Terampil Menulis Ternyata Tidak Butuh Mood

By Redaksi 06 Okt 2017, 12:32:09 WIB Opini
Terampil Menulis Ternyata Tidak Butuh Mood

Keterangan Gambar : Ilustrasi (Sumber Google)


WPdotCOM -- Ketika mendengar kata ‘menulis,’ terbayang di pikiran “bisa gak ya? Terus apa yang aku tulis? Apakah membuat judul karya tulis itu mudah? Bagaimana menyusun kata-kata yang benar?”

Pertanyaan-pertanyaan itu semakin membuat pikiran dipenuhi tanda tanya besar. Apalagi saat mendengar teman-teman mengatakan “habis ini diperas lho otaknya, segara makan!” Semakin penasaran rasanya dengan menulis karangan ilmiah.

Tepat pukul 13.10 setelah istirahat, sholat dan makan siang, peserta workshop Kepenulisan KTI kembali masuk untuk menerima paparan tentang karya ilmiyah. Peserta dengan serius  memahami materi yang dijelaskan mulai dari apa itu karya ilmiah, jenis karya ilmiah dan beberapa contoh pun diuangkapkan, bahwa dari kisah perjalanan menjadi karya ilmiah populer, masalah pembelajaran dijadikan penelitian, dan sebagainya.

Dari apap yang disampaikan pemateri, bisa saya simpulkan bahwa banyak hal, atau masalah kecil apapapun bisa dijadikan menjadi sebuah karya ilmiah. Di tengah-tengah penjelasan tersebut terbayang banyak inspirasi karya yang harus ditulis untuk dijadikan sebuah karya ilmiah. Tentang masalah-masalah tentang pendidikan Agama Islam, perilaku anak di era modern, motivasi perjalanan hidup, novel, cerita berdasarkan fakta dijadikan sebuah cerpen, menulis Penilitian Tindakan Kelas (PTK) dan karya-karya ilmiah dalam bentuk lain.

Banyak orang mengakatakan bahwa menulis itu butuh pikiran tenang, menulis itu sesuai dengan mood. Dulu sewaktu masih kuliah, dalam menyusun skripsi butuh tempat yang sepi, tenang, sampai tidak ada suara satu pun, tetapi  dari workshop dan menulis bebas ini bisa dijadikan sebuah kesimpulan bahwa menulis itu mudah. Menulis itu tidak harus menunggu mood, tidak butuh tempat yang tenang. Bahkan, ketika menulis  mendengar seseorang berbicarapun masih bisa mengeluarkan inspirasi. Memang menulis butuh inspirasi, tapi jika kita sudah mulai mengerjakan, maka pikiran kita akan mengeluarkan inspirasi dengan sendirinya.

Kini di benak saya sudah tidak lagi ada pertanyaan “bisa gak ya menulis?” Sempat terbayang membuat novel yang sudah dipublikasikan di banyak toko, dan cerpen yang dimuat di majalah. Banyak yang harus dipelajari, butuh waktu bertahap untuk bisa memahami tentang karya ilmiah. Semoga bayangan ini menjadi sebuah kenyataan, dan karangan bebas ini sebagai awal untuk karya-karya ilmiah selanjutnya.  So, menulis siapa takut!!!!

Penulis: Nisaus Salamah (Guru SD Negeri Bandungrejosari 2 Kota Malang)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment