oleh

SDPPI dan BPSDM Kemenhub Jalin Kerja Sama Tingkatkan Kompetensi Nelayan di Bidang Frekuensi

WPdotCOM, Jakarta — Direktorat Jenderal Sumber Daya, Perangkat Pos dan Informatika (SDPPI) Kementerian Komunikasi dan Informatika, lakukan  Penandatanganan Kesepakatan Bersama tentang Sinergi Penyelenggaraan Peningkatan Kompetensi Sumber Daya Manusia Operator Radio Komunikasi di Bidang Perhubungan bersama Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Perhubungan.

Kesepakatan Bersama itu ditandatangani Dirjen SDPPI Kementerian Kominfo Ismail, dan Kepala BPSDM Kemenhub Umiyatun Hayati Triastuti. Penandatanganan tersebut disaksikan oleh Menteri Kominfo Johnny G. Plate dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di Auditorium Adhiyana, Wisma Antara, Jakarta Pusat, Senin (13/1).

Johnny mengapresiasi Direktorat Jenderal SDPPI yang telah bekerja keras dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik. “Saya memberikan apresiasi yang tinggi dan berterima kasih kepada jajaran Kementerian Kominfo, khususnya Direktorat Jenderal SDPPI, yang dalam diam telah mengambil bagian yang luar biasa untuk memastikan layanan publik yang lebih baik,” kata Johnny.

Ia berharap, dengan adanya kesepakatan bersama ini, kualitas sumber daya manusia di bidang frekuensi radio semakin meningkat. Menurutnya, peningkatan kualitas sumber daya manusia tersebut sejalan dengan program prioritas Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden K.H. Ma’ruf Amin.

Dalam mewujudkan program tersebut, Menteri Kominfo menyoroti pentingnya pendidikan bagi masyarakat untuk menggunakan sumber daya frekuensi dengan benar sehingga tidak menyebabkan interferensi yang dapat merugikan pihak lain.

Kata Johnny lagi,  frekuensi sebagai salah satu sumber daya yang tidak tampak harus dimanfaatkan dengan baik agar dapat meningkatkan perekonomian masyarakat.

“Kita harus kelola sumber daya frekuensi spektrum kita ini dengan cerdas dan bermanfaat, sungguh-sungguh bagi masyarakat dan negara,” pesannya.

Sementara itu, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengakui masih rendahnya pengetahuan nelayan terkait penggunaan frekuensi karena negara Indonesia sangat besar dan jumlah nelayan yang sangat banyak.

“Kita ini terbentang luas, luasnya laut yang luar biasa dan kita harus menggapai mereka semua,” ujarnya.

Ia menyadari, banyak nelayan yang masih menggunakan peralatan radio yang tidak tersertifikasi. Karena sebagian besar dari mereka termasuk masyarakat kelas bawah. Oleh karena itu, kesepakatan bersama ini menjadi penting agar kedua belah pihak dapat bersinergi dengan lebih baik untuk memberikan pendidikan kepada para nelayan.

Menurut Budi, BPSDM Kementerian Perhubungan telah memiliki sekolah-sekolah yang dapat dimanfaatkan untuk mendidik nelayan. (SP)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed