Virus WannaCry Mewabah, Bagaimana Mengatasi Data yang Terenskripsi?

By Redaksi 16 Mei 2017, 10:31:12 WIB Ilmu Pengetahuan & Teknologi
Virus WannaCry Mewabah, Bagaimana Mengatasi Data yang Terenskripsi?

Keterangan Gambar : Tampilan Komputer yang dijangkiti WannaCry (Courtessy SOGELLIZER)


WPdotCOM – Serangan virus WannaCry sepekan terakhir telah mengguncang sebagian besar pengguna komputer secara internasional. Betapa tidak, sejak serangan pertama 12 Mei pekan lalu, sudah lebih 230.000 komputer di 150 negara yang diserang virus tersebut.

Virus yang pertama menyerang beberapa rumah sakit di Inggris ini berjenis Ransomware. Ransomware adalah sebuah jenis Malicious Software atau Malware yang menyerang komputer dengan cara mengunci komputer atau melakukan data-encrypt. Bila terkena serangan virus ini, semua file yang ada tidak bisa diakses karena enkripsi yang dilakukan penyerang.

Ransomware baru ini disebut Wannacry. Wannacry ransomware mengincar PC berbasis Windows yang memiliki kelemahan terkait fungsi Server Message Block (SMB) yang dijalankan di komputer tersebut.

Sebagaimana dilansir laman Wikipedia, ada beberapa nama panggilan untuk Ransomware ini. Diantaranya WannaCrypt, WannaCryp0r2.0, WCry dan WannaDecryptor. Menurut data dari beberapa negara yang diserang oleh virus ini, penyerang yang melakukan enkripsi data korban memberikan peluang pengembalian data dengan cara melakukan pembayaran tebusan senilai 300 US Dolar dalam bentuk uang digital Bitcoin. Dan dari pantauan di lapangan, terdapat 28 bahasa yang digunakan penyerang.

Di Indonesia sendiri, serangan virus siber juga telah memakan korban. Beberapa rumah sakit di Jakarta seperti RS Dharmais dibuat tak berdaya. Layanan data pasien terkunci sehingga layanan sangat terganggu. Begitu juga sejumlah perpustakaan universitas seperti perpustakaan Universitas Jember di Jawa Timur. Layanan terpaksa dirubah menjadi manual, dan para pengunjung hanya bisa membaca tanpa dapat dilayani proses peminjaman yang selama ini menggunakan sistim komputer.

Untuk mengantisipasi serangan yang mungkin saja masih akan berlangsung, beberapa pihak web-securities menganjurkan untuk para pengguna komputer berbasis Windows untuk melakukan update security komputer dengan menginstal Patch MS17-010 yang diterbitkan Microsoft. Selain itu, juga dianjurkan untuk menon-aktifkan fungsi SMBv1. Dan yang terpenting, bila memiliki data penting, para pengguna mesti melakukan backup file yang ada ke bagian lain. (*)

 

Penulis: Nova Indra




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment