Tahun Pelajaran Baru, Masa Pendekatan Guru Kepada Siswa

By Redaksi 25 Jul 2018, 18:24:54 WIB Artikel Ilmiah
Tahun Pelajaran Baru, Masa Pendekatan Guru Kepada Siswa

WPdotCOM -- Tahun pelajaran baru telah tiba. Artinya, petualangan baru seorang guru dengan siswa baru di kelasnya juga akan dimulai. 

Melihat wajah siswa-siswa baru yang menyiratkan kebahagiaan, memasuki ruang kelas, adalah beban dan tugas bagi guru untuk memberi mereka pengetahuan yang cukup. Hal pertama yang dilakukan oleh guru, biasanya adalah mengenal nama-nama mereka.

Muridku satu persatu memperkenalkan diri dengan menyebutkan kegemaran masing-masing serta cita-cita mereka. Ada yang ingin menjadi tentara, guru, bahkan ada juga yang ingin menjadi pemancing profesional. Hari itu acara perkenalan sudah selesai, maka dimulailah dengan memperkenalkan beberapa aturan yang perlu diterapkan di kelas 5.

Aturan tersebut akan dijalan bersama, di antaranya, menjaga kebersihan dan kerapian kelas, selalu mengerjakan tugas, dan apabila ada pelanggaran maka konsekuensi sanksi telah menunggu. Ada juga peraturan tidak boleh bermain sepakbola pada saat jam istirahat. Peraturan ini sebenarnya menggangguku secara pribadi sebagai guru. Menurutku bermain sepakbola adalah salah satu cara siswa melepaskan ketegangan pada saat jam belajar.

Setelah 3 hari di awal tahun pelajaran, ternyata ada satu orang anak yang belum pernah aku lihat batang hidungnya. Nino namanya. Dia sama sekali tidak pernah masuk sekolah. Aku pun mencari informasi ke teman-temannya.  Mereka mengatakan kalau Nino seringkali bermain di waktu siang hari pada saat anak-anak pulang sekolah.

Untungnya keesokan harinya Nino muncul di kelas. Aku bertanya kepadanya kenapa dia tidak masuk selama 3 hari. Nino tidak menjawab apapun. Ia diam saja. Aku gregetan dengan sikapnya. Tiba-tiba ayahnya datang ke sekolah karena ada keperluan mengurus PIP. Informasi yang aku dapatkan dari Sang Ayah, Nino sulit sekali untuk bangun pagi. Ayah Nino sering marah karena Nino tidak mau bangun. Dan itu menjadi bagian dari tugasku untuk membimbing murid spesialku ini.

Sebenarnya kasihan juga aku dengan Nino. Ibunya telah meninggal 2 tahun yang lalu. Dan perhatian Sang Ayah terbagi dengan kesibukannya bekerja. Sebagai guru yang bertugas untuk membimbing siswanya dengan sepenuh hati, aku harus bisa memotivasi Nino agar menjadi anak yang lebih bertanggung jawab.

Langkah pertama mengajak ia berbicara. Pendekatan personal ini adalah langkah awal untuk membangun rasa percaya Nino kepadaku sebagai gurunya. Setelah Nino percaya kepadaku, maka Nino pasti dapat mengutarakan permasalahan yang dihadapi di rumah maupun di sekolah.

Langkah kedua yaitu memecahkan masalah dengan memberikan beberapa nasehat tentang pentingnya sekolah. Karena dengan bersekolah, murid tersebut akan punya banyak teman, dan bisa mewujudkan mimpi-mimpinya. Melalui serapan pengetahuan yang ia peroleh di sekolah, suatu saat kelak, ia akan dapat mewujudkan semua mimpi dan cita-citanya. Sehingga dapat membanggakan dan membahagiakan orang tua.

Penulis: Dewi Wulansari (Guru SD Negeri Tanjungrejo 2 Kota Malang)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment