Selamat Tinggal Mental Telo

By Redaksi 11 Okt 2017, 14:18:09 WIB Opini
Selamat Tinggal Mental Telo

Keterangan Gambar : Santy Fidrianna (Dok. Nova Indra)


WPdotCOM -- Guru for kid jaman now. Istilah kekinian yang sering digunakan oleh anak jaman sekarang untuk sebutan guru generasi masa kini.

Menjadi seorang guru masa kini, yang bisa menjadi contoh bagi anak didik  tidak semudah yang dikatakan. Guru harus memberi teladan yang baik, bertutur  kata yang baik, dan berpikiran yang baik.

Teorinya memang seperti itu, tetapi sulit ketika berimplementasi di lapangan. Banyak faktor internal yang berasal dari diri sendiri, dan faktor external yang berasal dari lingkungan sekitar. Paling tidak, rambu-rambu sebagai seorang pendidik harus dijadikan pedoman.

Berusaha menjadi bijaksana dan berwawasan luas dalam pengambilan keputusan mendidik siswa, adalah sangat penting. Kedewasaan dalam bertindak dan berperilaku, dibutuhkan oleh seorang guru yang profesional. Kesadaran ini harus muncul sebagai bentuk tanggungjawab dari seorang guru, demi mencerdaskan anak bangsa

To be a teacher  juga merupakan proses menjadi murid bagi diri pribadi seorang guru. Guru dituntut untuk terus meningkatkan kompetensi, dan  mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan  dan teknologi. Guru harus membuka diri dengan perkembangan jaman. Jangan sampai seorang guru hanya berkutat dengan referensi yang terbatas, modul kucel dan saklek ke silabus. Murid jaman sekarang lebih gaul, lebih cepat mengakses informasi, dan lebih kritis. Apalagi jangan sampai guru dibuat sibuk dengan formalitas administrasi, dan melupakan diri untuk terus browsing new knowledge.

Guru juga jangan terlena dengan sertifikasi, dan lupa tugas utama; mentransfer ilmu, sharing experience, dan memfasilitasi mereka untuk mendapatkan lebih dari yang mereka harapkan. Jika guru bisa membuat mereka termotivasi, memiliki mimpi lebih dari guru, bersaing menjadi yang terbaik, maka di situlah letak kepuasan dan keberhasilan seorang guru.

Perkembangan teknologi saat ini  begitu serba cepat, canggih dan modern. Sedangkan jika guru  masih berpegang teguh pada doktrin, serta status quo yang memenjara kebebasan siswa untuk berinovasi dan berpikir kreatif, maka sudah saatnya sebagai guru kita mulai bermetamorfosis dengan laju perkembangan dunia IT. Kehidupan di dunia industry atau dunia usaha, sangatlah kejam seperti hukum rimba. Siapa yang kuat dia yang menang. Maka sudah saatnya kita gembleng anak didik kita supaya tidak punya "mental telo". Tapi tentunya kita juga harus tanamkan watak kepemimpinan, berperilaku yang baik, bertanggung jawab, gentle, dan high risk. Bukan hanya otak yang jalan .Tapi harus diimbangi dengan "attitude is everything."

Telo itu untuk dimakan, bukan untuk dijadikan mental. Selamat Meningkatkan Kompetensi Guru Indonesia!

Penulis: Santy Fidrianna, SE, MM (Dir. Publikasi dan Penerbitan P3SDM Melati & Guru SMK Telkom Malang)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment