SMPK Yohanes Gabriel Gelar Upacara HUT RI Ke-73 Bersama Veteran dan Perintis Kemerdekaan

By Redaksi 18 Agu 2018, 11:35:51 WIB Daerah
SMPK Yohanes Gabriel Gelar Upacara HUT RI Ke-73 Bersama Veteran dan Perintis Kemerdekaan

BLITAR, WPdotcom - Peringatan HUT Kemerdekaan RI Ke - 73 menjadi momentum yang sangat dibanggakan oleh seluruh rakyat Indonesia, umumnya bagi generasi muda dan khususnya bagi pelajar.

Hal ini yang menjadi kebanggaan tersendiri bagi pelajar di seluruh Indonesia dengan menjadi bagian dari segala kegiatan untuk memperingati Kemerdekaan.

Memaknai kemerdekaan pasti juga mempelajari proses terjadinya kemerdekaan yang merupakan bagian dari sejarah kebangsaan Indonesia, hal ini yang menjadi kebanggan bagi seluruh siswa- siswi SMPK Yohanes Gabriel bersama seluruh sivitas sekolah menggelar Peringatan HUT Kemerdekaan Indonesia yang ke-73 dengan menggelar Upacara Bendera dan Talk Show yang mengambil tema " Perjuangan Di Era Kekinian Bagi Generasi Muda " dengan menghadirkan para Veteran dan Perintis Kemerdekaan yang bersatu melaksanakan upacara secara bersama-sama di halaman sekolah bersama seluruh siswa-siswa dan seluruh sivitas sekolah dan tak ketinggalan juga diikuti oleh Wali Murid yang dipimpin oleh Inspektur Upacara, Kepala Sekolah pada Jumat ( 17/8 ).

Para Veteran dan Perintis Kemerdekaan sebagai pelaku sejarah yang berjuang langsung dan terlibat dalam perang untuk merebut kemerdekaan menjadi magnet tersendiri bagi siswa - siswi SMPK Yohanes Gabriel dan menjadi sejarah bagi sekolah karena dapat langsung bisa menghadirkan para Veteran dan Perintis Kemerdekaan karena sekolah menjalin kerjasama yang baik dengan berbagai elemen masyarakat dan pihak sekolah sangat mendukungnya.

Dalam rangkaian kegiatan memperingati HUT RI yang ke - 73 ini para Veteran dan Perintis Kemerdekaan juga menjadi nara sumber dalam acara Talk Show dengan memberikan motivasi kepada seluruh siswi - siswi.

Dalam uraian motivasi yang disampaikan Ketua YAPETA Blitar, HM. Ibnoe MN menjelaskan " bahwa pada siswa - siswi sebagai bagian dari generasi muda memberikan pesan jangan sekali - kali meninggalkan sejarah atau yang lebih dikenal dengan istilah Jas Merah, " terangnya.

Ditambahkannya bahwa perjuangan dan kemerdekaan bukan pemberian tapi benar - benar diperjuangkan dengan pertumpahan darah, maka untuk mengisi kemerdekaan harus tetap mengacu pada persatuan dan kesatuan bangsa," imbuhnya.

Di tempat yang sama Veteran sekaligus Perintis Kemerdekaan dari unsur TRIP, J. Soedarsono yang sudah memasuki usia 90 tahun mampu menyihir siswa-siswi SMPK Yohanes Gabriel "dengan pemberian motivasinya dengan kalimat yang berapi-api dan pekik MERDEKA tentang sejarah Pemberontakan PETA di Blitar yang dipimpin oleh Sodanco Suprijadi dimana beliaunya terlibat langsung sebagai salah satu dari empat pelaku sejarah yang mengantarkan Sodanco Surijadi ke Gunung Gedang, dan disanalah setelah mengheningkan cipta bersama-sama mereka tidak mendapatkan lagi Sodanco Suprijadi alias menghilang sampai detik ini," urainya.

Ditambahkan oleh Ketua YAPETA Blitar dalam talk show tersebut " bahwa perjuangan dimasa kini diharapkan para siswa - siswi agar terus mempelajari sejarah perjuangan bangsa secara utuh dari pra perjuangan sebelum kemerdekaan dan setelah Proklamasi Kemerdekaan RI yang hari ini kita peringati dan mengisi kemerdekaan dengan hal - hal yang positif dan tidak akan terulang lagi penjajahan dalam bentuk apapun karena kita sadar bahwa sekarang bentuk - bentuk penjajahan sudah berbagai model contohnya yang populer adalah dibidang teknologi informasi dan komunikasi ", tambahnya.

Harapan dari pihak sekolah, yang disampaikan oleh pihak Pantia, Bapak Guru EDO " dengan digelarnya acara seperti ini semakin menguatkan kecintaan kepada tanah air seperti yang disampaikan oleh para Veteran dan para Perintis Kemerdekaan, dan yang paling utama jangan sampai Kepaten Obor (terputusnya mata rantai, Red) dengan pelaku sejarah. Karena para pelaku sejarah adalah yang benar -benar berjuang merebut kemerdekaan. Maka selama masih ada pelaku sejarah kita sebagai generasi penerusnya khususnya pelajar sebagai bagian dari generasi muda harus sering-sering dipertemukan dengan para pelaku sejarah,pungkasnya. (hen/ich)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment