Pendidikan Karakter Generasi Melayu, Melaratnya pada Budi Matinya pada Janji

By Redaksi 11 Mei 2018, 13:26:08 WIB Budaya Nusantara
Pendidikan Karakter Generasi Melayu, Melaratnya pada Budi Matinya pada Janji

WPdotCOM – Dalam keseharian anak Melayu, dimanapun mereka berada menjalani kehidupan, mereka adalah pribadi yang tahu diri.

Memposisikan diri sebagai seorang pribadi yang menjadi bagian dari masyarakat komunal, adalah kepiawaian anak Melayu. Bagaimana mereka bertindak dan berperilaku, diikuti oleh setiap rasa yang ada dalam dirinya.

Anak Melayu tidak akan pernah menjadi sosok yang sombong dengan perilaku aneh dalam masyarakat. Dikenal luas di kalangan masyarakat, mereka adalah person yang lebih banyak diam daripada bicara hal tidak penting. Bukan berarti mereka kekurangan bahan obrolan, dalam dirinya telah ditempa dengan segala informasi dan pengetahuan yang cukup, hal itulah yang menjadikannya memilih untuk tidak berperilaku sebagai sosok suka berbual.

 

tahu diri dengan perinya

tahu marwah dengan tuahnya

tahu alur dengan patutnya

 

Pribadi anak Melayu memiliki jiwa yang perasa. Lebih banyak menyimpan pemikiran atas apa yang dilaluinya dalam keseharian. Mereka adalah bagian dari masyarakat yang selalu menilai gejala alam. Setiap hikmah yang diambilnya dari komunikasi sosial, baik secara pribadi maupun dalam lingkungan yang lebih besar, mereka menjadikannya alat penilaian terhadap apa yang sebenarnya ada di balik semuanya.

Mereka adalah person yang tidak asal bicara bila tidak dibutuhkan demi kebaikan. Diam dan melihat, menjadi bagian dari perilakunya demi menjaga marwah diri di tengah pergulatan dunia yang kadang kejam dan menyakitkan.

Mereka pandai menempatkan diri. Bukan asal berdiri di depan tanpa pengetahuan, lalu mengorbankan harga diri dan marwah yang tuahnya harus dipertahankan. Mereka adalah pribadi yang tahu alur kejadian, tahu pula kepatutan yang mesti dijadikan pedoman. Karena itu, anak Melayu terlihat berbeda dari sebagian generasi lain. Prinsip hidupnya lebih terpapar dalam keseharian dan mudah dilihat secara gamblang.

Sebagai pribadi yang menjaga marwah, tahu alur kehidupan dan mendalami teori kepatutan, mereka tumbuh berkembang sebagai sosok yang berani memegang prinsip yang kuat dan tanpa tawar-menawar.

 

setianya pada sumpah

melaratnya pada budi

matinya pada janji

 

Adagium ini sangat dikenal dalam tatanan masyarakat Melayu. Memegang prinsip hidup yang mungkin akan berdampak pada pola hidup, bukanlah sesuatu yang memberatkan generasi. Mereka adalah generasi yang setia pada setia kesungguhan yang diutarakan melalui ucapan dan perbuatan. Mereka berani melarat hanya karena membuktikan betapa sebuah prinsip harus dibela untuk sebuah marwah yang tuahnya bukan saja di dunia, namun mengalir sampai ke akhirat utk dipertanggungjawabkan di depan Sang Maha Kuasa, Allah ‘Azza wa Jalla.

Penulis: Nova Indra Tuanku Mudo (Pimpinan lembaga Pusat Pengkajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia – P3SDM – Melati)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment