oleh

Siapa Bilang Nyusun Best Practice Itu Rumit, Begini Alurnya

WPdotCOM – Ingin menyusun laporan tentang best practice? Banyak guru yang kebingungan dengan tahap penulisannya.

Sebagaimana diketahui bersama, best practice adalah karya tulis guru yang berisi pengalaman terbaik dalam proses pembelajaran. Kadang, ada saja ide dan inovasi guru ketika mengalami permasalahan dalam proses pembelajaran di kelas. Nah, ide yang brillian dari seorang guru, menjadi pengalaman mengajar yang bisa dijadikan pengalaman terbaik (best practice).

Menyusun dan menulis laporan best practice, kadang masih terkesan sulit bagi sebagian guru di tanah air.

Lalu bagaimana kerangka penyusunan best practice tersebut. Berikut cara penyusunan best practice yang benar menurut aturan.

Pada bagian awal, kerangka laporan best practice harus tertera halaman judul. Ini sejenis cover laporan. Lalu selanjutnya mesti ada lembar persetujuan dari kepala satuan pendidikan tempat guru bersangkutan mengajar. Sama seperti sebuah buku, laporan best practice harus ada kata pengantar penulis. Seterusnya ada daftar isi naskah, dan bila ada tabel serta gambar dalam naskah, maka penulis harus membuat daftar gambar dan tabel. Begitu pula dengan daftar lampiran sebagai penyerta dan pelengkap data laporan best practice. Setelahnya, pada halaman sebelum bagian isi, penyusun dan penulis best practice menyertakan abstraksi naskah.

Pada bagian isi, penulis best practice melakukan penyusunan laporan dengan membagi naskah menjadi beberapa bab. Pada bab pendahuluan, diisikan hal yang melatarbekalangi masalah kajian. Begitu pula dengan harus adanya perumusan masalah, tujuan penulisan, serta manfaat dari pelaporan best practice itu.

Pada bagian bab kedua, penyusun best practice menuliskan tentang kajian atau tinjauan pustaka. Sama seperti bab dua pada skripsi, tesis, atau disertasi, maka di baian ini penulis harus menjelaskan teori ilmiah yang digunakan, serta menjelaskan pengertian-pengertian istilah yang digunakan secara ilmiah pula.

Baca Juga:  Makhluk Kecil Tak Terlihat Mata, Melumpuhkan Semua Aktivitas Manusia

Sementara pada bab ketiga, dalam pelaporan best practice, penulis menyampaikan materi kajian tentang pembahasan masalah dan hasil yang diperoleh dalam pengalaman terbaik yang dijalankan dalam pembelajaran. Di sini, harus menyertakan data, mengungkapkan masalah dengan penyelesaiannya. Penyelesaian masalah yang dilakukan oleh penulis, dijelaskan dalam bentuk uraian  yang detil.

Karena bab ketiga merupakan bagian utama dalam pelaporan best practice, penulis harus menggunakan kejelasan ide yang dijadikan pengalaman terbaik dengan cara yang tepat. Keaslian ide akan terlihat dari bagaimana seorang penyusun atau penulis laporan best practice ini. Dengan bahasa yang lugas dan tepat, kiranya akan menjadi salah satu penilaian tentang keaslian ide cemerlang seorang pendidik.

Untuk bagian akhir atau bab keempat sebagai penutup, penulis menjelaskan kesimpulan dari uraian laporannya dengan ketepatan pada poin-poin penting yang sesuai dengan rumusan masalah dan ide pengalaman terbaik. Kesimpulan tidak boleh lari dari paparan ide yang disampaikan pada bab sebelumnya.

Setelah lengkap, maka penyusunan laporan best practice harus disertai dengan data pelengkap. Data itu berupa sumber referensi ilmiah yang ditulis dalam daftar pustaka atau kepustakaan. Selanjutnya di lampirkan data-data penunjang lain berupa dokumen atau sejenisnya. (*)

 

Penulis: Nova Indra (pimpinan lembaga P3SDM Melati, penulis buku Langkah Mudah Menjadi Penulis)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *