Personal Dilemma; Sebuah Tinjauan Etika Bisnis (Bag. 1)

By Redaksi 16 Apr 2017, 09:10:29 WIB Artikel Ilmiah
Personal Dilemma; Sebuah Tinjauan Etika Bisnis (Bag. 1)

WPdotCOM -- Dalam sistem perekonomian pasar bebas, pelaku bisnis dibiarkan bersaing untuk berkembang mengikuti mekanisme pasar. Perusahaan dan lembaga bisnis, diarahkan untuk mencapai tujuan mendapatkan keuntungan semaksimal mungkin, Namun, dalam mencapai tujuan tersebut, pelaku bisnis kerap menghalalkan berbagai cara tanpa memedulikan tindakan, bahkan sampai melanggar etika yang seharusnya tetap dipegang teguh dalam rangka menjunjung tinggi nilai-nilai profesional.

Bisnis juga terikat dengan hukum. Dalam praktek hukum, banyak masalah timbul dalam hubungan dengan bisnis, baik pada taraf nasional maupun taraf internasional. Walaupun terdapat hubungan erat antara norma hukum dan norma etika, namun dua macam hal itu tidak sama. Ketinggalan hukum, dibandingkan dengan etika, tidak terbatas pada masalah-masalah baru, misalnya, disebabkan perkembangan teknologi.

Tanpa disadari, kasus pelanggaran etika bisnis merupakan hal yang biasa dan wajar pada masa kini. Secara tidak sadar, kita sebenarnya menyaksikan banyak pelanggaran etika bisnis dalam kegiatan berbisnis di Indonesia. Banyak hal yang berhubungan dengan pelanggaran etika bisnis yang sering dilakukan oleh para pebisnis yang tidak bertanggung jawab di Indonesia.

Berbagai hal tersebut, merupakan bentuk dari persaingan yang tidak sehat oleh para pebisnis yang ingin menguasai pasar. Selain untuk menguasai pasar, terdapat faktor lain yang juga mempengaruhi para pebisnis untuk melakukan pelanggaran etika bisnis, antara lain untuk memperluas pangsa pasar, serta mendapatkan banyak keuntungan. Ketiga faktor tersebut merupakan alasan yang umum untuk para pebisnis melakukan pelanggaran etika dengan berbagai cara.

Terjadinya pelanggaran nilai-nilai etika yang pada akhirnya meruntuhkan profesionalisme sebagai sebuah keniscayaan yang melekat pada perilaku bisnis, disebabkan oleh banyak hal. Menginginkan hasil dan target pencapaian semaksimal mungkin, menjadi bagian dari persoalan yang menimbulkan pelanggaran. Begitu pula dengan adanya persoalan-persoalan pribadi, serta karakter pelaku bisnis yang melatarbelakanginya.

Etika Bisnis; Pengertian dan Tujuan

  1. Pengertian Etika Bisnis

Secara gamblang, yang dimaksud dengan etika bisnis adalah cara-cara untuk melakukan kegiatan bisnis, yang mencakup seluruh aspek yang berkaitan dengan individu, perusahaan, industri dan juga masyarakat. Semua itu, mencakup bagaimana praktek menjalankan bisnis secara adil, sesuai dengan hukum yang berlaku, dan tidak tergantung pada kedudukan individu ataupun perusahaan di masyarakat.

Etika bisnis juga merupakan studi yang dikhususkan  mengenai  moral  yang  benardan salah. Studi ini berkonsentrasi pada standar moral, sebagaimana diterapkan dalam kebijakan, institusi, dan perilaku bisnis. Etika bisnis merupakan studi standar formal, yang diterapkan ke dalam sistem dan organisasi yang digunakan masyarakat modern, untuk memproduksi dan mendistribusikan barang dan jasa dan diterapkan kepada orang-orang yang ada di dalam organisasi bisnis.

Etika bisnis lebih luas dari ketentuan yang diatur oleh hukum, bahkan merupakan standar yang lebih tinggi dibandingkan standar minimal ketentuan  hukum.  Hal itu disebabkan dalam kegiatan bisnis, seringkali ditemukan wilayah abu-abu yang tidak diatur oleh ketentuan hukum.

Berikut ini beberapa pengertian etika bisnis menurut para ahli:

  1. Zimmerer (1996:20), etika bisnis adalah suatu kode etik perilaku pengusaha berdasarkan nilai-nilai moral dan norma yang dijadikan tuntunan dalam membuat keputusan dan memecahkan persoalan.
  2. Ronald J. Ebert dan Ricky M. Griffin (2000:80), etika bisnis adalah istilah yang sering digunakan untuk menunjukkan perilaku dari etika seseorang manajer atau karyawan suatu organisasi.
  3. K. Bertens, Pengantar Etika Bisnis, (Yogjakarta: Penerbit Kanisius, 2000, Hal. 5), etika bisnis adalah pemikiran refleksi kritis tentang moralitas dalam kegiatan ekonomi dan bisnis.

Sementara itu, Velasquez menjelaskan bahwa Etika Bisnis merupakan studi yang dikhususkan mengenai moral yang benar dan salah. Studi ini berkonsentrasi pada standar moral sebagaimana diterapkan dalam kebijakan, institusi, dan perilaku bisnis. Senada dengan Velasquez, Hill dan Jones menjelaskan bahwa Etika bisnis merupakan suatu ajaran untuk membedakan antara salah dan benar, guna memberikan pembekalan kepada setiap pemimpin perusahaan, ketika mempertimbangkan untuk mengambil keputusan strategis yang terkait dengan masalah moral yang kompleks.

Pada sisi lain, Von der Embse dan R.A. Wagley dalam artikelnya di Advance Managemen Journal, memberikan tiga pendekatan dasar dalam merumuskan tingkah laku etika bisnis, yaitu:

Utilitarian Approach: setiap tindakan harus didasarkan pada konsekuensinya. Oleh karena itu, dalam bertindak seseorang seharusnya mengikuti cara-cara yang dapat memberi manfaat sebesar-besarnya   kepada   masyarakat,

dengan cara yang tidak membahayakan dan dengan biaya serendah-rendahnya.

  1. Individual Rights Approach: setiap orang dalam tindakan dan kelakuannya memiliki hak dasar yang harus dihormati. Namun tindakan ataupun tingkah laku tersebut harus dihindari apabila diperkirakan akan menyebabkan terjadi benturan dengan hak orang lain.
  2. Justice Approach: para pembuat keputusan mempunyai kedudukan yang sama, dan bertindak adil dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan baik secara perseorangan ataupun secara kelompok.
  1. Tujuan Etika Bisnis

Selain mempertaruhkan barang dan modal untuk tujuan keuntungan, bisnis juga mempertaruhkan nama, harga diri, bahkan nasib manusia yang terlibat di dalamnya. Bisnis adalah bagian penting dalam dinamisasi masyarakat. Untuk itu, bisnis  juga membutuhkan etika yang setidaknya mampu memberikan pedoman bagi pihak-pihak yang melakukannya.

Pada proses menciptakan etika bisnis, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, antara lain adalah, pengendalian diri, pengembangan tanggung jawab sosial (social responsibility), mempertahankan jati diri dan tidak mudah untuk terombang-ambing oleh pesatnya perkembangan informasi dan teknologi, menciptakan persaingan yang sehat, menerapkan konsep pembangunan berkelanjutan,  dan konsistensi pada konsekuensi aturan yang berlaku.

Begitu pula dengan penumbuh kembangan keadaran terhadap apa yang menjadi konsesi bersama, baik dalam bentuk hukum positif berupa perundang-undangan, maupun yang menjadi norma serta kebiasaan.

Pada sisi ini, etika bisnis memainkan peran dalam menggugah kesadaran moral, serta memberikan batasan perilaku terhadap norma bisnis. Etika bisnis

mengajak para pelaku bisnis mewujudkan citra dan manajemen bisnis yang baik, agar bisnis itu pantas dimasuki oleh semua orang yang memercayai adanya dimensi etis dalam dunia bisnis. Hal ini sekaligus menghalau citra buruk dunia bisnis sebagai kegiatan yang kotor, licik, dan penuh tipu muslihat. Kegiatan bisnis mempunyai implikasi etis, dan oleh karenanya membawa serta tanggungjawab etis bagi pelakunya, baik secara makro maupun mikro.

Sumber bacaan:

Wikipedia, http://www.wikipedia.org

Etika Bisnis, Manuel G. Velasquez

Pengantar Etika Bisnis, Prof. Dr. Kees Bertens, M.Sc

 

Penulis: Santy Fidrianna, SE (Guru KWU SMK Telkom Malang/Mahasiswa Strata 2 Universitas Gajayana Malang)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment