul pertanyaan besar yaitu “ Menulis? Why not..” dan jawab percaya diri pun muncul “menulis setiap detil langkah dan tindakan, akan menggubah dunia kecil kita menjadi dampak yang besar terhadap perubahan dunia mereka kelak.”

Masih terbersit kalimat yang tidak pernah akan terlupakan “jika guru SD bertatap muka dengan muridnya lebih dari 20 kali,  maka guru tersebut juga akan terbawa dampak sikap seperti muridnya” maka dapat disimpulkan jika dalam 20 hari saja setiap 30 menit kita luangkan waktu untuk menulis minimal 350 kata, maka menulis tidak akan menjadi sulit lagi.

Selain menjadi kebiasaan, itu juga akan menjadi barang bukti apa yang telah kita lakukan dalam keseharian.

Penulis: Tri Wahyuni (Guru SMK Negeri 8 Kota Malang)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment