Tinjau Sekolah Terdampak Banjir, Kadisdik Jabar Ingatkan Pentingnya Tindakan Antisipasi

WPdotCOM, Bandung — Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Provinsi Jawa Barat (Jabar) didampingi Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan Sekolah Menengah Atas (PSMA), Yessa Sarwedi dan Kepala Sub-Bagian Perencanaan, Edy Purwanto tinjau sekolah terdampak bencana banjir yang terjadi awal Januari 2020.

Sebanyak empat sekolah dikunjungi rombongan Dinas Pendidikan Jabar tersebut. Sekolah tersebut adalah SMAN 2 Kota Bekasi, SMAN 6 Kota Bekasi, SMKN 3 Kota Bekasi, dan SMAN 1 Cibitung Kabupaten Bekasi. Musibah banjir di awal tahun yang menimpa beberapa sekolah itu, meninggalkan berbagai kerugian pada lembaga pendidikan.

Pada kesempatan tersebut, Kadisdik menegaskan perlunya antisipasi lebih bagi sekolah-sekolah agar tanggap terhadap bencana. Terlebih, bagi sekolah yang sering terendam banjir apabila curah hujan tinggi.

“Kita memang harus bergerak cepat, mengingat bencana tidak bisa diprediksi. Sehingga berbagai antisipasi harus dilakukan. Salah satunya, memosisikan ruang administrasi dan laboratorium di lantai atas,” imbau Kadisdik.

Mengingat bencana yang baru saja terjadi lanjut Kadisdik, banyak arsip penting yang ikut terendam banjir. Di antaranya, dokumen-dokumen penting sekolah, rapor hasil belajar siswa, ijazah para alumni yang belum sempat diambil, buku-buku pelajaran hingga peralatan elektronik. Intensitas air yang tinggi tentu hanya menyisakan sedikit barang yang bisa diselamatkan.

“Ini tidak bisa dibiarkan. Kalau kerusakan elektronik atau peralatan, masih bisa dibeli. Tetapi untuk dokumen-dokumen kan susah dicari dan diperbaiki,” ucapnya.

Kadisdik pun mengimbau setiap sekolah untuk membuat laporan kerusakan akibat banjir kepada Disdik Jabar. Laporan tersebut menjadi langkah awal Disdik Jabar untuk bisa membantu dan menanggulangi permasalahan yang terjadi di sekolah-sekolah.

Kadisdik juga mengingatkan sekolah agar tetap menjaga keamanan peserta didik, terlebih apabila terjadi banjir susulan.

“Keamanan anak-anak nomor satu. Jika ada tanda-tanda cuaca buruk, lebih baik dipulangkan saja. Dalam membantu kebersihan, tenaga anak-anak juga tidak boleh terlalu diforsir,” tegas Kadisdik. (sumber: disdik jabar)

Tinggalkan Balasan