Pesan untuk Para Aktivis (Tentang Karakter)

By Redaksi 14 Des 2017, 10:43:58 WIB Sekolah Indonesia Menulis
Pesan untuk Para Aktivis (Tentang Karakter)

Keterangan Gambar : Cover buku Pesan untuk Para Aktivis (Dok. Nova Indra)


WPdotCOM --Wahai para aktivis harapan bangsa, dimanapun kalian berada. Kadang kita merasa, di tangan kitalah terletak beban perbaikan negeri ini, padahal masih banyak orang-orang yang tidak pernah berbicara dan menepuk dada seperti kita. Mereka berbuat, mengorbankan dirinya untuk kepentingan masyarakat.

Kadang kita melihat dengan sebelah mata setiap mereka yang selama ini tidak pernah berkutat dengan demo, dengan slogan yang membuat tengkuk merinding bagi yang membacanya. Ingatlah! Mereka itu masih bagian dari diri kita sebagai saudara sebangsa.

Kadang kita meremehkan setiap orang yang juga pejuang hak, hanya karena mereka tidak berada dalam komunitas kita. Kita menjadi seorang yang sombong, angkuh, dan memandang apa yang jadi milik kita sekarang adalah yang terbaik. Sikap dan sifat itu, bukankah akan melahirkan Takabbur dan berbangga pada diri sendiri?

Tak jarang kita juga merasakan telah menjadi yang terbaik, sementara tanpa kita sadari, apa yang telah kita perbuat sering menyakiti orang-orang yang ada di sekitar kita. Kita anggap mereka adalah orang-orang bodoh yang perlu belajar dari kita tentang arti dan makna sebuah perjuangan dan profesionalitas. Padahal bila jujur kepada diri sendiri, belum secuilpun yang kita perjuangkan dalam keseharia, dibandingkan orang-orang di luar sana.

Bahkan, sering pula kita lupa, perjuangan yang dilakukan orang-orang yang menyayangi dan mencintai kita, ibu, ayah, kakak, adik dan saudara lain dalam keluarga. Mereka berjuang untuk memberikan yang terbaik untuk kita, agar menjadi orang ‘hebat’ di mata mereka. Mereka memberikan perhatian, yang kadang bagi kita adalah sebuah kekangan dan serasa dipenjarakan. Kita merasa dikuntit, diomeli dengan nasehat dan pandangan yang bagi kita adalah sarkasme.

‘Orang Hebat?’ Ya, seperti yang diharapkan oleh mereka yang setiap saat memperhatikan tingkah laku kita dengan kasihsayang yang mereka miliki. Kasihsayang yang tulus, bukan karena kepentingan untuk mereka sendiri. Kasihsayang dan cinta yang mereka berikan, tanpa pedulikan diri mereka sendiri.

Wahai para aktivis, aktivis pendidikan..

Bukan hanya kita di negeri ini. Masih banyak orang-orang yang lebih mampu dan lebih hebat dari kita. Jangan rendahkan semua orang hanya karena kita pandai bersilat lidah. Jangan rendahkan pandangan saat melihat orang yang dengan kasihsayanganya terbata-bata saat kita ‘kata-katai’ tentang segalanya.

Tidak perlu menghakimi orang-orang yang menyayangi dengan ungkapan yang dapat menyakiti, hanya karena ketersinggungan kita saat diingatkan tentang sesuatu. Tentang bagaimana menjadi sosok yang dicintai karena Ilahi, bukan karena wanginya tubuh, atau paras yang menggiurkan.

Penulis: Nova Indra (dari buku Pesan untuk Para Aktivis)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment