oleh

Mengenal Esai, Jenis Tulisan yang Hampir Sama dengan Opini

WPdotCOM, Pernah dengar kata ‘esai’? Tentu saja semua orang pernah mendengarnya, dan bisa jadi akrab dengan jenis karya tulis yang satu ini.

Esai adalah sebuah karangan berbentuk prosa. Muatannya membahas satu topik secara sepintas, berdasarkan sudut pandang penulis. Bentuk karangan esai dalam pola penulisannya ada dua jenis. Jenis pertama bersifat formal. Jenis ini mengedepankan formalitas tulisan yang dihadirkan penulis kepada pembaca, dengan pendekatan serius. Sementara jenis kedua, informal. Dalam penulisannya, seorang esais (sebutan penulis esai), mengedepankan kalimat yang lebih mendekat secara pribadi kepada pembaca. Lebih merangkul secara halus, melalui bahasa yang digunakan.

Secara umum, tidak terlihat beda antara esai dengan opini. Karena sama-sama mendasarkan karya tulis pada pendapat penulis sendiri. Namun, bila ditilik secara seksama, maka akan terlihat perbedaannya.

Bila opini ditulis secara reaktif, berdasarkan fakta yang sedang hangat (aktual),  maka esai lebih bersifat mengarah pada kondisi reflektif analitis. Esai lebih banyak mengajak pembaca merenung pada topik yang disodorkan penulisnya.

Lalu, dalam menghantar topik yang dibahas dalam esai, seorang esais akan memilih tipe mana yang akan dikedepankannya kepada pembaca. Untuk tipe-tipe esai tersebut, dalam keseharian dikenal dalam beberapa bentuk.

Bentuk pertama esai adalah tipe deskriptif. Tipe ini ditulis seorang esais untuk menarik perhatian pembaca dengan mendeskripsikan sesuatu. Bisa berbentuk objek yang sedang tren, atau objek tertentu yang dipilih penulisnya agar dibaca oleh khalayak.

Ada pula esai yang bermuatan tentang objek tertentu dengan mengkaji profilnya. Biasanya disebut dengan tipe esai cukilan watak. Esai tipe ini biasanya dikedepankan penulis tentang pendapatnya terhadap seseorang. Tapi ini bukan tentang biografi objek. Hanya seputar persoalan tertentu yang dibahas esais tentang objeknya.

Hampir sama dengan tipe di atas, ada yang disebut tipe pribadi. Esai jenis ini menceritakan tentang diri penulisnya sendiri. Keakuan penulis, tentang pandangannya pada sesuatu, diceritakan dengan lugas. Tapi tipe ini bukan berarti otobiografi. Karena tidak menceritakan jatidiri penulisnya, tapi pandangannya secara mendalam tentang suatu masalah.

Setiap orang pernah membaca di koran-koran cetak tentang tajuk. Nah, itu juga disebut tipe esai. Esai tajuk adalah suatu tipe esai yang menghantarkan pembaca tentang sebuah persoalan yang sedang hangat, dan si penulisnya membawa pembaca untuk beropini tentang objek bahasan tersebut.

Lalu ada esai yang ditulis dengan bahasa formal dan serius. Penulis membahas topiknya dengan hati-hati, mengungkapkan masalah secara mendalam dan sungguh-sungguh. Ini disebut dengan tipe esai reflektif.

Ada pula tipe esai yang disebut dengan esai kritik. Biasanya membahas tentang satu objek, lalu si penulis memberi pendapat dan pandangannya terhadap objek tersebut. Tipe ini sering ditemui pada tulisan yang membahas tentang karya seni dan sastera. Penulis akan memberi kritikannya terhadap objek, lengkap dengan sense of art yang ada dalam diri esais.

Lalu bagaimana cara menulis esai? Yang pertama harus dilakukan adalah menentukan topik bahasan yang akan ditulis. Membuat garis besar atau kerangkanya agar tidak melebar kemana-mana. Jangan lupa membuat poin gagasan yang akan dijabarkan. Setelah itu, mulai menuliskan pendapat terhadap topik pilihan tersebut secara tepat dan padat. Biasanya ditulis dengan kalimat-kalimat yang pendek, dan mudah dipahami. (*)

Penulis: Nova Indra (penulis buku ‘Langkah Mudah Menjadi Penulis’)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *