oleh

Kawal Pelestarian Budaya Pencak Silat, Pendekar Tapak Suci Jawa Timur Siapkan Kajian Keilmuan

WPdotCOM, Kota Malang – Menjaga budaya dan tradisi asli bangsa ini, harus dibuktikan dengan kepedulian oleh para pemangku kepentingannya. Begitu pula pada upaya pelestarian pencak silat sebagai salah satu aset bangsa.

Setidaknya itulah inti pembicaraan dalam diskusi bersama Dr. Ismail Navianto, SH, MH, salah seorang Dewan Guru Perguruan Seni Beladiri Indonesia Tapak Suci Putera Muhammadiyah, Rabu malam (29/1).

Diskusi dan silaturrahim yang digelar di Perumahan Griya Santa, kediaman tokoh pencak silat yang sehari-hari merupakan Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Brawijaya Malang itu, dihadiri oleh Sekteraris Umum Pimpinan Wilayah (Pimwil) II Tapak Suci Jawa Timur Drs. Robby Harmono, PUa, Ketua Pimpinan Daerah (Pimda) 059 Sidoarjo Elok Kustantono, PKa, serta beberapa orang sesepuh Tapak Suci Malang Raya.

Dalam perbincangan hangat sesama tokoh pencak silat yang bernaung dalam Persyarikatan Muhammadiyah itu, Ismail yang bergelar Pendekar Besar itu mengatakan, pentingnya menjaga keilmuan yang dipelajari oleh siswa-siswa Tapak Suci saat ini.

“Kami di Dewan Guru Tapak Suci, sedang menyusun langkah-langkah konkret perihal keilmuan. Nanti akan digelar pertemuan Dewan Guru Tapak Suci khusus membicarakan hal tersebut,” demikian ujar tokoh pencak silat yang hingga hari tuanya itu masih digunakan untuk pelestarian budaya beladiri asli negeri ini.

Menurut Ismail lagi, di Tapak Suci, bukan melulu persoalan silat prestasi yang dikaji. Lebih jauh dari itu, Tapak Suci adalah alat dakwah.

“Tapak Suci punya tujuan lebih besar dari sekedar prestasi. Sebagaimana ditetapkan oleh para pendahulu kita, Tapak Suci adalah aliran beladiri yang ditujukan sebagai beladiri olahraga, beladiri kesehatan, dan beladiri seni. Silat prestasi adalah bonus kegemilangan nilai-nilai yang ada dalam Tapak Suci,” jelasnya.

Sementara itu, Sekretaris Umum Pimwil II TSPM Jatim Robby Harmono mengaminkan penyampaian guru silatnya itu. Menurut  penyandang gelar Pendekar Utama Tapak Suci yang juga Kepala SMA Islam Kota Batu itu, kini dibutuhkan pendalaman keilmuanTapak Suci yang benar-benar tersusun rapi. Untuk itu, tentunya Dewan Guru Tapak Suci akan melakukan yang terbaik.

Hal sama juga disampaikan oleh Ketua Pimda 059 TSPM Sidoarjo Elok Kustantono. Pemegang sabuk hitam bertanda melati merah tiga dengan sebutan Pendekar Kepala itu menginginkan ke depan Tapak Suci makin matang, baik dalam hal keilmuan maupun secara organisasi.

Sementara itu, Nova Indra satu-satunya pemegang sabuk biru yang hadir di tengah-tengah pendekar silat perguruan berseragam merah-merah  dalam diskusi itu, turut memberikan masukan bagi kelangsungan program membina keilmuan para pesilat Tapak Suci. Menurut pria yang sehari-hari memimpin lembaga Pusat Pengkajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (P3SDM) Melati tersebut, pentingnya menjaga keilmuan yang tertata sebagai sumber pembelajaran para pesilat di Tapak Suci, adalah hal utama yang urgen untuk dilakukan. (d’)

Komentar

Tinggalkan Balasan