Guru Bahagia, Guru yang Mampu Mencerdaskan Siswa

Shopee Indonesia
Shopee Indonesia

WPdotCOM — Pagi itu aku berangakat ke sekolah agak tergesa. Hari ini adalah hari pertama masuk sekolah yang  lokasinya agak jauh dari rumah.

Kusapa anak-anak dan teman-teman guru dengan memberikan senyuman yang manis. Ada rasa kangen yang menggebu di dalam hati karena lama tidak bertemu. Tahun ajaran baru ini aku diberi tanggung jawab oleh kepala sekolahku untuk menjadi wali kelas 1b.

Shopee Indonesia

Kutatap muridku satu persatu karena aku baru pertama kali bertemu dengan mereka. Ada 16 anak laki-laki dan 12 anak perempuan. Mereka sangat lucu dan imut. Aku butuh beberapa hari untuk mengetahui karakter masing-masing anak.

Shopee Indonesia

Satu minggu sudah anak-anak mulai menyesuaikan diri  dan saling mengenal satu sama lain. Aku juga mulai mengenal karakter murid-muridku, ada yang pendiam, pemalu, cerewet dan lain-lain.

Di sekolahku awal pembelajaran selalu dimulai dengan pembiasaaan asmaul husna dan literasi. Kegiatan literasi membiasakan anak-anak untuk senang membaca. Untuk kelas 1, anak-anak membaca buku-buku cerita ringan.

Masalah muncul berawal dari kegiatan literasi. Saat semua anak asyik membaca, ada satu anak laki-laki yang cuma membolak-balik buku dengan wajah muram dan tidak bersemangat. Kudekati anak itu secara perlahan, dan kutanya mengapa ia tidak membaca. Dengan lesu ia cuma menggeleng. Siswaku  ini memang termasuk salah satu anak yang pendiam.

Suatu saat di hari lain, saat kegiatan literasi ia kupanggil untuk menghampiriku, dengan perlahan aku menyuruhnya untuk membaca sebuah judul buku. Dia hanya diam membisu tak ada kata-kata yang keluar dari mulut kecilnya. Saat aku mencoba menunjuk salah satu huruf di buku itu, dia juga menggeleng.  Akhirnya aku baru tahu kalau murid kecilku ini belum bisa membaca.

Inilah tantangan bagiku, berbagai cara aku lakukan untuk membimbingnya agar bisa membaca. Setiap pagi saat teman-temannya membaca buku, ia selalu bersamaku untuk kubimbing mengenal huruf demi huruf. Motivasi dan semangat selalu aku berikan kepadanya. “Kamu pasti bisa nak….” begitu selalu aku ucapkan. Semangatnya sedikit demi sedikit mulai muncul, ada sedikit terlihat perkembangan yang ada pada dirinya. Ada senyuman di wajah manisnya sekarang.

Menit berganti jam, hari  berganti hari, lambat laun murid kecilku itu sudah bisa mengenal huruf dan membaca sedikit demi sedikit, walaupun masih grathul grathul istilah Jawanya. Perjuanganku belumlah selesai sampai di sini. Perjuanganku masih jauh. Ini adalah tanggung jawabku, aku tidak boleh mengeluh.

Tak terasa tiga bulan sudah aku membimbing siswaku itu. Perkembangannya sudah agak banyak. Dia sudah mulai bisa membaca dua tiga kata. Kadang kala aku selingi dengan belajar menulis.

Rasa minder yang selalu melekat pada dirinya sedikit demi sedikit mulai hilang. Dan aku senang melihatnya.

Penulis: Tri Rosanti (Guru  SD Negeri Tunjungsekar 3 Kota Malang)

Blibli.com
Shopee Indonesia
Blibli.com

Tinggalkan Balasan