Pendidik dalam Perkembangan Kemajuan Teknologi Informatika

By Redaksi 17 Sep 2017, 22:24:38 WIB Sekolah Indonesia Menulis
Pendidik dalam Perkembangan Kemajuan Teknologi Informatika

Keterangan Gambar : Ilustrasi


WPdotCOM -- Guru adalah profesi yang mulia. Mendidik dengan hati dan perasaan. Begitulah tuntutan sebenarnya bagi seorang guru yang sekarang sebutannya di K13 adalah pendidik.

Apapun sebutan bagi seorang guru bukanlah masalah. Ada sebutan pendidik, pengajar, dan pemateri  dan lainnya. Semua tidak akan mempengaruhi karakter dasar seorang guru.

Di era teknologi informasi  yang makin berkembang pesat saat ini, terkadang penguasaan perangkat teknologi dan update keilmuan, sangat dibutuhkan untuk pengembangan kompetensi guru di Indonesia. Pemahaman tentang gadget dan aplikasi  digital, sangat diperlukan dalam rangka pengayaan dan implementasi mengajar di kelas, bila tidak ingin dianggap kudet dan jadul oleh murid. Semakin berkembangnya dunia teknologi, seorang guru pun dituntut juga mengembangkan kompetensinya, bukan hanya diam duduk termenung menyaksikan kecanggihan murid asuhannya.

Berbagai kemudahan aplikasi pembelajaran, saat ini sudah banyak tersebar di  dunia maya. Baik aplikasi berbayar maupun gratisan. Dari sana, sebaiknya sebagai seseorang yang mau meningkatkan kompetensinya, bisa menyisihkan waktu untuk mempelajari, dan mencobanya untuk membuka diri terhadap perkembangan dunia pendidikan.

Aplikasi pengembangan bahan ajar, pengolahan nilai, sharing materi dan lainnya, semua tersedia. Tinggal lagi sebagai pribadi yang mau berkembang, apakah sebagai guru mau mempelajarinya? Padahal di depan kelas sebagai pendidik sering berpesan kepada murid ketika mereka akan pulang sekolah, “Anak-anakku sayang, jangan lupa PR-nya dikerjakan yaaa..., dan jangan lupa selalu belajar biar sukses.“ Nah, sering kali kata-kata itu meluncur dari mulut seorang guru. Tapi pada kenyataannya, sebagai seorang pendidik terkadang lupa belajar. Is that fair enough?

Alasan pembenaran bahwa seorang guru adalah juga sebagai pribadi yang memiliki keluarga yang harus dilayani, sering menjadi pokok permasalahan. Sepulang dari mengajar sibuk mengurus keluarga, memberi  les sana-sini, dan belanja ke mall, adalah salah satu modus kuat yang sering terlontar. Marilah, mulai sekarang kita bijak dengan kondisi ini.

Menjadi sukses bukan masalah fasilitas tapi lebih pada urusan mentalitas. Banyak ragam gadget yang kita punya, mulai dari hape Android, laptop, tab, dan lain sebagainya.  Mari manfaatkan dengan maksimal untuk peningkatan kompetensi. Bukan sekedar hanya untuk chat dan browsing berselancar di google yang kurang nilai manfaatnya.

Kembali pada guru mendidik  dengan hati, kita bisa mulai sekarang mendidik murid dengan hati dan perasaan dengan penggunaan gadget yang bijak. Alangkah bahagianya murid, jika gurunya bisa mengembangkan bahan ajar dengan menfaatkan gadget mereka? Sungguh akan menggairahkan jika ini terjadi di kelas. Kita bisa tetap mengajar dengan metode yang tidak membosankan, bahkan kehadiran kita akan dinantikan, karena mereka akan mengerjakan tugas dari kita tanpa beban. It just happy learning!

Sebagai guru yang mempunyai hati dan perasaan, pastilah kita puas jika bisa membimbing murid dengan cara yang benar. Menggunakan teknologi dengan tepat. Melarang situs yang tidak baik dan menyarankan aplikasi yang benar.  Selain kita meningkatkan kompetensi  pribadi, hal ini akan menambah semangat dan motovasi belajar murid, dan tentunya memudahkan kegiatan belajar mengajar. Salam literasi

Penulis: Santy Fidrianna, SE, MM (Dir. Publikasi dan Penerbitan P3SDM Melati – Guru SMK Telkom Malang)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment