Dukung Penanganan Covid-19, Penyelenggara Telekomunikasi Sediakan Layanan yang Lebih Baik

WPdotCOM, JakartaMenteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate menyatakan, Kementerian Kominfo beserta Penyelenggara Telekomunikasi dan Penyelenggara Platform Digital siap mendukung kebijakan agar masyarakat dapat bekerja dari rumah, belajar dari rumah, ibadah di rumah.

“Menindaklanjuti arahan Presiden, kami sepakat mendukung masyarakat agar bisa bekerja dari rumah, belajar dari rumah, ibadah di rumah, atau saat ini dikenal dengan social distancing,” ujar Johnny dalam konferensi pers Dukungan Sektor Kominfo untuk Penanganan Covid-19 di Ruang Serbaguna Kementerian Kominfo, Senin (16/3).

Menurut Johnny, penyelenggara telekomunikasi dan penyelenggara patform digital secara bersama-sama memberikan dukungan dan komitmen dalam mendukung kebijakan tersebut dalam mengatasi pandemi Covid-19.

“Di antaranya penyediaan bandwith dan kualitas layanan yang baik; penangkalan berita hoaks, maupun insentif lainnya,” jelasnya.

Johnny mengapresiasi semangat pemangku kepentingan sektor Kominfo untuk mengakhir Pandemi Covid-19. “Saya berterimakasih kepada pimpinan perusahaan yang dengan semangat bersama untuk hadir di Kominfo untuk tujuan bersama memastikan mengakhiri penyebaran Covid -19,” ungkapnya seperti tertulis dalam siaran pers Kominfo.

Hadir dalam konferensi pers mendamping Menteri Kominfo, Sekjen ATSI Marwan O. Bassir, Direktur Utama Telkom Indonesia Ririek Ardiansyah, Dirut Telkomsel Setyanto Hantoro, dan Dirut SmartFren Merza Fachys.

Menteri Kominfo menyatakan keterlibatan penyelenggara telekomunikasi bukan hal yang baru. “Bagi perusahan telekomunikasi untuk menyediakan bandwith tambahan dan kualitas layanan. Biasanya dilakukan pada hari raya atau iven nasional dan internasional, bahkan jika ada bencana ada deployment infrastruktur,” jelasnya.

Menurut Johnny, penyelengara telekomunikasi sudah mengetahu masing-masing. “Optimum use berapa dan trafik paling tinggi di mana, secara teknis akan dilakukan penyelenggara,” ujarnya.

Mengenai temuan hoaks tentang Corona yang dipantau Tim Ais Kementerian Kominfo, Johnny menyebut sampai saat ini sudah ada 232 isu hoaks.

“Sampai dengan hari ini bisa saya sampaikan ada 232 isu hoaks. Kelatahan seperti ini merugikan diri sendiri, masyarakat dan bangsa dan negara,” tandasnya seraya menegaskan bahwa Penyelenggara Telekomunikasi dan Penyelenggara Platform Digital juga siap untuk membantu pemerintah mencegah penyebaran hoaks mengenai Covid-19. (SP)

Tinggalkan Balasan