Perjalanan ke Papua, Pengalaman Mengesankan Sebagai Pendidik

By Redaksi 28 Agu 2017, 14:16:29 WIB Suara Guru
Perjalanan ke Papua, Pengalaman Mengesankan Sebagai Pendidik

Keterangan Gambar : Ilustrasi (Sumber Google)


WPdotCOM -- Kala itu, aku diterima menjadi guru di Papua melalui Pemerintah Propinsi Jawa Timur dengan proses yang cukup rumit.

Setelah semua proses dilalui, pada hari keberangkatan yang ditentukan, kami diberangkatkan menggunakan kendaraan bus setelah ditampung dulu di Asrama Jaji Sukolilo Surabaya menuju bandara juanda. Di bandara aku dan rombonganku melewati pintu pemeriksaan yang menggunakan sinar X untuk mendeteksi benda yang dilarang dibawa.

Ketika tiba giliranku, aku mendengar suara yang mengejutkan, dan petugas menghentikan langkahku. Petugas memeriksa diriku. Mereka mengecek apa yang menyebabkan alat tersebut berbunyi. Ternyata di dalam sakuku ada pisau lipat, yang biasa aku gunakan untuk mengupas buah atau yang lain. Dan akupun mendapat teguran.

Untungnya mereka tahu kalau rombongan kami adalah para guru yang dikirim oleh Pemerintah Propinsi Jawa Timur, dan kami pun diperbolehkan membawanya.

Setelah melalui pemeriksaan, kami harus menunggu di ruang tunnggu beberapa menit. Selanjutnya satu rombongan dipersilahkan menuju pesawat dan menuju ketempat duduk masing masing.

Beberapa saat kemudian, terdengar suara bising yang menandakan pesawat akan berangkat. Dengan menggunakan pesawat Garuda yang sangat besar, kami pun terbang menuju bandara Hasanuddin Makasar.

Sesampai di sana, rombongan puni turun, karena pesawat yang akan kami gunakan beda dengan pesawat sebelumnya, tetapi masih sama milik maskapai penerbangan garuda.

Selama menunggu pesawat, kami berjalan hilir-mudik di lobi bandara. Petugas tidak memperkenankan kami jauh-jauh dari sana, takutnya nanti malah ketinggalan pesawat, katanya.

Beberapa saat kemudian tibalah pesawat yang akan kami gunakan menuju Papua. Sekitar pukul 13.30 WIB rombongan kami berangkat lagi menuju bandara Sentani di Jayapura, Irian Jaya. Akan tetapi, sebelum sampai di Sentani, pesawat kami mengisi bahan bakar di Pulu Biak Numfor.  Maka turunlah pesawat di bandara Frans Kaisepo beberapa saat untuk mengisi bahan bakar. Tidak lama, pesawat kembali melanjutkan perjalanan ke bandara Sentani sekitar pukul 16.00 WIT. Karena perbedaan waktu di Indonesia Timur,  maka kami mendarat sudah menjelang sore hari.

Sesampainya di bandara Sentani,rombongan kami dijemput oleh petugas dari Dinas Pendidikan Irian Jaya menggunakan bus yang membawa rombongan menuju tempat beristirahat, yakni di kompleks KONI di lapangan Mandala.

Penulis: Slamet Ponidi (Guru SD Negeri Bandungrejosari 2 Kota Malang)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment