Setiap Orang adalah Penulis, Lalu Mengapa Ragu Menulis Buku?

By Redaksi 29 Jan 2018, 15:07:27 WIB Artikel Ilmiah
Setiap Orang adalah Penulis, Lalu Mengapa Ragu Menulis Buku?

WPdotCOM -- Pembicara dalam kegiatan Workshop Menulis Buku dan Jurnal yang kami ikuti adalah Nova Indra.

Ia adalah seorang pria berusia kurang dari 48 tahun, pemilik Pusat Pengkajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (P3SDM) Melati. Sebuah lembaga yang berdiri  pada 5 Maret 2005. Dalam paparannya, ia pernah menerbitkan novel yang berjudul Senandung Cinta Aisyah. Sebuah novel budaya, serta antologi puisi, dan saat ini berkolaborasi dengan Santy Fidrianna menulis sebuah novel yang katanya mampu menguras habis air mata pembacanya.

Katanya menulis itu harus malu-maluin, siap untuk di baca oleh seluruh dunia. Ketika orang berkata tidak bisa menulis karena tidak punya bakat,  atau tidak tahu harus menulis darimana, maka sebenarnya itu hanya alasan. Mengapa?  

Menjadi penulis tidak perlu bakat! Ketika orang mengatakan tidak punya bakat menulis, tetapi ketika menulis surat kepada pacar, membuat status atau berkomentar di media sosial, chatting di WA, berinteraksi di twitter maupun Line, mereka bisa. Berapa kata, berapa kalimat yang tertuang di dalamnya. Jadi tidak ada alasan tidak bisa menulis. Yang perlu diingat “Jangan pernah menulis meniru gaya orang lain, karena masing-masing orang punya karakter sendiri-sendiri.

Berlatih menulis artikel yang harus dipahami adalah makna artikel. W.J.S. Poerwadarminta mengartikan artikel adalah karangan,  yang dalam bahasa Inggris article. Dalam kamus, artikel adalah karangan faktual secara lengkap, dengan panjang tertentu yang dibuat untuk dipublikasikan melalui koran, majalah, buletin, dan sebagainya. Yang bertujuan menyampaikan gagasan dan fakta yang dapat meyakinkan, mendidik, dan menghibur.

Artikel terbagi dalam beberapa jenis, diantaranya adalah artikel eksploratif, eksplanatif, deksriptif, dan peridiktif, serta preskriptif. Artikel eksploratif adalah artikel yang mengungkapkan fakta berdasarkan kajian penulisnya, penulisan hasil pengulangan sejarah salah satu contohnya. Penjelasan itu diberikan oleh narasumber secara keseluruhan.

Sementara itu, karya ilmiah adalah berbagai macam tulisan yang dilakukan leh seseorang atau kelompok dengan menggunakan tata cara ilmiah, demikian ujarnya. Dan dalam proses mengambil referensi karya tulis, ada banyak hal yang harus diingat. Salah satunya adalah, sumber dari blog gratisan tidak boleh dipakai sebagai referensi.

Penulis: Wiwik Andrianti (Guru SMK Negeri 8 Kota Malang)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment