Penelitian Tindakan, Tidak Sulit Namun Butuh Keseriusan

By Redaksi 04 Mei 2017, 19:03:09 WIB Penelitian
Penelitian Tindakan, Tidak Sulit Namun Butuh Keseriusan

Keterangan Gambar : Ilustrasi (SUmber: Google Image)


WPdotCOM -- Berdasarkan Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Permen PAN dan RB), Nomor 16 Tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya, guru wajib mengumpulkan sejumlah angka kredit dari unsur kegiatan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB). Unsur PKB tersebut, terdiri dari tiga kelompok kegiatan yaitu (1) mengikuti kegiatan pengembangan diri, (2) menyusun publikasi ilmiah), (3) membuat karya inovatif.

Menyusun Publikasi Ilmiah, atau yang lebih dikenal sebagai Karya Tulis Ilmiah (KTI), merupakan salah satu kegiatan dalam pengembangan profesi yang dipublikasikan dalam bentuk laporan penelitian. Akhir-akhir ini, publikasi ilmiah yang berupa laporan Penelitian Tindakan Kelas (PTK), makin banyak dilakukan oleh guru. Bukan semata untuk mengumpulkan sejumlah angka kredit tetapi lebih dari itu, PTK dilakukan oleh guru dengan tujuan meningkatkan kualitas pembelajaran melalui pemberian tindakan kepada peserta didik di dalam kelas.

Guru melakukan penelitian tindakan, karena telah menyadari adanya kekurangan pada dirinya, yaitu pada kinerja yang dilakukan. Dengan kata lain, penelitian tindakan dilakukan karena ada keinginan guru untuk mendapatkan hasil yang lebih baik, dan memuaskan dari peserta didik, baik dari proses pembelajaran maupun dari hasil pembelajaran.

Penelitian tindakan kelas bukanlah menyangkut topik pokok bahasan atau materi yang akan disampaikan. PTK merupakan penelitian menyangkut penyajian topik pokok bahasan yang akan disampaikan, yaitu strategi atau pendekatan, metode atau cara untuk memperoleh hasil yang lebih baik dari yang lama melalui sebuah kegiatan uji coba atau eksperimen. Apabila eksperimen tersebut dilakukan berulang-ulang dalam bentuk siklus, maka eksperimen tersebut dapat menjadi sebuah penelitian kelas.

Para guru memahami, salah satu tujuan kegiatan pengembangan profesi adalah adalah dilakukannya kegiatan nyata di kelasnya. Selain itu, ditujukan juga untuk meningkatkan mutu proses dan hasil pemebelajarannya. Saat ini terdapat banyak inovasi baru dalam pembelajaran, misalnya metode pembelajaran baru yang memerlukan penerapan, atau adanya berbagai strategi yang dapat mengoptimalkan proses pembelajaran di kelas.

Bagi sebagian besar guru, niat dan usaha untuk meningkatkan proses dan hasil pembelajaran dikelasnya, sudah sering dan biasa dilakukan. Akan tetapi, sebagian guru mempunyai kesulitan dalam menuliskan laporan dan hasil kegiatannya.

Untuk memudahkan penyusunan laporan PTK, hal penting yang harus diketahui adalah garis-garis besar sistematika yang umum digunakan. Secara garis besar, laporan dibagi tiga bagian yaitu:

Bagian Pembukaan

Bagian Pembukaan yang terdiri dari, Halaman Judul, Halaman Pengesahan, Abstrak. Abstrak merupan pemadatan atau penyarian hasil penelitian, yang terdiri dari empat unsur, yaitu latar belakang, permasalahan penelitian, tujuan penelitian, dan hasil penelitian. Ditulis dalam satu halaman, spasi tunggal, maksimal tiga alinea.

Bagian Isi

Pada bagian isi, laporan memuat lima bab yaitu Bab I dengan judul Pendahuluan. Hal-hal yang melatarbelakangi permasalahan penelitian, yang dialami peneliti dan bagaimana upaya mencari langkah untuk mengatasinya, dituangkan dalam bab ini.

Pertama, Latar Belakang Masalah. Penyusunan Latar Belakang Masalah yang baik, adalah dengan memaparkan secara jelas tentang kondisi pembelajaran yang diinginkan, dan menjelaskan kenyataan yang terjadi sehingga terlihat gambaran kesenjangan antara kondisi yang diinginkan, dengan kenyataan yang terjadi. Di samping itu, latar belakang masalah juga harus menjelaskan bahwa masalah tersebut perlu diteliti dan dipecahkan. Uraiankan apa yang membuat peneliti gelisah, sekiranya masalah tersebut tidak diteliti. Dalam hal ini diperlukan informasi untuk menghilangkan atau mengurangi kesenjangan yang terjadi. Dalam pemaparan latar belakang masalah pada umumnya memakai pendekatan deduksi, yakni dari hal-hal yang sifatnya umum ke hal-hal yang sifatnya khusus.

Kedua, Rumusan masalah. Masalah penelitian dinyatakan dalam bentuk pertanyaan dengan mengajukan alternatif tindakan yang akan dilakukan. Keingintahuan akan lebih jelas apabila dinyatakan dalam kalimat tanya. Perumusan masalah, merupakan titik tolak bagi perumusan hipotesis tindakan. Dari perumusan masalah dapat menghasilkan topik penelitian atau judul penelitian. Hal yang juga sangat penting adalah rumusan masalah harus jelas dan padat.

Ketiga, Tujuan penelitian. Tujuan penelitian yang diuraikan harus berdasarkan rumusan masalah. Tujuan penelitian yang ingin dicapai (umum dan khusus) sehingga tampak jelas indikator keberhasilannya. Indikator keberhasilan itu, perlu ditulis karena akan menjadi target tindakan yang akan dilakukan.

Keempat, Manfaat penelitian. Pada bagian ini, penulis mengemukakan secara jelas manfaat penelitian bagi siswa, guru, maupun komponen lain yang terkait.

Sementara itu, pada Bab II dengan judul bab Kajian Teori dan Pustaka. Kajian Pustaka dimaksudkan untuk memberi petunjuk bahwa suatu tindakan itu dibenarkan secara teoritis. Artinya tidak ada tuntutan yang mendasar untuk untuk menguji teori yang sudah ada. Dan pada prosesnya dapat menggunakan literatur ataupun tulisan-tulisan pihak kedua, untuk memperkuat dasar teori yang ada pada bab ini.

Bagian-bagian yang sangat penting pada bab ini adalah: (a) Ada teori-teori terkait yang memberi arah atau petunjuk tentang variabel masalah yang akan dipecahkan melalui penelitian tindakan, secara lengkap dan rinci. (b) Ada usaha peneliti memberikan argumen teoritis, bahwa tindakan yang diambil didukung oleh referensi yang ada sehingga secara teoritis tindakan tersebut memiliki dukungan. Sangat diyakini oleh peneliti bahwa dengan tindakan yang diberikan melalui model/strategi ati pendekatan yang dipilih akan mampu mengatasi masalahnya. Dengan demikia, dimungkinkan dapat meningkatkan mutu pemebelajaran. (c) Dari uraian ini tergambar kerangka berpikir yang memberikan langkah dan arah penelitian tindakan, bahwa dengan model/strategi yang baru tersebut akan dapat memperbaiki masalahnya. (d) Hipotesis tindakan didasarkan pada kerangka berpikir yang telah disampaikan sebelumnya.

Pada Bab III penyusunan laporan PTK, diberi judul Metodologi Penelitian. Bagian bab ini berisi gambaran proses penelitian. Yaitu, peneliti diharapkan mampu menuliskan atau menguraikan langkah-langkah penelitian secara jelas dan padat.

Adapun langkah-langkah tersebut adalah sebagai berikut: (a) Jenis penelitian. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian tindakan kelas, yaitu penelitian reflektif oleh prilaku tindakan yang dilakukan oleh guru sendiri untuk memperbaiki proses pemebelajaran, yang menjadi tanggung jawabnya. Jenis penelitian ini diharapkan dapat memberikan cara atau prosedur baru untuk memperbaiki dan meningkatkan profesinalime guru dalam proses pembelajaran di kelas. (b) Setting Penelitian. Bagian ini terdiri atas lokasi penelitian, subjek penelitian, dan waktu penelitian. Sedangkan (c) Prosedur penelitian. Dalam prosedur penelitian, penulis mengemukakan secara jelas jumlah siklus yang telah dilakukan, tiap siklus berapa kali pertemuan, dan jelaskan secara rinci tahapan disetiap siklusnya (perencanaan, pelaksanaan, pengamatan disertai jenis instrumen yang digunakan untuk pengumpulan data, dan refleksi).

Bagian (d) Tekhnik pengumpulan data. Berisi penjelasan jenis data yang dikumpulkan yaitu dengan metode, atau cara bagaimana mengumpulan data, dan apa alat atau instrumen yang digunakan. Misalnya untuk mengukur hasil belajar siswa (tes) digunakan butir soal, untuk mengukur tingkat aktifitas siswa dalam proses belajar mengajar (observasi) digunakan lembar observasi. Sedangkan bagian (e) Analisis data, dengan muatan proses menyeleksi, menyederhanakan, memfokuskan, mengabstraksikan, mengorganisasikan, secara sitematis dan rasional untuk memperoleh jawaban dari permasalahan penelitian. Teknik analisis data yang digunakan perlu dilakukan secara jelas sesuai dengan jenis data yang dikumpulkan.

Untuk Bab IV, dengan judul bab Hasil Penelitian dan Pembahasan, merupakan bab yang paling penting dan sangat bermakna bagi peneliti, dibanding dengan bab-bab lainnya. Uraian yang dipaparkan merupakan hasil karya dari seluruh pikiran, pengamatan, perlakuan  yang dilakukan peneliti, tanpa didasarkan pada pendapat para peneliti atau ahli lain. Paparan yang diuraikan harus berdasarkan pada data yang telah diperoleh melalui pengamatan, angket, diskusi, wawancara ataupun tes.

Disamping itu, uraian pada bab ini harus menggambarkan kondisi kelas selama dan sesudah menggunakan metode atau strategi pembelajaran yang digunakan. Gambaran hasil penelitian disajikan sesuai dengan urutan tujuan penelitian. Kemukakan deskripsi hasil penelitian dari setiap siklus. Hal yang juga penting dalam bab ini adalah bagian pembahasan. Pembahasan dapat dilakukan bersamaan dengan melaporkan hasil penelitian di setiap siklus, namun akan lebih terarah kalau dibuat sendiri.

Bagian Penutup

Sebagai bagian penutup pada Bab V dengan judul Simpulan dan Saran, penulis menyampaikan kesimpulan uraikan pokok-pokok temuan PTK secara jelas, singkat, dan runtut. Dalam hal ini, perlu dicermati apakah pokok-pokok temuan yang disajikan sudah menjawab permasalahan yang diteliti. Dengan kata lain pokok-pokok temuan penelitian harus berkaitan atau mempunyai “benang merah” dengan masalah yang diteliti. Kesimpulan merupakan ringkasan dari hasil penelitian yang dirumuskan sesuai dengan perumusan masalah.

Sementara pada bagian saran, ada dua hal yang perlu diungkap, yaitu saran untuk penelitian lebih lanjut dan saran untuk penerapan penelitian. Saran dirumuskan berdasarkan hasil kesimpulan yang telah diperoleh dan  ditulis secara tegas serta ditujukan kepada berbagai pihak. Saran biasanya ditujukan untuk kepentingan pengembangan ilmu, lembaga dimana penelitian itu dilakukan, penelitian yang akan dilakukan (peneliti selanjutnya), sebagai tindak lanjut serta pengkajian yang lebih mendalam terhadap faktor-faktor yang belum dianalisis. Perlu diingat kembali bahwa PTK dilaksanakan untuk memperbaiki mutu proses belajar mengajar di kelas.

Bagian Penunjang

Bagian ini berisi daftar pustaka dan lampiran-lampiran yang menunjang PTK. Gunakanlah cara penulisan daftar pustaka yang berlaku. Adapun lampiran-lampiran berisi lampiran tentang program pembelajaran yang diberikan di setiap kelas, semua instrumen yang digunakan dalam penelitian, contoh lembar jawaban dari siswa dan guru, foto-foto kegiatan, izin penelitian, daftar hadir siswa, dan pernyataan kepala sekolah bahwa penelitian guru tersebut telah diseminarkan.

Demikianlah garis-garis besar sistematika penyusunan laporan PTK yang umum digunakan. Dengan membiasakan diri merespon permasalahan aktual yang muncul di lingkungan pembelajaran, dan adanya upaya untuk mengatasi permasalahan yang timbul, niscaya akan mampu meningkatkan kualitas pendidikan dan profesionalisme pendidik akan lebih mudah tercapai. (*)

Penulis: Yulia Aflinda, S.Pd Guru SMA Canduang, Agam




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment