Penerapan Lima Hari Sekolah (LHS), Dilema dan Dampaknya

By Redaksi 04 Nov 2017, 20:41:57 WIB Opini
Penerapan Lima Hari Sekolah (LHS), Dilema dan Dampaknya

Keterangan Gambar : Ilustrasi (Dok. Google)


WPdotCOM -- Sesuai dengan Permendiknas, penerapan Lima hari Sekolah yang sudah diterapkan di beberapa sekolah di kota Malang pada saat ini, memiliki berbagai pandangan. Plus minus serta dampak di masyarakat, cukup dirasakan oleh  sebagian pelaku pendidikan.

Menanggapi hal tersebut, memang belum semua sekolah di kota Malang memiliki sarana dan prasarana yang memadai untuk pelaksanaan LHS. Hal ini disebabkan berbagai faktor dan kendala yang dihadapi serta kesiapan dari berbagai pihak.  

Disamping masih menimbulkan berbagai polemik di masyarakat, penerapan LHS di sekolah SD harus melalui pengkajian dan uji coba serta pemetaan yang matang. Hal tersebut dikarenakan menyangkut berbagai elemen, dan tingkat kesiapan siswa.

Sesuai dengan program LHS yang menekankan pada Penguatan Pendidikan Karakter (PPK), dengan menitikberatkan penanaman sikap pada siswa yang Religius, Nasionalis, Mandiri, dan Gotong royong, wajib didukung oleh kelengkapan piranti di berbagai lini.

Jika lembaga sekolah sudah memiliki sarana dan prasarana yang cukup, serta guru dan tenaga pendidikan yang memadai, didukung program yang tersusun sesuai dengan perencanaan yang matang, maka program LHS di sekolah dasar akan terwujud dan berjalan lancar. Selain itu tentu sangat penting proses sosialisasi kepada wali murid dan masyarakat sekitar,

Sebenarnya, semua hal yang sifatnya baru memang menimbulkan beragam penafsiran dan anggapan, serta opini masyarakat. Banyak sekolah yang merasa belum siap dan belum mampu melaksanakan program tersebut.

Bila sekolah akan menerapkan LHS, harus melakukan evaluasi serta membenahi hal-hal yang perlu di banahi dan ditingkatkan. Dalam melaksanakan LHS, kebanyakan orang atau masyarakat menganggap dengan nama Fullday School, terdapat gambaran atau bayangan siswa  berada di sekolah sehari penuh dengan meninggalkan aktifitas rumah seperti mengaji dan kegiatan lainnya.

Sebenarnya di sekolah yang memiliki fasilitas lengkap, dan tenaga pengajar terpenuhi, di sekolah telah ada kegiatan ekskul keagamaan mengaji. Seiring dengan tersedianya berbagai ekskul lain sesuai tingkat kemampuan dan kecakapan siswa.

Penulis: Suipna (Guru SD Negeri Gadang 1 Kota Malang) 




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Write a comment

Ada 1 Komentar untuk Berita Ini

  1. Suipna 05 Nov 2017, 09:26:57 WIB

    Terima kasih Pak Nova Bu Santi semoga menjadi amal yang sholih,Aamiin,...

View all comments

Write a comment